KBRT - Kalsium merupakan salah satu mineral yang paling penting untuk kesehatan tulang dan gigi. Pada masa pertumbuhan, tubuh anak membutuhkan kalsium untuk membentuk tulang yang kuat dan padat. Selain itu, kalsium juga berperan dalam kontraksi otot, pembekuan darah, dan pengaturan tekanan darah.
Tulang adalah struktur yang dinamis, terus-menerus mengalami proses pembentukan tulang baru dan penghancuran tulang lama. Kalsium adalah salah satu komponen utama dalam pembentukan tulang baru, sehingga asupan yang cukup sangat penting untuk mencegah masalah seperti osteoporosis di kemudian hari.
Kebutuhan Kalsium untuk Berbagai Usia
Kebutuhan akan kalsium bervariasi tergantung pada usia anak. Bayi yang baru lahir memerlukan kalsium untuk pertumbuhan tulang dan gigi mereka yang sedang berkembang pesat. Selanjutnya, selama masa kanak-kanak dan remaja, kebutuhan kalsium meningkat secara signifikan karena pertumbuhan tulang yang pesat.
Dilansir dari buku Strategi Untuk Meningkatkan Asupan Kalsium Pada Anak Dengan Intoleransi Laktosa karya Gekarsa, bayi berusia 0-6 bulan membutuhkan sekitar 200 mg kalsium per hari, sedangkan anak-anak berusia 1-3 tahun memerlukan sekitar 700 mg kalsium per hari. Untuk anak-anak yang lebih tua dan remaja, kebutuhan kalsium bisa mencapai 1000-1300 mg per hari tergantung pada usia dan jenis kelamin.
Akibat Kekurangan Kalsium
Kekurangan kalsium pada anak-anak dapat memiliki dampak yang serius pada kesehatan mereka. Salah satu akibat utama kekurangan kalsium adalah risiko tulang rapuh atau osteoporosis di kemudian hari. Ketika tubuh tidak mendapatkan cukup kalsium dari makanan, ia akan mulai mengambil kalsium dari tulang untuk memenuhi kebutuhan fungsionalnya, yang dapat menyebabkan penurunan kepadatan tulang.
Selain itu, kekurangan kalsium juga dapat berkontribusi pada masalah kesehatan lainnya, termasuk peningkatan risiko fraktur tulang, gangguan pertumbuhan, dan masalah pada jantung dan otot. Anak-anak yang mengalami kekurangan kalsium juga mungkin mengalami gejala seperti kelemahan otot, kram, atau bahkan kelainan pada ritme jantung.
Penting untuk diingat bahwa kebutuhan kalsium harus dipenuhi melalui makanan yang kaya akan mineral ini. Makanan sumber kalsium yang baik meliputi susu dan produk susu rendah lemak, seperti yogurt dan keju, serta makanan seperti sayuran hijau, kacang-kacangan, dan ikan yang juga mengandung kalsium dalam jumlah yang signifikan.
Dengan memahami peran penting kalsium dalam pertumbuhan dan perkembangan anak-anak, serta risiko kekurangan kalsium yang mungkin terjadi, kita dapat lebih memperhatikan asupan nutrisi anak-anak dan memastikan bahwa mereka mendapatkan asupan kalsium yang cukup untuk mendukung kesehatan tulang dan gigi mereka sepanjang hidup.
Kabar Trenggalek - Edukasi
Editor:Lek Zur