KBRT - Pantai Taman Kili-Kili yang dikenal dengan konservasi penyu di Trenggalek rupanya memiliki penampakan baru. Berada tepat di samping kolam penyu induk, nampak beberapa kijang yang menjadi pusat perhatian pengunjung.
Keberadaan Kijang Muncak di Pantai Taman Kili-Kili sejak Januari 2025 lalu. Tidak mengherankan jika masih banyak masyarakat yang belum mengetahui keberadaan penampakan baru di konservasi penyu ini.

Kijang Muncak atau disebut dengan Muntiacus Muntjak sering ditemukan di India, Pakistan, Bangladesh, Myanmar, Indocina, Thailand, Malaysia, dan Indonesia.
Di Indonesia, populasi kijang jenis ini dapat ditemukan di Pulau Sumatra, Kalimantan, Jawa, dan Bali karena memiliki wilayah hutan atau wilayah dengan banyak vegetasi.
Ciri-ciri Kijang Muncak
- Memiliki ciri tubuh rambut pendek, coklat atau abu-abu, kadang-kadang dengan bercak berwarna krem.
- Seekor Kijang Muncak jantan memiliki sepasang tanduk sampai 15 cm dengan satu cabang yang akan jatuh dan tumbuh kembali sekali dalam setahun.
- Ketika ketakutan atau bersemangat, hewan ini akan menyalak atau bersuara layaknya anjing dan terkadang mampu menyalak lebih dari satu jam.
- Hewan ini merupakan hewan omnivora yang memakan buah, daun, rumput, tapi kadang-kadang makan telur dan bahkan serangga.
- Kijang Muncak jantan sering berkelahi di antara jenis mereka sendiri dengan menggunakan tanduk pendeknya sebagai senjata.
Fakta Unik Kijang Muncak
Kijang muncak merupakan salah satu spesies rusa terkecil, dilansir animalia, berikut fakta unik Kijang Muncak.
- Memiliki tinggi bahu tidak lebih dari 65 cm dengan berat berkisar 15 sampai 34 kg.
- Kijang Muncak merupakan hewan omnivora yang memakan tumbuhan, buah-buahan hingga hewan-hewan berukuran kecil.
- Kijang Muncak juga dijuluki sebagai barking deer atau rusa yang menyalak, hal ini karena kijang jenis ini mengeluarkan suara mirip salakan anjing saat merasa terancam atau sedang bersemangat.
- Dilansir Round Glass Sustain, catatan fosil menunjukkan bahwa kijang ini merupakan jenis rusa yang paling awal menumbuhkan tanduk.
- Mereka punya pedicle atau tulang yang menonjol dari tengkoraknya, tempat tanduk tumbuh.
- Selain tanduk, Kijang Muncak jantan juga memiliki sepasang taring mirip gading yang digunakan untuk mempertahankan diri.
- Kijang Muncak merupakan mamalia dengan jumlah kromosom terendah yaitu 7 kromosom untuk pejantan dan 8 kromosom untuk kijang betina.
- Sebagai perbandingan, Kijang Reeve memiliki 46 kromosom layaknya manusia dan lalat lebah memiliki 8 kromosom.
- Kijang Muncak mengalami evolusi jutaan tahun yang membuat Kijang Muncak mampu menggabungkan beberapa kromosom jadi satu tanpa mengurangi jumlah materi genetik.
Kabar Trenggalek - Trenggalekpedia
Editor:Tri