KBRT - Dalam dinamika keluarga, anak sulung sering kali dianggap sebagai "percobaan pertama" bagi orang tua. Mereka adalah yang pertama kali mengalami perhatian penuh dari orang tua sebelum adik-adik mereka lahir, dan sering kali bertindak sebagai contoh dan pembimbing bagi saudara-saudara mereka.
Namun, di balik bayang-bayang tanggung jawab dan ekspektasi yang besar, terdapat sejumlah karakteristik umum yang sering kali terkait dengan anak sulung.
Dilansir dari buku Pengaruh Urutan Kelahiran Pada Kepribadian Anak karya Gekarsa, anak sulung seringkali dipandang sebagai sosok yang bertanggung jawab. Mereka tumbuh dengan perasaan tanggung jawab yang lebih besar terhadap keluarga mereka, karena sering kali menjadi penopang pertama bagi orang tua dan contoh bagi adik-adik mereka.
Hal ini dapat menyebabkan mereka menjadi perfeksionis, selalu mencoba untuk melakukan yang terbaik dalam segala hal, karena mereka merasa tekanan untuk memberi contoh yang baik bagi saudara-saudara mereka.
Namun, tekanan ini juga dapat mempengaruhi kesejahteraan psikologis anak sulung. Mereka mungkin merasa terbebani oleh harapan orang tua dan merasa sulit untuk mengekspresikan kerentanan atau kesulitan mereka karena merasa perlu untuk selalu tampil kuat.
Ini bisa menjadi beban yang berat, terutama jika ekspektasi yang diletakkan pada mereka terlalu tinggi atau tidak realistis. Selain itu, anak sulung sering kali tumbuh dalam lingkungan yang lebih dewasa.
Mereka cenderung lebih sering berinteraksi dengan orang dewasa daripada saudara-saudara mereka, karena mereka adalah yang pertama kali dalam keluarga yang mencapai tahap-tahap penting dalam perkembangan seperti sekolah, remaja, dan kemandirian.
Hal ini dapat mengakibatkan mereka menjadi lebih matang secara emosional dan memiliki keterampilan sosial yang lebih baik dalam berkomunikasi dengan orang dewasa. Namun, disisi lain, perhatian yang lebih besar yang diberikan kepada anak sulung juga dapat mempengaruhi dinamika keluarga secara keseluruhan.
Kadang-kadang, adik-adik mereka mungkin merasa diabaikan atau tidak diakui secara cukup oleh orang tua karena perhatian mereka terbagi dengan anak sulung. Hal ini dapat menyebabkan perasaan cemburu atau ketidakpuasan di antara saudara-saudara tersebut, yang kemudian dapat mempengaruhi hubungan mereka dalam jangka panjang.
Tentu saja, setiap anak sulung adalah individu yang unik dengan pengalaman dan karakteristik mereka sendiri. Tidak semua anak sulung akan memiliki semua karakteristik yang telah disebutkan, dan pengalaman mereka dalam keluarga dapat sangat bervariasi tergantung pada faktor-faktor seperti dinamika keluarga, kepribadian orang tua, dan pengaruh lingkungan sosial.
Kabar Trenggalek - Edukasi
Editor:Lek Zur