KBRT - Salah satu dimensi keberkahan Ramadan adalah momentum latihan spiritual. Ramadan adalah waktu yang tepat untuk melatih spiritualitas seperti kelembutan jiwa, kepekaan batin, dan internalisasi spirit ilahi kedalam kehidupan.
Ramadan dengan berbagai aktivitas ibadah di dalamnya, merupakan jembatan yang akan mempermudah melakukan kontemplasi spiritual. Ada banyak riyadhah (latihan) spiritual seperti melatih sabar, ikhlas, syukur dan lainnya tersaji semuanya selama Ramadan.
Berikut latihan spiritual yang direkomendasikan dijalankan di bulan Ramadan dilansir dari buku Kontemplasi Ramadan karya Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A.
Daftar Isi [Show]
Mengontrol Dua Sayap Kehidupan
Dalam kosmologi Islam dikenal ada dua sayap kehidupan yang dapat mengantarkan seorang muslim menuju maqam tertinggi di sisi Allah. Keduanya adalah sayap sabar dan sayap syukur. Keduanya banyak dibahas dalam berbagai ceramah keagamaan, hal ini menunjukkan bahwa sabar dan syukur amat sangat penting bagi setiap muslim untuk menjalani tugasnya sebagai khalifah.
Sifat sabar terbentuk dari ketabahan seseorang menerima cobaan berat seperti musibah, penyakit kronis, penderitaan panjang, dan kekecewaan hidup. Sedangkan sayap syukur terbentuk dari kemampuan seseorang untuk secara telaten mensyukuri berbagai karunia dan nikmat Tuhan, seperti mendapatkan rezeki melimpah, jabatan penting, dan kesehatan prima.
Dalam perspektif tasawuf, jika seseorang dapat menggabungkan sabar dan sayap dalam kehidupannya, itu akan mengorbitkannya mendekati Tuhan. Sabar dan syukur ibarat dua sisi mata uang yang menjadikannya begitu berharga di mata Allah.
Memaknai Musibah dan Penderitaan
Salah satu momen terbaik Ramadan adalah meningkatkan kontemplasi tentang musibah atau penderitaan. Penderitaan adalah salah satu ujian kenaikan kelas. Tanpa ujian biasanya tidak ada kenaikan kelas.
Hanya saja masih jarang orang menyadari bahwa musibah dan penderitaan adalah ujian kenaikan kelas. Jikalau kita merenung dan berkontemplasi sejenak, memang benar bahwa di balik setiap musibah dan penderitaan selalu ada rahasia Tuhan yang sulit ditebak.
Musibah, bala, kekecewaan, dan ketidaknyamanan bisa diubah menjadi sebuah kenyamanan jika suasana batin aktif di dalam hati seseorang. Musibah dan penderitaan yang seharusnya menjadi sesuatu yang merepotkan, mengecewakan, menyakitkan, dan memalukan tetapi ada orang yang berhasil menjadikannya sebagai suatu kenikmatan.
Penderitaan, rasa sakit, kecewa, malu, menderita, dan tertekan hanyalah masalah psikologis. Musibah bisa diajak berkompromi. Musibah bisa dijadikan batu loncatan untuk naik lebih tinggi dari tempat semula. Banyak contoh dalam kehidupan kita musibah dijadikan sebagai hikmah untuk lebih maju, kreatif, dan berhasil.
Menajamkan Imajinasi Spiritual
Latihan selama Ramadan yang juga bisa nikmati adalah menajamkan imajinasi spiritual. Kekuatan imajinasi spiritual (the Power of spiritual imagination) yang lebih dikenal quwwah al-khayaliyyah oleh para praktisi tasawuf, ialah kemampuan bagi seseorang untuk melakukan kontemplasi yang sangat tinggi (khawash al-khawash), imajinasinya mampu menembus dan melampaui batas alam syahadah.
Ia sudah memiliki kemampuan untuk mengakses alam antara (alam barzakh),yaitu suatu alam yang berada antara alam syahadah mutlak dan alam gaib mutlak.
Kekuatan imajinasi bisa menembus lebih jauh dari alam barzakh (secara literal berarti antara). Ia bisa menembus alam-alam yang lebih tinggi berikutnya, seperti alam malakut (alamnya para malaikat), alam jabarut (alam roh), dan bahkan bisa melakukan mi’raj sampai ke puncak.
Di dalam perspektif tasawuf, seolah tidak dikenal alam gaib dalam arti alam yang di luar kemampuan kognitif manusia untuk memahaminyaatau alam yang yang tak teridentifikasi (unidentifying worlds).
Sahabat Spiritual (Shuhbah)
Selama Ramadan, ada banyak aktivitas ibadah yang dilakukan secara berjamaah. Mulai shalat tarawih, tadarus hingga sahur dan buka bersama.
Ramadan adalah momen yang membahagiakan setiap kita untuk berkumpul bersama teman atau tetangga. Ramadan mendekatkan yang jauh dan merekatkan yang sudah sangat dekat.
Ramadan adalah momentum untuk menemukan sahabat spiritual. Dalam ilmu tasawuf, as-shuhbah sangat dibutuhkan oleh setiap orang. Orang yang tidak memiliki sahabat spiritual dikhawatirkan hidupnya akan menjadi kering, gersang, dan menghabiskan umurnya tanpa mencapai apa yang diharapkan.
Sahabat spiritual dirasakan keberadaannya di dalam hati. Mereka mungkin agak berbeda dengan sahabat-sahabat pragmatis kita di lingkungan kerja dan paguyuban lainnya. Persahabatan spiritual merupakan prasyarat untuk lahirnya sebuah masyarakat yang santun dan terhormat.
Jikalau sahabat spiritual hilang di dalam masyarakat maka berkah dalam kehidupan bermasyarakat itu pun akan hilang. Sahabat spiritual adalah utusan Tuhan untuk menyadarkan diri kita agar mengarah ke jalan yang benar.
Sesungguhnya, panggilan Tuhan untuk kita muncul melalui mulut sahabat spiritual. Sahabat spiritual selalu mendampingi kita, baik ketika jatuh ke lembah kehinaan dosa maupun ketika di puncak maqam spiritual. Apabila Tuhan mencintai seseorang maka ia akan memperkenalkan kita dengan seorang sahabat spiritual.
Allah telah menjanjikan pahala berlipat untuk setiap kebaikan di bulan Ramadan. Karena itulah, selama Ramadan kita diperintahkan untuk berlomba memperbanyak ibadah. Kita diperintahkan lebih banyak membaca Alquran, shalat sunah dan lainnya.
Semua ini menegaskan bahwa Ramadan adalah waktu yang tepat untuk mengumpulkan kebaikan.
Kabar Trenggalek - Pendidikan
Editor:Zamz