Belum Digelar, Kejuaraan Pencak Silat Trenggalek Sudah Diikuti 500 Pesilat

Kejuaraan Terbuka Pencak Silat IPSI Trenggalek digelar 25-26 Juli 2026. Sebanyak 500 pesilat dari berbagai daerah sudah mendaftar mengikuti ajang tersebut.

Belum Digelar, Kejuaraan Pencak Silat Trenggalek Sudah Diikuti 500 Pesilat

Ketua IPSI Kabupaten Trenggalek, Sigid Agus Hari Basoeki. KBRT/Zamz

Ringkasan

  • 500 pesilat sudah mendaftar.
  • Peserta datang dari berbagai daerah.
  • Ajang jadi pembinaan atlet dan pelestarian budaya.

TRENGGALEK – Antusiasme terhadap Kejuaraan Terbuka Pencak Silat di Kabupaten Trenggalek mulai terasa. Meski pertandingan baru akan digelar pada 25–26 Juli 2026, panitia mencatat sekitar 500 pesilat sudah memastikan diri ikut bertanding.

Ajang yang diselenggarakan Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kabupaten Trenggalek di GOR Gajah Putih itu tak hanya diikuti atlet lokal. Sejumlah kontingen dari luar daerah, seperti Kabupaten Kediri hingga Banyuwangi, juga telah mengonfirmasi keikutsertaan.

Ketua IPSI Kabupaten Trenggalek, Sigid Agus Hari Basoeki, mengatakan kejuaraan kali ini bukan sekadar Kejuaraan Kabupaten (Kejurkab), melainkan kejuaraan terbuka yang memberi kesempatan pesilat dari berbagai daerah untuk berkompetisi.

Advertisement

"Ini bukan Kejurkab, ini kejuaraan terbuka yang bisa diikuti oleh peserta baik dari dalam negeri maupun luar negeri," ujarnya.

Menurut Sigid, rangkaian kegiatan diawali dengan technical meeting sebelum pertandingan berlangsung selama dua hari pada 25 dan 26 Juli mendatang.

Ia menegaskan penyelenggaraan kejuaraan memiliki tujuan lebih dari sekadar mencari juara. IPSI ingin menjaga kesinambungan prestasi atlet pencak silat Trenggalek sekaligus memperkuat pelestarian pencak silat sebagai warisan budaya Indonesia.

"Selama kurang lebih 10 tahun terakhir prestasi pesilat Trenggalek mendapat perhatian dari tingkat provinsi hingga pusat. Ada beberapa atlet kita yang mampu menembus level provinsi maupun nasional. Prestasi ini ingin terus kita jaga agar berkelanjutan," katanya.

Selain pembinaan atlet, IPSI juga ingin menjadikan kejuaraan ini sebagai ruang untuk mengenalkan pencak silat kepada generasi muda.

"Pencak silat adalah salah satu budaya Indonesia yang telah diakui dunia. Kita sebagai pewaris budaya harus menjaga, melestarikan, dan mengembangkannya. Salah satunya melalui event ini," lanjutnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Kejuaraan, Feri Bagus Setiawan, mengatakan persiapan penyelenggaraan hampir rampung.

"Persiapan insyaallah sudah 99 persen. Kami berterima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung kegiatan ini," ujarnya.

Feri mengungkapkan jumlah peserta masih berpotensi bertambah karena pendaftaran masih dibuka. Hingga saat ini sekitar 500 pesilat telah mendaftarkan diri.

"Peserta yang sudah terdaftar sekitar 500 orang. Dari luar Trenggalek juga sudah ada, seperti Kediri dan terakhir Banyuwangi sudah mengonfirmasi akan hadir," jelasnya.

Kejuaraan akan mempertandingkan dua kategori, yakni kategori pemula (pemasalan) dan kategori prestasi.

Kategori pemula diperuntukkan bagi usia dini, praremaja, remaja hingga dewasa dengan sistem pertandingan langsung mulai semifinal hingga final. Sementara kategori prestasi menggunakan sistem penyisihan, semifinal, dan final sebagai bagian dari pembinaan atlet menuju jenjang yang lebih tinggi.

"Kategori prestasi ini menjadi bagian dari pembibitan atlet untuk persiapan menuju jenjang yang lebih tinggi, baik tingkat Jawa Timur, nasional, bahkan internasional," terang Feri.

IPSI berharap kejuaraan terbuka tersebut dapat menjadi agenda tahunan sehingga mampu melahirkan atlet-atlet baru yang siap bersaing di tingkat provinsi hingga internasional.

Ikuti WhatsApp Channel

Dapatkan berita terbaru langsung di WhatsApp!

Join Channel

Advertisement

Artikel Terkait