Kabar Trenggalek - Informasi Berita Trenggalek Terbaru Hari iniKabar Trenggalek - Informasi Berita Trenggalek Terbaru Hari ini

Press ESC / Click X icon to close

Kabar Trenggalek - Informasi Berita Trenggalek Terbaru Hari iniKabar Trenggalek - Informasi Berita Trenggalek Terbaru Hari ini
LoginKirim Artikel

Waktu Penggantian Air Radiator Motor yang Tepat, Jangan Sampai Salah Langkah

KBRT - Sepeda motor dengan mesin berkapasitas tinggi, biasanya akan mengalami panas berlebih hingga dapat membuat beberapa komponen mesin mengalami kerusakan. Oleh karena itu, beberapa diantaranya dibekali dengan pendingin atau coolant yang berupa air radiator.

Dalam beberapa kasus, lupa mengganti air radiator dapat menyebabkan motor mengalami kerusakan akibat overheat, hingga akhirnya mengalami turun mesin untuk melakukan perbaikan secara menyeluruh.

Supaya kalian tidak mengalami masalah tersebut, oleh karena itu kali ini kami akan membagikan sedikit tips dan penjelasan tentang penggantian air radiator. Yuk simak ulasan di bawah ini:

Pengertian Air Radiator

Air radiator, adalah cairan khusus yang dirancang untuk mendinginkan mesin kendaraan dan menjaga suhu kerja optimal, serta mencegah overheat. Komponen satu ini, sering disebut sebagai coolant bagi sebagian pengguna.

Berbeda dengan air biasa, air radiator mengandung senyawa kimia seperti Ethylene Glycol yang memiliki titik didih lebih tinggi, anti karat, dan anti busa. Oleh karena itu, mengganti air radiator tidak bisa menggunakan air biasa, dan harus menggunakan air khusus yang sudah ditentukan.

Fungsi Air Radiator

Air radiator memiliki 3 fungsi utama, dengan rincian sebagai berikut:

  1. Menyerap Panas

    Secara garis besar, cairan pendingin mesin tersebut akan menyerap panas yang bersirkulasi lewat water jacket di silinder dan kepala silinder, yang mana kemudian akan didorong menuju radiator.

    ADVERTISEMENT

    Di radiator, cairan akan tersebar ke pipa-pipa kecil yang sudah disediakan jalurnya, agar suhunya mengalami penurunan. Cairan yang sudah didinginkan pada radiator, akan berputar kembali ke area mesin, dan memulai siklus pendinginan secara berkala

  2. Mengetahui Kebocoran

    Water coolant biasanya berwarna hijau atau merah terang. Warna tersebut bukan sebagai penentu atau pembanding kualitas. Tapi untuk mempermudah kalian mengetahui adanya kebocoran.

    Jika terjadi kebocoran pada mesin dan sistem pendinginan, warna tersebut bisa membantu membedakan apakah cairan tersebut oli, cairan pendingin atau hanya tumpahan air saja.

  3. Menaikan Titik Didih dan Mencegah Karat

    Water coolant memiliki kandungan kimia yang disesuaikan dengan fungsinya. Kandungan kimia yang terdapat di dalamnya berfungsi untuk menaikan titik didih agar tidak mudah panas dan mencegah karat.

Lantas Kapan Waktu yang Tepat Mengganti Air Radiator?

Supaya air radiator kalian bekerja secara maksimal, gantilah setiap jarak tempuh mencapai 36,000 Km. Meski masa penggantian cukup lama, pemilik motor tetap harus mengecek dan mengisi kembali cairan pendingin setiap 12,000 Km.

Yang perlu diperhatikan saat akan memeriksa atau mengganti cairan adalah, lakukan pada saat mesin dalam kondisi dingin. Selain itu, gunakan juga cairan pendingin sesuai dengan rekomendasi pabrikan.

Dengan mengganti air radiator secara rutin, kalian sudah menghindari biaya perbaikan yang lebih parah di kemudian hari, akibat kerusakan parah pada mesin.

Kabar Trenggalek - Teknologi

Editor: Zamz