KBRT - Kasus penyakit tidolan panas pada ternak di Kabupaten Trenggalek mengalami penurunan signifikan. Meski begitu, vaksinasi terus dilakukan karena penanganan penyakit ini tidak cukup hanya dengan satu kali pengobatan.
Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner, Dinas Peternakan Kabupaten Trenggalek, Ririn Hari Setiani, mengungkapkan bahwa jumlah laporan kasus baru semakin sedikit dibandingkan sebelumnya.
"Kasusnya sudah menurun. Sekarang yang datang berobat ke sini hanya kasus berulang," ungkapnya.
Ririn menjelaskan bahwa ternak yang terkena penyakit ini membutuhkan pengobatan lebih dari sekali untuk benar-benar sembuh. Saat ini, laporan yang masuk hanya sekitar dua hingga tiga kasus per hari, jauh berkurang dibandingkan sebelumnya.
Ia menambahkan bahwa sebagian ternak yang sebelumnya terinfeksi sudah dinyatakan sembuh oleh petugas, sementara beberapa lainnya masih dalam tahap pemantauan dan pengobatan.
Selain itu, Ririn memastikan bahwa stok vaksin masih mencukupi untuk kebutuhan vaksinasi ternak. Saat ini, sebanyak 21.750 dosis vaksin telah diterima, terdiri dari 10.750 dosis dari Kementerian dan 11.250 dosis dari Provinsi Jawa Timur.
"Vaksin masih aman. Hingga minggu kemarin, kami sudah menggunakan sekitar 50% dari total dosis yang tersedia, dengan lebih dari 9.000 ekor ternak telah divaksinasi," kata Ririn.
Selain upaya pengobatan dan vaksinasi, aktivitas perdagangan ternak juga menunjukkan perkembangan positif. Pasar hewan di Trenggalek yang sempat ditutup kini telah kembali beroperasi.
"Pasar hewan sudah dibuka kembali atas permintaan para pedagang. Pada awalnya, perdagangan sapi masih sepi, bahkan sempat tidak ada transaksi. Namun, sekarang sudah mulai meningkat," jelasnya.
Kabar Trenggalek - Peristiwa
Editor:Lek Zuhri