Dukung Program Bergizi Gratis, Tanam Sayur dengan Teknik Hidroponik
Metode bercocok tanam tanpa tanah yang memiliki banyak keunggulan.
11 Feb 2025 • 08:00 WIB
Teknik hidroponik untuk menghasilkan tanamam lebih sehat. (Pexels.com/Anna Tarazevich)
KBRT - Teknologi hidroponik merupakan metode bercocok tanam tanpa tanah, tetapi menggunakan larutan nutrisi sebagai sumber. Teknologi hidroponik memiliki banyak keunggulan dibandingkan dengan teknik bertanam secara tradisional.
Keunggulan hidroponik antara lain ramah lingkungan, produk yang dihasilkan higienis, pertumbuhan tanaman lebih cepat, kualitas hasil tanaman dapat terjaga, dan kuantitas dapat lebih meningkat.
Sayuran yang diproduksi dengan sistem hidroponik juga menjadi lebih sehat karena terbebas dari kontaminasi logam berat industri yang ada di dalam tanah, segar dan tahan lama, serta mudah dicerna.
Advertisement
Seiring dengan perkembangan zaman dan peningkatan pengetahuan masyarakat akan pentingnya kesehatan, sayuran yang diproduksi dengan tidak menggunakan pestisida mulai dipilih untuk dikonsumsi sehari-hari.
Peningkatan jumlah penduduk dan disertai dengan kesadaran tinggi akan produk yang bersih dan higienis menjadi peluang pasar yang amat besar.
Saat ini, penduduk kota besar terutama kalangan atas memiliki kecenderungan untuk memperbaiki kualitas hidup mereka. Penggunaan produk-produk berkualitas memberikan rasa nyaman bagi penggunanya.
Sayuran yang dihasilkan dengan menggunakan teknologi hidroponik memiliki kualitas yang lebih baik dibandingkan sayuran konvensional. Hal inilah yang membuat teknik ini cocok dilakukan untuk memenuhi kebutuhan sayuran pada program makan bergizi gratis.
Ada 3 cara hidroponik yang paling terkenal seperti dilansir dari buku Teknik Hidroponik karya Tim Mitra Agro Sejati.
NFT (Nutrient Film Technique)
Seperti membuat selokan dari pipa yang dilubangi. Akar tanaman langsung terkena air yang sudah berisi nutrisi hara. Cocok untuk sayuran seperti bayam.
Wick System
Mirip NFT, biasanya pipanya tidak dijadikan selokan tetapi dipotong separo. Lalu ditaruh di wadah yang ada air, unsur hara, dan sekamnya.
Air Tetes
Menanam di polybag yang diisi sekam padi. Lalu air bernutrisi hara diatur supaya menetes sedikit demi sedikit.
Menanam sayur dengan teknik ini disarankan karena jika kebutuhan nutrisi pada tanaman hidroponik dikelola dengan baik, maka pestisida tidak dibutuhkan lagi. Dampaknya, tidak ada residu pestisida yang ada pada pembuangan media airnya, sehingga terjamin keamanannya untuk dikonsumsi siswa.
Ikuti WhatsApp Channel
Dapatkan berita terbaru langsung di WhatsApp!
TAGS
Advertisement
Artikel Terkait
Tanaman Ludes Dimakan Hama Tikus, Petani Trenggalek Rugi Rp. 4,5 Juta
Kabupaten Trenggalek Manfaatkan Kredit Usaha Rakyat untuk Bangun Sektor Pertanian
Pulihkan Ekonomi di Tengah Pandemi, Pemkab Trenggalek Revisi Raperda RTRW untuk Permudah Investasi Masuk
Punya Timbangan untuk Jualan? Diskomidag Trenggalek Buka Tera Gratis Keliling 14 Kecamatan
Geopark Trenggalek Disiapkan Jadi Mesin Ekonomi Baru, Sekaligus Benteng Kawasan Kars