KBRT - Bagi pemilik motor Honda modern seperti Vario, PCX, ADV, hingga CBR, sistem pendingin cairan (liquid cooling) pada motor-motor tersebut, adalah komponen vital yang harus selalu diperhatikan secara rutin.
Dalam dunia otomotif, tak jarang muncul sebuah pertanyaan akan perlu atau tidaknya mengganti air radiator secara berkala. Jawaban dari pertanyaan tersebut adalah iya, dan ini merupakan salah satu hal wajib yang perlu dilakukan dengan rutin selain mengganti oli mesin.
Mengabaikan kondisi cairan pendingin, sama saja dengan membiarkan mesin motor kalian menghadapi risiko kerusakan serius akibat panas berlebih. Oleh karena itu, kali ini kami akan membagikan sedikit tips dalam mengganti air radiator pada motor.
Daftar Isi [Show]
Fungsi Coolant pada Mesin Motor
Sistem pendingin, bekerja layaknya sistem pengatur suhu ruangan untuk mesin. Saat kendaraan dioperasikan, mesin akan menghasilkan panas yang sangat tinggi. Di sinilah peran coolant atau cairan radiator diperlukan. Cairan ini bersirkulasi menyerap panas dari blok mesin dan membuangnya melalui kisi-kisi radiator.
Berbeda dengan air mineral biasa, Honda Pre-mix Coolant memiliki formula khusus dengan titik didih yang lebih tinggi dan titik beku yang rendah. Selain itu, terdapat aditif anti-karat yang melindungi komponen logam di dalam mesin dari korosi.
Mengapa Penggantian Berkala Itu Wajib?
Cairan pendingin tidak memiliki masa pakai selamanya. Seiring waktu, kualitas kimiawinya akan menurun. Berikut adalah alasan mengapa kalian harus disiplin melakukan penggantian:
- Aditif Anti-Karat Bisa Habis: Inhibitor di dalam coolant berfungsi mencegah korosi pada radiator dan pompa air. Jika aditif ini, logam akan mulai berkarat dan menyumbat saluran radiator.
- Menjaga Titik Didih Tetap Optimal: Coolant yang sudah terdegradasi tidak lagi efektif menahan panas. Hal ini membuat mesin cepat mengalami overheat, terutama saat terjebak kemacetan panjang.
- Mencegah Kerusakan Pompa Air: Cairan yang terkontaminasi dapat bersifat abrasif, yang berpotensi merusak seal dan bantalan pompa air, sehingga sirkulasi pendingin terhenti sepenuhnya.
Panduan Perawatan
Agar performa motor tetap terjaga, ada beberapa langkah preventif yang bisa kalian lakukan. Langkah-langkah tersebut, meliputi sebagai berikut:
- Secara umum, Honda merekomendasikan penggantian coolant setiap 2 tahun atau 24.000 km, tergantung mana yang tercapai lebih dulu.
- Hindari mencampur merek coolant. Gunakan cairan pendingin resmi seperti kode part 08CLAH50500 yang sudah diformulasikan khusus untuk material mesin Honda.
- Pastikan cairan di tabung cadangan berada di antara garis Low dan Full. Jika cairan terlihat keruh atau kecoklatan, segera kuras dan ganti dengan yang baru.
Melakukan perawatan pada sistem pendingin adalah investasi murah untuk mencegah biaya turun mesin yang mahal. Jangan menunggu hingga lampu indikator suhu menyala atau mesin terasa sangat panas.
Bagi kalian pengguna motor Honda, lakukan pengecekan rutin di bengkel resmi AHASS untuk memastikan proses pengurasan dilakukan secara profesional tanpa meninggalkan gelembung udara dalam sistem.
Kabar Trenggalek - Teknologi
Editor: Zamz




















