ersiga U-17 Andalkan Talenta Lokal, Bidik Lolos Grup Piala Soeratin

Persiga U-17 resmi melaunching skuad untuk Piala Soeratin. Mengandalkan talenta lokal, Persiga membidik tiket lolos dari Grup N.

ersiga U-17 Andalkan Talenta Lokal, Bidik Lolos Grup Piala Soeratin

Persiga Trenggalek lounching untuk siap tarung di Piala Soeratin U-17. KBRT/Zamz

Ringkasan

  • Persiga U-17 mengandalkan 100 persen pemain lokal Trenggalek.
  • Persiga membidik lolos dari Grup N Piala Soeratin U-17.
  • PSBR Blitar Raya dan Kediri United menjadi lawan yang paling diwaspadai pelatih.

TRENGGALEK - Persatuan Sepak Bola Indonesia Trenggalek (Persiga) resmi melaunching skuad U-17 yang akan berlaga di Piala Soeratin U-17, Jumat malam (7/8/2026) lalu.

Mengusung kekuatan lokal, Persiga memasang target menembus fase berikutnya dengan berusaha lolos dari babak penyisihan Grup N.

Menariknya, Persiga U-17 tidak mendatangkan pemain dari luar Trenggalek. Manajemen memilih memberikan panggung kepada talenta muda daerah untuk berkembang sekaligus mengorbitkan pemain lokal melalui kompetisi level nasional.

Advertisement

Ketua Umum Persiga Trenggalek, Ayub Nualak, mengatakan optimisme tersebut mengiringi launching tim sekaligus pengenalan skuad yang akan menjadi tumpuan Persiga di Piala Soeratin U-17.

"Alhamdulillah launching pada hari ini telah selesai dan tadi kami kenalkan pemain-pemainnya. Kita tetap optimis ke depan. Kita tetap optimis, kita berusaha lolos," ujar Ayub.

Menurut Ayub, seluruh pemain yang masuk skuad merupakan putra daerah Trenggalek. Kebijakan tersebut menjadi bagian dari komitmen Persiga dalam memberikan ruang kepada pemain muda lokal.

"Semua pemain ini kan lokal. Jadi, kita memang ingin mengorbitkan pemain-pemain lokal. Kita tidak mengambil pemain dari luar Trenggalek," katanya.

Ia berharap Piala Soeratin menjadi panggung bagi pemain muda Trenggalek untuk menunjukkan kemampuan sekaligus membawa Persiga melangkah lebih jauh.

"Memang benar-benar kita memfasilitasi anak-anak Trenggalek untuk tampil dan semoga dengan keoptimisan kita bisa lolos di babak penyisihan yang pertama ini," lanjutnya.

Persiga tergabung di Grup N bersama sejumlah tim yang dipandang memiliki kekuatan kompetitif. Ayub menyebut Blitar dan Kediri sebagai dua daerah yang perlu mendapat perhatian lebih.

"Mungkin Blitar ya. Blitar sama Kediri untuk kuatnya," ujarnya.

Dari sisi kesiapan, Ayub memastikan kondisi skuad secara umum berada dalam keadaan baik. Beberapa pemain juga disebut telah memiliki pengalaman bertanding.

"Insyaallah semua fit, semua baik, semua siap untuk bertanding. Dan ada beberapa pemain yang memang sudah teruji," katanya.

Salah satu pemain yang mendapat perhatian adalah Farel. Pemain tersebut disebut Ayub memiliki pengalaman bermain di luar daerah sebelum bergabung memperkuat Persiga Trenggalek.

Persiapan tim juga telah memasuki tahap pemusatan latihan. Training camp (TC) mulai dijalani skuad Persiga U-17 sejak 5 Agustus 2026.

Untuk menambah atmosfer pertandingan sekaligus membuka akses masyarakat menyaksikan perjuangan pemain muda lokal, manajemen sementara merencanakan tiket pertandingan secara gratis.

"Kemungkinan saat ini masih gratis tiketnya. Jadi, semoga nanti penontonnya banyak dan bisa menghibur masyarakat Trenggalek," ujar Ayub.

Menurutnya, pertandingan Persiga U-17 menjadi salah satu agenda yang diharapkan dapat menarik perhatian masyarakat Trenggalek.

Untuk jadwal pertandingan, Persiga telah mempersiapkan diri menghadapi agenda Piala Soeratin pada Agustus 2026. Namun, kepastian jadwal masih menunggu informasi dari Asprov PSSI Jawa Timur.

"Jadwalnya tanggal 12, tapi kan kita juga menunggu dari Asprov juga," katanya.

Manajemen Persiga memang tidak menjanjikan bonus khusus apabila target lolos grup berhasil dicapai. Namun, seluruh pemain mendapatkan sepatu secara gratis sebagai bagian dari dukungan dan motivasi sebelum kompetisi dimulai.

"Kita tidak menjanjikan apa-apa, tetapi alhamdulillah tadi kita sudah memberikan sepatu gratis ke seluruh pemain. Itu untuk memotivasi sebelum bertanding. Karena kalau sebelum bertanding dia sudah dapat sepatu, dia akan ngotot untuk memenangkan pertandingan," lanjut Ayub.

Sementara itu, Pelatih Persiga U-17 Trenggalek, Bimo Romadhani, mengakui persiapan tim sempat menghadapi kendala lantaran sejumlah pemain masih terlibat dalam agenda pertandingan lain.

Para pemain baru bisa berkumpul lebih intensif sekitar satu pekan terakhir. Meski demikian, latihan rutin tetap berjalan sebelum skuad dapat berlatih secara lebih lengkap.

"Untuk dalam pertemuan minggu-minggu ini anak-anak baru bisa kumpul karena kemarin ada agenda yang mepet, acara turnamen kemerdekaan sama Trenggalek Student League yang diikuti anak-anak," jelas Bimo.

Keterbatasan waktu berkumpul tidak membuat Bimo kehilangan keyakinan terhadap kekompakan tim. Dalam dua hingga tiga kali pertemuan terakhir, para pemain dinilai mulai menemukan chemistry.

"Baru sekitar satu minggu ini anak-anak bisa kumpul dan alhamdulillah dalam dua sampai tiga pertemuan ini anak-anak sudah klop karena sebelum ada acara itu kita sudah melakukan latihan rutin juga," ujarnya.

Dari aspek fisik, beberapa pemain masih dalam tahap pemulihan setelah menjalani rangkaian pertandingan. Bimo menyebut sekitar lima hingga enam pemain mengalami cedera ringan.

"Untuk kondisi fisik ada sebagian pemain mungkin kelelahan fisik ya, sekitar lima sampai enam itu cedera-cedera ringan. Cedera mungkin untuk pertandingan di hari-H-nya insyaallah siap untuk bermain," katanya.

Bimo juga memastikan pemain yang menjadi bagian penting dalam skema tim siap diturunkan. Salah satunya Farel dari SMA 1 Trenggalek yang baru bergabung dan dinilai bisa menambah kekuatan skuad.

"Untuk pemain kunci insyaallah siap semua. Terus ini tadi ada yang terakhir gabung atas nama Farel dari SMA 1 itu, alhamdulillah bisa bergabung. Itu suntikan juga untuk tim kita di Soeratin 17 tahun ini," ungkapnya.

Bimo menilai PSBR Blitar Raya sebagai salah satu tim yang paling siap di Grup N. Selain itu, Kediri United juga menjadi perhatian karena memiliki catatan prestasi pada kelompok usia sebelumnya.

"Untuk dari empat tim yang kita lawan, tiga tim yang kita lawan mungkin yang paling siap itu PSBR Blitar Raya, Kedua mungkin Kediri United yang kemarin juga juara U-16 Liga Top Skor Soeratin," lanjutnya.

Meski demikian, Persiga tidak membebani pemain dengan target jumlah gol tertentu. Fokus utama yang diberikan kepada skuad adalah meraih kemenangan dalam setiap pertandingan.

"Untuk target skor mungkin kita enggak punya target banyak atau sedikit, yang penting kita targetkan untuk setiap pertandingan menang," tegasnya.

Sebelum memasuki persaingan Grup N, Persiga U-17 telah menguji kekuatan melalui dua pertandingan tandang. Masing-masing pertandingan digelar di Tulungagung dan Kediri.

Dua laga uji tanding tersebut menjadi bagian dari persiapan Persiga untuk mengukur kesiapan skuad sebelum benar-benar turun dalam persaingan Piala Soeratin U-17.

Ikuti WhatsApp Channel

Dapatkan berita terbaru langsung di WhatsApp!

Join Channel

Advertisement

Artikel Terkait