Kabar Trenggalek - Informasi Berita Trenggalek Terbaru Hari iniKabar Trenggalek - Informasi Berita Trenggalek Terbaru Hari ini

Press ESC / Click X icon to close

Kabar Trenggalek - Informasi Berita Trenggalek Terbaru Hari iniKabar Trenggalek - Informasi Berita Trenggalek Terbaru Hari ini
LoginKirim Artikel

Dulu Sering Nangis karena Capek Mondok, Siswi Asal Dongko Kini Lolos Sekolah Favorit di Madiun

Ghense Chila Sasongko, siswi asal Dongko Trenggalek, berhasil lolos SMAN 3 Taruna Angkasa Madiun setelah dua tahun sekolah sambil mondok.

Poin Penting

  • Chila menjalani sekolah sambil mondok sejak kelas VII di Trenggalek.
  • Ia sempat merasa lelah hingga ingin menyerah karena aktivitas padat.
  • Perjuangannya berbuah lolos ke SMAN 3 Taruna Angkasa Madiun.

DONGKO, TRENGGALEK - Perjuangan Ghense Chila Sasongko buat mengejar sekolah impiannya nggak bisa dibilang gampang. Siswi asal Kecamatan Dongko, Trenggalek itu harus menjalani hari-hari padat sejak kelas VII: sekolah sambil mondok, tugas numpuk, sampai bolak-balik perjalanan jauh demi masa depan yang diinginkan.

Namun semua lelah itu akhirnya terbayar. Lulusan MTs Negeri 1 Trenggalek tersebut sukses lolos ke SMAN 3 Taruna Angkasa Madiun, salah satu sekolah favorit yang cukup diminati pelajar di Jawa Timur.

Kisah Chila mencuri perhatian saat acara purnawiyata MTsN 1 Trenggalek tahun ajaran 2025/2026, Rabu (13/05/2026). Di depan ratusan siswa dan wali murid, ia menceritakan perjalanan sekolahnya selama tiga tahun terakhir.

Bukan cuma soal belajar, Chila mengaku banyak pengalaman baru yang didapat selama sekolah di MTsN 1 Trenggalek. Mulai dari punya teman dari berbagai daerah di Trenggalek sampai menyalurkan minat di dunia tari dan fashion show.

“Saya memiliki banyak teman dari berbagai pelosok Trenggalek. Di MTsN 1 ini, saya juga bebas mengembangkan bakat menari dan fashion show,” ujar Chila.

Selama duduk di bangku MTs, Chila juga tinggal di Pondok Pesantren Pelajar dan Mahasiswa Baitul Qur'an Alfarisy (BQA), Kelurahan Tamanan, Trenggalek. Aktivitas sekolah dan pondok dijalani bersamaan selama dua tahun.

Rutinitas padat itu sempat membuatnya kewalahan. Bahkan, ia mengaku pernah berada di titik ingin menyerah karena kelelahan.

“Kadang saya merasa sangat capek hingga ingin menangis, tapi banyak momen serunya. Kalau kesulitan mengerjakan tugas sekolah, teman-teman dan kakak kelas di pondok selalu sigap membantu,” kenangnya.

Menurut Chila, lingkungan pondok justru membantu dirinya lebih cepat memahami pelajaran agama di sekolah seperti Bahasa Arab dan Fikih.

Memasuki kelas IX, ia memutuskan keluar dari pondok agar bisa fokus mengejar target masuk sekolah unggulan di Kota Madiun. Sejak saat itu, Chila menjalani aktivitas pulang-pergi dari Dongko menuju pusat kota Trenggalek setiap hari.

ADVERTISEMENT

Perjalanan panjang itu akhirnya berbuah manis setelah dirinya dinyatakan lolos di SMAN 3 Taruna Angkasa Madiun, yang sebelumnya dikenal sebagai SMAN 3 Kota Madiun.

Ia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada guru dan pengasuh pondok yang selama ini mendampinginya belajar.

“Guru-gurunya sabar dan cara mengajarnya mudah dipahami, jadi saya lebih cepat mengerti pelajaran,” katanya.

Sementara itu, Kepala MTs Negeri 1 Trenggalek, Jamaludin Malik, mengatakan keberhasilan siswa masuk sekolah unggulan menjadi kebanggaan tersendiri bagi madrasah.

Menurutnya, selain Chila, ada sejumlah siswa lain yang juga berhasil lolos ke sekolah favorit seperti SMAN Taruna Nusantara hingga MAN Insan Cendekia Pasuruan.

“Ada satu kelas akselerasi dengan 13 siswa. Mereka tetap menempuh enam semester, tetapi menyelesaikannya dalam dua tahun karena memang masuk kategori peserta didik cerdas istimewa,” ujarnya.

MTsN 1 Trenggalek juga memiliki berbagai kegiatan ekstrakurikuler untuk mendukung pengembangan bakat siswa. Dalam acara purnawiyata tersebut, seluruh penampilan seni diisi langsung oleh para siswa.

“Mulai karawitan, keroncong, hadroh, tari hingga musik semuanya ditampilkan oleh siswa sendiri. Bahkan keroncong menjadi salah satu ekskul unggulan yang jarang dimiliki sekolah lain,” imbuhnya.

Prosesi purnawiyata tahun ini diikuti sebanyak 388 siswa kelas IX. Sekolah juga memberikan penghargaan bagi siswa berprestasi di bidang akademik maupun nonakademik.

Kabar Trenggalek - Pendidikan

Editor: Zamz