Penyebab Trenggalek Dilanda Bediding, Prediksi Sampai Bulan Agustus
Trenggalek terasa dingin kurang lebih sepekan terakhir. Suhu yang turun drastis tersebut karena terjadi fenomena bediding di Kota Alen Alen Trenggalek. Bediding biasanya dirasakan malam hingga dini hari. Kalaksan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Trenggalek, Stefanus Triadi memaparkan penyebab fenomena bediding. Salah satunya karena angin Monsun Australia. Angin Monsun Australia yan...
M
Muh. Zamzuri
20 Jul 2024 • 15:42 WIB
Trenggalek terasa dingin kurang lebih sepekan terakhir. Suhu yang turun drastis tersebut karena terjadi fenomena bediding di Kota Alen Alen Trenggalek. Bediding biasanya dirasakan malam hingga dini hari.
Kalaksan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Trenggalek, Stefanus Triadi memaparkan penyebab fenomena bediding. Salah satunya karena angin Monsun Australia.
Angin Monsun Australia yang bertiup dari Australia menuju Asia, melewati wilayah Indonesia dan perairan Samudera Hindia. Angin tersebut membawa suhu permukaan laut yang relatif rendah atau dingin.
"Angin dari timur membawa assa udara yang sangat kering, sehingga tidak mendukung terbentuknya awan. Hal ini menyebabkan cuaca cerah sepanjang hari," papar Triadi
Dirinya memaparkan, angin Monsun Australia bersifat sedikit membawa uap air, sehingga mempengaruhi musim kemarau di Indonesia.
"Angin Monsun Australia yang bertiup ini menyebabkan suhu udara di malam hari menjadi sangat dingin, dengan kelembaban yang rendah," katanya.
Triadi menambah, fenomena bediding biasanya terjadi selama puncak musim kemarau, yaitu antara bulan Juli hingga September.
"Pada tahun 2024 ini, bediding diprediksi akan berlangsung mulai bulan Juli hingga bulan Agustus," imbuhnya.
Fenomena ini tidak hanya berdampak pada suhu udara, tetapi juga mempengaruhi aktivitas sehari-hari masyarakat Trenggalek.
“Masyarakat diimbau untuk mempersiapkan diri menghadapi suhu yang lebih dingin, terutama bagi yang memiliki aktivitas di luar ruangan pada malam hingga dini hari," ujarnya.
Sebelumnya, pihak BMKG telah menyampaikan bahwa Kota Alen-alen saat ini telah memasuki musim kemarau.
"Memang saat ini kita sudah di musim kemarau, cuaca ini terasa lebih dingin menjelang malam hari," lanjutnya.
Di sisi lain, pihak BPBD Trenggalek akan terus memantau perkembangan cuaca dan memberikan informasi terbaru kepada masyarakat.
Mereka juga telah menyiapkan langkah-langkah antisipasi untuk mengatasi dampak yang mungkin timbul akibat fenomena bediding ini.
Dengan adanya fenomena bediding ini, diharapkan masyarakat dapat lebih siap dan waspada terhadap perubahan suhu yang ekstrem.
"Mari kita bersama-sama menjaga kesehatan dan tetap waspada menghadapi fenomena cuaca ini," tandasnya.
Ikuti WhatsApp Channel
Dapatkan berita terbaru langsung di WhatsApp!
Advertisement
Artikel Terkait
Lingkungan
23 Jul 2024
BMKG: Waspada Angin Kencang saat Cuaca Dingin
Lingkungan
22 Jul 2024
Cuaca di Trenggalek Dingin, BMKG Sebut Gara-gara Angin Monsun Australia
Kesehatan
21 Jul 2024
Penyakit Ini Mengintai saat Bediding, Warga Trenggalek Kudu Waspada
News
29 Apr 2024
BMKG Prediksi Musim Kemarau pada Mei hingga Agustus 2024
Peristiwa
19 Mar 2024
Rumah Dilibas Angin, Penyebab Mayoritas Bencana Trenggalek Sepekan
Nasional
07 Mar 2024