Niat Ganti Hutang Puasa dan Tata Caranya

Dengan adanya kesempatan puasa Dzulhijjah dan Tarwiyah di bulan Mei, para umat muslim biasanya juga akan melakukan pembayaran hutang puasa Ramadhan yang belum sempat terbayarkan.

Niat Ganti Hutang Puasa dan Tata Caranya

Niat Ganti Hutang Puasa dan Tata Caranya. Canva/KBRT

KBRT - Dengan adanya kesempatan puasa Dzulhijjah dan Tarwiyah di bulan Mei, para umat muslim biasanya juga akan melakukan pembayaran hutang puasa Ramadhan yang belum sempat terbayarkan. Untuk melakukan penggantian puasa tersebut, terdapat beberapa syarat dan tata cara yang harus kalian ikuti.

Sebelum berpuasa, hal pertama yang harus dilakukan adalah membaca niat. Dalam melakukan pembayaran hutang berpuasa, kalian harus membaca niat tersendiri yang memang dikhususkan untuk Puasa Qadha.

Selain membaca niat, ada bula beberapa tata cara khusus yang harus kalian ikuti. Tata cara ini tidak boleh terlewat, agar puasa kalian dianggap sah. Buat kalian yang ingin meng Qadha puasa, kami telah merangkum niat dan tata caranya dibawah ini:

Advertisement

Dasar Hukum dan Niat Puasa Qadha

Agar Qadha puasa kalian sah, kalian harus mengetahui niat, waktu niat, serta dasar hukumnya dalam syariat. Berikut, adalah dasar hukum Puasa Qadha, dan bacaan niatnya:

Dalil Al-Qur’an

Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Baqarah ayat 184:

فَمَنْ كَانَ مِنْكُمْ مَّرِيْضًا اَوْ عَلٰى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ اَيَّامٍ اُخَرَ

“Maka barang siapa di antara kamu sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkannya itu pada hari-hari yang lain.”

Ayat ini menjadi landasan kuat bahwa orang yang memiliki uzur boleh meninggalkan puasa Ramadhan, namun wajib menggantinya pada hari lain.

Dalil Hadis Nabi

Dari Aisyah RA:

عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ: كَانَ يَكُونُ عَلَيَّ الصَّوْمُ مِنْ رَمَضَانَ، فَمَا أَسْتَطِيعُ أَنْ أَقْضِيَ إِلاَّ فِي شَعْبَانَ

“Aku pernah memiliki hutang puasa Ramadhan, maka aku tidak mengqadhanya kecuali pada bulan Sya’ban.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Hadis ini menunjukkan bahwa qadha puasa adalah kewajiban yang harus dipenuhi ketika telah selesai dari uzur.

Lafal Niat Qadha

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ قَضَاءِ فَرْضِ رَمَضَانَ لِلّٰهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma ghadin ‘an qadha'i Ramadhona lillahi ta'ala?.

Artinya:
“Aku berniat berpuasa esok hari untuk mengganti puasa Ramadhan karena Allah Ta’ala.”

Kapan Waktu Puasa Qadha?

Dikutip dari laman resmi Majelis Ulama Indonesia (MUI), niat Puasa Qadha harus dilakukan pada malam hari, tepatnya sebelum terbitnya fajar. Niat ini, menjadi syarat sah puasa wajib, termasuk puasa qadha.

Menurut ulama mazhab Syafi’i, niat dalam puasa qadha disamakan dengan niat puasa Ramadhan, yaitu harus dilakukan pada malam hari sebelum terbit fajar. Karenanya, apabila seseorang tidak berniat pada malam hari, maka puasanya tidak sah dan tidak terhitung sebagai puasa qadha.

Hal ini didasarkan pada hadis:
Rasulullah SAW bersabda

عَنْ حَفْصَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: مَنْ لَمْ يُبَيِّتِ الصِّيَامَ قَبْلَ الْفَجْرِ فَلَا صِيَامَ لَهُ

“Barang siapa tidak berniat puasa pada malam hari, maka tidak ada puasa baginya.”
(HR. Abu Dawud, Tirmidzi, dan An-Nasai)

Tata Cara Pelaksanaan Puasa Qadha

Selain memahami dalil, hukum, dan bacaan niat, kalian harus melakukan puasa Qadha dengan benar. Proses pelaksanaan puasa pengganti ini, hampir sama dengan puasa Ramadhan secara keseluruhan. Berikut adalah prosedurnya:

Sebelum mulai membayar, pastikan kalian telah menghitung dengan cermat berapa jumlah hari hutang puasa kalian.

Seperti yang dijelaskan sebelumnya, niat wajib dibaca semenjak memasuki waktu Maghrib hingga sesaat sebelum adzan Subuh berkumandang.

Walaupun hukum sahur adalah sunnah, aktivitas ini sangat dianjurkan oleh Rasulullah SAW untuk menjaga stamina tubuh sekaligus pembeda dengan puasa umat agama lain.

Terhitung sejak terbit fajar, hingga tenggelamnya matahari, kalian wajib menjaga diri dari makan, minum, berhubungan suami istri, memasukkan sesuatu ke lubang tubuh dengan sengaja, serta menahan hawa nafsu dan emosi.

Begitu waktu Maghrib tiba, segeralah untuk membatalkan puasa. Disunahkan berbuka dengan kurma atau air putih hangat terlebih dahulu sebelum menyantap makanan berat.

Ikuti WhatsApp Channel

Dapatkan berita terbaru langsung di WhatsApp!

Join Channel

Advertisement

Artikel Terkait