Data Minat Baca Provinsi Jawa Timur. Surabaya Raih Peringkat Nomor 1
Minat baca warga Jawa Timur meningkat signifikan lima tahun terakhir, dengan Surabaya mencatat skor tertinggi 100 poin pada 2024.
29 Oct 2025 • 02:00 WIB
Minat baca di Trenggalek mengalami kenaikan. KBRT/Zamz
Ringkasan
- Minat baca masyarakat Jawa Timur naik menjadi 78 persen pada 2024.
- Surabaya catat skor tertinggi 100 poin, disusul Kediri dan Madiun.
KBRT – Minat baca masyarakat Provinsi Jawa Timur dalam lima tahun terakhir mengalami peningkatan signifikan. Berdasarkan data Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Jawa Timur, Surabaya mencatat skor tertinggi dengan nilai sempurna 100 poin pada 2024.
Pelaksana tugas (Plt) Sekretaris Dispusip Jawa Timur, Muhamad Arif Widodo, mengatakan minat baca masyarakat Jawa Timur mencapai 78 persen pada 2024. Angka ini naik dari 69,78 persen pada 2023 berdasarkan data Perpustakaan Nasional (Perpusnas).
“Peningkatan ini terlihat dari bertambahnya kunjungan masyarakat ke perpustakaan dan makin banyaknya kegiatan literasi yang diinisiasi pemerintah maupun komunitas,” ujar Arif.
Menurutnya, salah satu faktor yang mendorong peningkatan minat baca adalah kembalinya aktivitas masyarakat ke perpustakaan setelah pandemi COVID-19. Selain itu, tumbuhnya kesadaran literasi di kalangan pelajar dan komunitas juga turut mendukung tren positif ini.
“Pasca pandemi, kami mencatat lonjakan kunjungan ke perpustakaan di berbagai daerah. Artinya, masyarakat mulai memanfaatkan fasilitas publik untuk membaca dan belajar,” tambahnya.
Data Minat Baca Provinsi Jawa Timur 2024
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Kota Surabaya menjadi daerah dengan skor tertinggi, yakni 100 poin.
Beberapa daerah lain juga mencatat angka tinggi, antara lain:
Kota Kediri: 99,34 poin
Kota Madiun: 96,53 poin
Banyuwangi: 88,73 poin
Kota Mojokerto: 87,52 poin
Bojonegoro: 84,53 poin
Sidoarjo: 83,97 poin
Sementara Kabupaten Trenggalek mencatat skor 74,88 poin, berada di posisi menengah dari 38 kabupaten/kota di Jawa Timur.
Arif berharap peningkatan ini tidak hanya berhenti pada kebiasaan membaca, tetapi juga berkembang ke arah literasi digital dan budaya menulis.
“Literasi bukan hanya membaca buku, tetapi juga kemampuan memahami informasi dan mengekspresikannya. Kami dorong masyarakat agar gemar membaca sekaligus menulis,” tutup Arif.
Ikuti WhatsApp Channel
Dapatkan berita terbaru langsung di WhatsApp!
TAGS
Artikel Terkait
Masalah Bansos, Kini Warga Bisa Lakukan Usul dan Sanggah Lewat Aplikasi Cek Bansos
Jembatan Tak Bisa Dilewati, Selisih Jarak Menuju Trenggalek Kota Hanya Satu Menit