Kabar Trenggalek - Informasi Berita Trenggalek Terbaru Hari iniKabar Trenggalek - Informasi Berita Trenggalek Terbaru Hari ini

Press ESC / Click X icon to close

Kabar Trenggalek - Informasi Berita Trenggalek Terbaru Hari iniKabar Trenggalek - Informasi Berita Trenggalek Terbaru Hari ini
LoginKirim Artikel

Desa-desa di Trenggalek Mulai Terima Kendaraan Operasional KDMP

Sebanyak 15 Koperasi Desa Merah Putih di Trenggalek mulai menerima bantuan truk dan motor roda tiga untuk mendukung operasional ekonomi desa.

Poin Penting

  • Sebanyak 30 motor roda tiga mulai dibagikan ke 15 KDMP di Trenggalek.
  • Setiap koperasi yang bangunannya selesai mendapat satu truk dan dua motor roda tiga.
  • Kendaraan operasional masih berstatus titipan dari PT Agrinas.

TRENGGALEK — Program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Trenggalek mulai kelihatan bentuk nyatanya. Setelah sebelumnya mendapat distribusi truk operasional, kini puluhan motor roda tiga mulai dikirim ke sejumlah desa yang bangunan koperasinya sudah rampung.

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perdagangan Trenggalek, Saniran, mengatakan percepatan pembangunan dan distribusi sarana KDMP terus berjalan di berbagai wilayah.

Menurutnya, sebanyak 30 unit motor roda tiga merek Viar sudah mulai disalurkan kepada 15 koperasi desa penerima.

“Kemarin tambah lagi 30 motor roda tiga kepada 15 KDMP. Jadi setiap KDMP yang sudah selesai bangunannya mendapat satu truk dan dua motor roda tiga,” ujar Saniran.

Sebelumnya, pada April 2026 lalu, sebanyak 14 unit truk Mitsubishi Fuso juga sudah lebih dulu didistribusikan untuk mendukung aktivitas ekonomi desa.

Tak cuma kendaraan operasional, perlengkapan lain seperti etalase untuk kebutuhan koperasi juga mulai berdatangan ke desa-desa penerima. Namun, proses pengirimannya dilakukan langsung oleh pihak lain.

“Kalau yang sejenis etalase juga sudah ada yang dropping, tapi pengirimannya tidak melalui dinas, melainkan melalui TNI,” jelas Saniran.

Meski fasilitas operasional mulai diterima koperasi, status kendaraan tersebut ternyata belum resmi menjadi aset desa maupun koperasi.

Saniran menjelaskan, berdasarkan berita acara serah terima, kendaraan masih berstatus titipan dari PT Agrinas kepada koperasi penerima untuk sementara waktu.

ADVERTISEMENT

“Kalau saya membaca berita acara serah terimanya, kendaraan itu sifatnya titipan dari PT Agrinas kepada koperasi untuk dilakukan pemeliharaan,” katanya.

Ia menyebut penerima kendaraan dalam dokumen tersebut adalah ketua KDMP masing-masing desa dengan diketahui kepala desa serta pihak terkait lainnya.

“Jadi belum menjadi aset desa ataupun aset koperasi,” imbuhnya.

Sementara itu, terkait kabar manajemen operasional KDMP akan dikelola pihak tertentu selama dua tahun, Saniran mengaku pihaknya belum menerima aturan resmi mengenai skema tersebut.

“Saya juga mendengar dari berita dan media. Tapi secara regulasi kami belum mendapat informasi resmi,” ujarnya.

Soal rekrutmen manajer KDMP, ia memastikan proses seleksi tidak dilakukan pemerintah daerah. Pemkab hanya membantu menyebarkan informasi pendaftaran dari pemerintah pusat.

“Yang sudah daftar kemarin diinformasikan telah mengikuti seleksi di BKN Regional II Jawa Timur. Selanjutnya mengikuti tes CAT di BKN Jakarta,” terangnya.

Adapun 15 KDMP yang telah menerima kendaraan operasional tersebar di sejumlah kecamatan di Trenggalek, mulai Karangan, Gandusari, Durenan, Panggul hingga Suruh.

Beberapa desa penerima di antaranya Desa Tegaren dan Ngepeh di Kecamatan Tugu, Desa Sukorejo dan Widoro di Gandusari, hingga Desa Wonocoyo dan Terbis di Kecamatan Panggul.

Kabar Trenggalek - Politik

Editor: Zamz