Luas Hutan Lindung per Kecamatan di Kabupaten Trenggalek
09 Jun 2026 • 13:00 WIB
KBRT - Kabupaten Trenggalek tidak hanya terkenal dengan keindahan garis pantainya, namun juga dengan kekayaan hutannya. Salah satu aset lingkungan yang menjaga sistem alam di Kabupaten Trenggalek adalah hutan lindung.
Dikelola langsung oleh pemerintah, hutan lindung berperan penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem kawasan hutan, meliputi mengatur tata air, mencegah banjir, mengendalikan erosi, mencegah intrusi air laut, serta memelihara kesuburan tanah.
Dilansir dari laman BPS Trenggalek, mereka telah mengumpulkan data resmi dari Cabang Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Timur, terkait total luas hutan lindung di Kabupaten Trenggalek yang tercatat mencapai 43.397,63 hektar.
Advertisement
Persebaran lahan hijau ini sangat bervariasi di setiap wilayah. Untuk detail lebih lengkapnya, kalian dapat menyimak ulasan di bawah ini:
Luas Hutan Lindung per Kecamatan
Perbedaan luas lahan ini, salah satunya dipengaruhi oleh topografi wilayah Trenggalek. Kecamatan yang berada di dataran rendah, cenderung memiliki lahan hutan yang sempit karena dialokasikan untuk pemukiman. Hal ini, juga berlaku secara kebalikannya.
Berikut adalah rincian luas hutan rakyat menurut kecamatan di Kabupaten Trenggalek dalam satuan hektar:
Kawasan Hutan Rakyat Sangat Luas
- Panggul: 5.897,15 ha
- Dongko: 5.832,00 ha
- Bendungan: 5.719,80 ha
- Watulimo: 4.753,90 ha
- Kampak: 4.279,10 ha
Kawasan Hutan Rakyat Skala Menengah
- Pule: 3.978,60 ha
- Munjungan: 3.545,00 ha
- Tugu: 2.289,18 ha
- Suruh: 2.070,20 ha
- Trenggalek: 1.664,90 ha
- Gandusari: 1.393,50 ha
Kawasan Hutan Rakyat Terbatas
- Durenan: 729,20 ha
- Karangan: 632,30 ha
- Pogalan: 612,80 ha
Perbandingan Luas Wilayah
Jika kita bedah data di atas, Kecamatan Panggul menempati posisi teratas sebagai pemilik hutan rakyat terluas dengan 5.897,15 hektar, disusul ketat oleh Dongko dengan luas 5.832,00 hektar, dan Bendungan seluas 5.719,80 hektar.
Tingginya angka di tiga wilayah ini, menunjukkan bahwa masyarakat setempat sangat aktif dalam budidaya tanaman keras seperti sengon, jati, maupun komoditas perkebunan.
Sebaliknya, tiga kecamatan seperti Durenan, Karangan, dan Pogalan memiliki luas hutan rakyat terkecil di bawah 1.000 hektar. Hal ini merupakan sesuatu yang wajar, mengingat wilayah-wilayah tersebut didominasi oleh area persawahan, pusat perdagangan, dan pemukiman.
Ikuti WhatsApp Channel
Dapatkan berita terbaru langsung di WhatsApp!
TAGS
Advertisement