Kebakaran Melanda Trenggalek 45 Kali Selama 2025, Kerugian Tembus Rp4,2 Miliar
Dinas Pemadam Kebakaran Trenggalek mencatat 45 kejadian kebakaran sepanjang 2025 dengan total kerugian materiil lebih dari Rp4,2 miliar dan tanpa korban jiwa.
02 Jan 2026 • 12:00 WIB
Damkar Trenggalek mencatat sebanyak 45 kejadian kebakaran. KBRT/Zamz
Ringkasan
- Total 45 kebakaran terjadi sepanjang 2025 di Trenggalek
- Kecamatan Trenggalek menjadi wilayah dengan kejadian terbanyak
- Kerugian materiil mencapai sekitar Rp4,2 miliar tanpa korban jiwa
KBRT - Sepanjang tahun 2025, Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Trenggalek mencatat 45 laporan kejadian kebakaran yang terjadi hampir merata sepanjang tahun. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, total kerugian materiil mencapai sekitar Rp4,2 miliar.
Kepala Bidang Pemadam Kebakaran dan Non Kebakaran Damkar Trenggalek, Wasis Widodo, menyampaikan bahwa puncak kejadian kebakaran terjadi pada bulan September.
“Selama tahun 2025 tercatat 45 laporan kejadian kebakaran. Jumlah kejadian tertinggi terjadi pada bulan September sebanyak delapan kejadian, disusul Januari dan Agustus masing-masing lima kejadian,” ujar Wasis.
Advertisement
Berdasarkan sebaran wilayah, Kecamatan Trenggalek menjadi daerah dengan jumlah kejadian kebakaran paling tinggi, yakni 14 kejadian. Disusul Kecamatan Watulimo dengan lima kejadian, serta Kecamatan Gandusari, Pogalan, dan Durenan masing-masing empat kejadian.
Sementara kecamatan lainnya mencatat jumlah kejadian kebakaran dengan angka yang lebih rendah sepanjang 2025.
Dari sisi dampak, Wasis memastikan tidak ada korban jiwa dalam seluruh kejadian kebakaran tersebut. Namun kerugian materiil yang ditimbulkan tergolong besar.
“Dari seluruh kejadian kebakaran pada 2025, tidak terdapat korban jiwa. Namun total kerugian materiil akibat kebakaran mencapai sekitar Rp4.201.150.000,” kata dia.
Objek yang terdampak kebakaran cukup beragam. Data Damkar mencatat 13 unit rumah, 17 tempat usaha, dua kandang, serta delapan kabel atau panel listrik mengalami kerusakan akibat kebakaran. Selain itu, kebakaran juga melibatkan tumpukan bambu, tabung gas, TPS, kendaraan, dan kompor.
Terkait penyebab, Wasis menyebut kebakaran sepanjang 2025 didominasi oleh faktor teknis dan kelalaian manusia.
“Penyebab kebakaran paling banyak berasal dari kelalaian sebanyak 18 kejadian dan korsleting listrik 17 kejadian. Selain itu ada kebocoran tabung gas LPG, puntung rokok, serta satu kejadian akibat faktor kesengajaan,” ujarnya.
Dari sisi layanan, kinerja pemadaman kebakaran dan penyelamatan dinilai cukup optimal. Sebanyak 29 layanan berhasil memenuhi response time maksimal 15 menit. Dari total kejadian, capaian Standar Pelayanan Minimal (SPM) tercatat 64,44 persen.
Sementara itu, 44 layanan pengendalian kebakaran dan penyelamatan berhasil dilakukan dengan tingkat keberhasilan mencapai 98 persen.
Ikuti WhatsApp Channel
Dapatkan berita terbaru langsung di WhatsApp!
TAGS
Advertisement
Artikel Terkait
Kebocoran Gas LPG Picu Kebakaran Dapur Rumah Warga Watulimo, Kerugian Ditaksir Rp40 Juta
Booth Es Kedai di Tasikmadu Watulimo Terbakar, Diduga Akibat Korsleting