Kabar Trenggalek - Informasi Berita Trenggalek Terbaru Hari iniKabar Trenggalek - Informasi Berita Trenggalek Terbaru Hari ini

Press ESC / Click X icon to close

Kabar Trenggalek - Informasi Berita Trenggalek Terbaru Hari iniKabar Trenggalek - Informasi Berita Trenggalek Terbaru Hari ini
LoginKirim Artikel

Target Ambisius PDIP Trenggalek, Bidik Kursi DPRD dan Siapkan Calon Kepala Daerah Lagi

PDIP Trenggalek siapkan kader dan strategi sejak dini untuk Pilkada 2029, targetkan kursi DPRD ikut meningkat.

Poin Penting

  • PDIP mulai siapkan kader untuk Pilkada 2029
  • Target kursi DPRD naik dari 13 jadi 15–16
  • Fokus saat ini masih pada kerja nyata di masyarakat

TRENGGALEK - Meski masih beberapa tahun lagi, DPC PDI Perjuangan (PDIP) Trenggalek mulai memanaskan persiapan menghadapi Pilkada 2029. Partai berlambang banteng ini mengaku sudah mengantongi sejumlah kader yang dinilai potensial untuk maju sebagai calon kepala daerah.

Namun, nama-nama tersebut belum akan diumumkan dalam waktu dekat.

Sekretaris DPC PDIP Trenggalek, Doding Rahmadi, menyebut penentuan kandidat baru akan difinalisasi mendekati tahun politik.

“Pasti ada. Kita punya banyak kader, baik di DPR maupun di struktur partai. Tapi untuk nama, nanti satu tahun sebelum 2029 baru kita atur strateginya,” ujarnya.

Ia juga menyoroti perubahan aturan ambang batas pencalonan kepala daerah yang kini lebih rendah. Kondisi ini dinilai membuka peluang lebih luas bagi partai untuk mengusung calon secara mandiri.

Menurutnya, pengalaman pada Pilkada sebelumnya menjadi modal penting dalam menyusun strategi ke depan.

Di sisi lain, PDIP Trenggalek juga memasang target peningkatan kursi di DPRD pada Pemilu 2029. Dari saat ini yang berjumlah 13 kursi, partai menargetkan bisa bertambah menjadi 15 hingga 16 kursi.

ADVERTISEMENT

“Harapan kita bisa naik menjadi 15 sampai 16 kursi. Tapi nanti akan kita lihat situasi dan kondisi, bisa saja targetnya kita tingkatkan,” jelasnya.

Meski sudah mulai menyusun peta politik, Doding menegaskan fokus utama partai saat ini tetap pada kerja-kerja di lapangan.

Kader diminta aktif turun langsung ke masyarakat, termasuk mengawal isu sosial seperti kemiskinan dan layanan kesehatan.

Salah satu yang menjadi perhatian adalah penonaktifan BPJS bagi warga kurang mampu. PDIP berencana mendorong kader untuk membantu pendataan dan koordinasi agar layanan tersebut bisa kembali diakses.

“Kita fokus mengabdi dulu. Nanti satu tahun sebelum pemilu baru kita hitung strategi dan lawan,” tegasnya.

Terkait kemungkinan perubahan sistem pemilihan kepala daerah menjadi tidak langsung, PDIP Trenggalek menyatakan siap menyesuaikan strategi, termasuk membuka peluang kerja sama politik dengan partai lain di DPRD.

Kabar Trenggalek - Politik

Editor: Zamz