ITB Trenggalek Resmi Miliki KSR PMI, Pertama di Tingkat Perguruan Tinggi

ITB Trenggalek resmi memiliki UKM KSR PMI. Sebanyak 35 mahasiswa menjadi angkatan pertama yang dipersiapkan sebagai relawan kemanusiaan dan kebencanaan.

ITB Trenggalek Resmi Miliki KSR PMI, Pertama di Tingkat Perguruan Tinggi

ITB Trenggalek Resmi Miliki KSR PMI, Pertama di Tingkat Perguruan Tinggi. KBRT/Dokumen ITB

Ringkasan

  • KSR PMI pertama berdiri di kampus Trenggalek.
  • 35 mahasiswa ikut diklatsar angkatan pertama.
  • Fokus pada relawan, kesehatan, dan kebencanaan.

 

TRENGGALEK – Kabupaten Trenggalek kini memiliki Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Korps Sukarela Palang Merah Indonesia (KSR PMI) pertama di lingkungan perguruan tinggi. UKM tersebut resmi dibentuk di Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) Trenggalek sebagai wadah mahasiswa yang ingin terlibat dalam aksi kemanusiaan, kesehatan, hingga penanggulangan bencana.

Peresmian UKM KSR PMI Unit ITB Trenggalek berlangsung bersamaan dengan Pendidikan dan Pelatihan Dasar (Diklatsar) serta penandatanganan nota kesepahaman (MoU) bersama PMI Kabupaten Trenggalek. Kegiatan digelar selama tiga hari, mulai 13 hingga 15 Juli 2026.

Sebanyak 35 mahasiswa menjadi angkatan pertama yang mengikuti pelatihan. Mereka dibekali kemampuan dasar kerelawanan, mulai dari pertolongan pertama, pelayanan kemanusiaan, hingga kesiapsiagaan menghadapi bencana.

Advertisement

Rektor ITB Trenggalek, Hj. Farikotul Chasanah, mengatakan pembentukan UKM KSR PMI bukan sekadar menambah organisasi kemahasiswaan, tetapi menjadi bagian dari upaya membentuk lulusan yang memiliki kepedulian sosial.

"Peresmian UKM KSR PMI Unit ITB Trenggalek bukan sekadar menambah organisasi kemahasiswaan, tetapi menjadi wujud komitmen kampus dalam membentuk mahasiswa yang memiliki kepedulian sosial, jiwa kemanusiaan, dan kesiapsiagaan dalam membantu masyarakat," ujarnya.

itb-tenggalek-dirikan-korps-sukarela-palang-merah-indonesia-pertama
ITB Trenggalek Resmi Miliki KSR PMI, Pertama di Tingkat Perguruan Tinggi. KBRT/Dok-ITB

Menurutnya, perguruan tinggi tidak cukup hanya menghasilkan lulusan yang unggul secara akademik. Kampus juga perlu menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat melalui aksi-aksi sosial dan kemanusiaan.

"Sejalan dengan arahan Prof. Briyan mengenai konsep kampus berdampak, perguruan tinggi tidak cukup hanya menghasilkan lulusan yang unggul secara akademik, tetapi juga harus menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat. Kami berharap UKM KSR PMI menjadi salah satu motor penggerak lahirnya berbagai aksi kemanusiaan, kesehatan, dan kebencanaan yang memberikan dampak positif bagi Kabupaten Trenggalek dan sekitarnya," imbuhnya.

Ketua PMI Kabupaten Trenggalek, Dr. Ir. H. Mulyadi WR, MMT., menyebut pembentukan UKM tersebut menjadi langkah penting karena merupakan KSR PMI pertama yang berdiri di lingkungan perguruan tinggi di Trenggalek.

"Dan ini adalah satu-satunya KSR di Perguruan Tinggi di Trenggalek. Saya yakin bahwa KSR di ITB Trenggalek ini seterusnya dapat menjadi contoh bagi KSR yang lain," katanya.

Ke depan, PMI bersama ITB Trenggalek akan memperkuat kolaborasi melalui pelatihan relawan, pembentukan sistem mitigasi bencana kampus, kegiatan donor darah, edukasi kesehatan, hingga simulasi kebencanaan yang melibatkan mahasiswa.

Ikuti WhatsApp Channel

Dapatkan berita terbaru langsung di WhatsApp!

Join Channel

Advertisement

Artikel Terkait