KBRT - Pada hubungan psikologi dan urutan lahir, Freud sendiri mengemukakan teori tentang konsep “kompleks saudara kandung”, yang menyiratkan bahwa posisi dalam keluarga dapat membentuk pola perilaku dan karakteristik kepribadian yang berbeda.
Dilansir dari buku Pengaruh Urutan Kelahiran Pada Kepribadian Anak karya Gekarsa, salah satu pendekatan yang populer adalah teori Adler tentang "teori kepribadian individual". Adler, seorang murid Freud yang kemudian menjadi rivalnya, berpendapat bahwa posisi dalam keluarga, terutama status sebagai anak sulung, tengah, bungsu, atau anak tunggal, dapat memberikan pengaruh yang signifikan dalam membentuk kepribadian seseorang.
Anak sulung, menurut teori Adler, sering kali memegang peran sebagai pemimpin dalam keluarga. Mereka tumbuh dengan rasa tanggung jawab yang besar dan cenderung menjadi perfeksionis. Hal ini tidak mengherankan mengingat bahwa pada awalnya mereka menjadi pusat perhatian orang tua, sebelum adik-adik mereka lahir.
Namun, ada juga tekanan yang besar pada anak sulung untuk tampil sebagai contoh yang baik bagi adik-adik mereka, yang dapat menimbulkan beban emosional yang signifikan.
Sementara itu, anak tengah sering kali dikenal sebagai "anak yang terpinggirkan". Mereka tumbuh dalam bayang-bayang kakak dan adik mereka, dan sering kali berjuang untuk mencari identitas mereka sendiri.
Namun, di sisi lain, posisi ini juga dapat memberikan mereka fleksibilitas dan kemampuan untuk beradaptasi dengan berbagai situasi, karena mereka belajar berbagi perhatian orang tua dengan saudara-saudara mereka.
Anak bungsu, di sisi lain, sering kali menjadi pusat perhatian setelah kakak-kakak mereka. Mereka tumbuh dalam lingkungan yang penuh dengan dukungan dan perhatian, namun terkadang juga bisa merasa diabaikan karena perhatian orang tua terbagi. Hal ini dapat membentuk kepribadian yang ekstrovert dan pencari perhatian, namun juga dapat membuat mereka kurang terbiasa menghadapi tekanan dan tantangan.
Terakhir, anak tunggal seringkali dikenal sebagai "anak manja". Mereka tumbuh tanpa adik atau saudara untuk bersaing dengan perhatian orang tua, yang dapat membuat mereka terbiasa menjadi pusat perhatian.
Namun, kekurangan saudara kandung juga dapat mengakibatkan mereka kurang terlatih dalam kemampuan sosial dan keterampilan berbagi. Namun, penting untuk diingat bahwa teori-teori ini tidak bersifat mutlak. Setiap individu unik dalam cara mereka menghadapi pengalaman keluarga mereka, dan ada banyak faktor lain yang juga mempengaruhi pembentukan kepribadian seseorang, seperti lingkungan sosial, pengalaman hidup, dan faktor genetik.
Kabar Trenggalek - Edukasi
Editor:Lek Zur