Bupati Trenggalek tertahan di Arab Saudi, Rute Udara Ditutup Dampak Konflik Timur Tengah
Bupati Trenggalek Mas Ipin belum bisa pulang dari umrah karena penutupan jalur udara imbas konflik Iran–Israel–AS. Jadwal kepulangan resmi mundur
03 Mar 2026 • 01:00 WIB
Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin masih tertahan di arab saudi. KBRT/Zamz
Ringkasan
- Penutupan wilayah udara akibat konflik Timur Tengah bikin jadwal pulang Mas Ipin mundur.
- DPRD dan Pemkab sudah berkomunikasi langsung memastikan kondisi aman.
- Ribuan jemaah umrah Indonesia juga terdampak pembatalan dan penundaan penerbangan.
KBRT - Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin atau Mas Ipin belum dapat kembali ke Indonesia sesuai jadwal setelah menunaikan ibadah umrah di Arab Saudi. Penundaan itu dipicu penutupan sejumlah jalur udara internasional menyusul eskalasi konflik geopolitik di Timur Tengah yang melibatkan Iran, Israel, dan Amerika Serikat.
Mas Ipin berangkat umrah bersama istri dan rombongan. Hingga kini, mereka masih menunggu kepastian penerbangan karena maskapai menunda bahkan membatalkan sejumlah jadwal demi alasan keselamatan.
Wakil Bupati Trenggalek, Syah Muhammad Natanegara, membenarkan kondisi tersebut. Menurutnya, otoritas penerbangan menutup wilayah udara di zona konflik sehingga tidak ada pesawat yang berani melintasi area berisiko.
“Kita bisa melihat dari berbagai informasi, tidak ada pesawat yang berani melintasi wilayah konflik. Jadi sampai saat ini memang belum ada kepastian kapan beliau bisa kembali ke tanah air,” ungkap Syah.
Ketua DPRD Trenggalek, Doding Rahmadi, menyampaikan kepulangan bupati resmi tertunda. Ia mengaku telah berkomunikasi langsung dengan Mas Ipin untuk memastikan situasi terkini.
“Tadi malam kami sempat berkomunikasi. Beliau menyampaikan belum bisa pulang karena pesawat memang belum tersedia akibat penutupan jalur udara,” jelas Doding.
Menurutnya, faktor keamanan global berada di luar kendali pemerintah daerah. Ia berharap rute penerbangan dari Arab Saudi segera dibuka kembali setelah situasi dinyatakan aman.
Syah juga mengajak masyarakat Trenggalek untuk turut mendoakan keselamatan seluruh jemaah yang masih berada di Tanah Suci.
“Semoga situasi di Timur Tengah segera membaik dan semuanya bisa pulang dengan selamat,” tambahnya.
Penutupan jalur udara tak hanya berdampak pada kepala daerah. Ribuan jemaah umrah asal Indonesia disebut ikut terdampak karena maskapai internasional memilih mengalihkan rute atau menghentikan operasional sementara demi menghindari risiko konflik.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada kepastian resmi terkait jadwal normalisasi penerbangan dari Arab Saudi menuju Indonesia. Pemerintah daerah memastikan terus memantau perkembangan situasi dan berkoordinasi dengan pihak terkait.
Ikuti WhatsApp Channel
Dapatkan berita terbaru langsung di WhatsApp!
TAGS
Artikel Terkait
Cara Unik Rayakan Kemerdekaan, Warga Desa Widoro Trenggalek Gelar Upacara di Tengah Sawah
Viral Video Mantan Datangi Pesta Perkawinan di Trenggalek Naik Heli, Begini Fakta Sebenarnya