Kabar TrenggalekKabar Trenggalek
Kabar TrenggalekKabar Trenggalek

Press ESC / Click X icon to close

My Account

Tak Kunjung Dapat Perbaikan, Jembatan Tambakboyo Widoro Rawan Longsor Lagi

  • 23 Mar 2025 16:00 WIB
  • Google News

    KBRT - Jembatan Tambakboyo yang terletak 200 meter sebelah timur SMPN 2 Gandusari, menghubungkan Desa Widoro dan Karanganyar, mengalami longsor pada bagian pembatas dan dinding (plengsengan) akibat derasnya arus air.

    Arsito (53), warga RT 09 RW 02, Desa Widoro, mengatakan bahwa kerusakan jembatan ini sudah terjadi sejak lama. Namun, pada musim penghujan kali ini, longsoran tanah kembali bertambah hingga menggerus badan jalan.

    "Hampir satu meter lebar jalan ikut amblas lagi di musim penghujan ini. Masyarakat sekitar yang peduli sampai memasang pembatas bambu agar tidak mencelakakan pengguna jalan," ujarnya.

    Arsito ditemui saat sedang memancing bersama anaknya di tepi jembatan. Menurutnya, meskipun jalur di jembatan Tambakboyo tidak sepadat jalan lain, keberadaannya tetap krusial karena menghubungkan dua desa dan berdekatan dengan sekolah.

    "Jembatan dan jalan ini memang tidak seramai jalan lain. Namun, kalau sudah masuk musim sekolah, jembatan ini menjadi padat karena banyak dilewati pelajar," ungkapnya.

    Ia mengingat bahwa terakhir kali jembatan Tambakboyo mendapatkan perbaikan sekitar lima tahun lalu oleh pemerintah kabupaten. Kini, kedua sisi jembatan sudah mengalami kerusakan yang semakin parah.

    ADVERTISEMENT
    Migunani

    "Sisi barat sudah lama longsor, sekarang bertambah parah. Plengsengan sisi timur juga terlihat sudah tidak menyatu dengan tanah," tandasnya.

    Arsito menambahkan bahwa status kepemilikan jembatan yang berada di dua desa menjadi salah satu alasan kurangnya perhatian terhadap perawatan jalan dan jembatan tersebut. Selain itu, minimnya penerangan jalan di malam hari membuat kondisi semakin berbahaya bagi pengguna jalan.

    "Dulu ada lampu penerangan, tapi setelah rusak tidak ada yang mau memperbaiki. Akhirnya, terbengkalai sampai sekarang," ungkapnya.

    Selain masalah infrastruktur, Arsito juga mengeluhkan kotornya sungai di sekitar jembatan akibat ulah warga yang membuang sampah sembarangan. Ia bercerita bahwa dulu pernah ada peraturan yang melarang pembuangan sampah ke sungai dengan ancaman denda bagi pelanggar.

    "Warga kecil memang tidak berani buang sampah ke sungai lagi. Tapi saya kerap melihat yang buang sampah itu justru warga yang pakai mobil. Mereka sengaja lewat jembatan untuk membuang sampah," pungkasnya.

    Kabar Trenggalek - Peristiwa

    Editor:Lek Zur

    ADVERTISEMENT
    Lodho Ayam Pak Yusuf