Baru Berdiri, Sekolah Rakyat Trenggalek Punya Prestasi Nasional
Sekolah Rakyat Terintegrasi 50 Trenggalek raih prestasi nasional meski baru berdiri, hasilkan siswa berprestasi dari keluarga kurang mampu.
04 Apr 2026 • 05:00 WIB
Sekolah rakyat trenggalek memilik prestasi nasional. KBRT/Zamz
Ringkasan
- Sekolah Rakyat Terintegrasi 50 Trenggalek raih prestasi nasional meski baru berdiri
- Siswi Diah dan tim paduan suara jadi penyumbang prestasi
- Kunci sukses ada pada kolaborasi guru dan sistem pembelajaran
TRENGGALEK - Sekolah Rakyat Terintegrasi 50 Trenggalek meraih sejumlah prestasi hingga tingkat nasional, meski tergolong sebagai sekolah yang baru berdiri.
Capaian ini diklaim berkat pembinaan intensif dari para guru yang fokus mendampingi siswa, khususnya dari latar belakang keluarga kurang mampu, agar mampu bersaing di berbagai ajang kompetisi.
Kepala Sekolah, Yogyantoro, menyebut pencapaian tersebut menjadi bukti bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk berprestasi jika didukung kerja tim yang solid.
“Alhamdulillah bahwa kita yang seumur jagung ya, tapi sudah menelurkan sebuah prestasi di tingkat nasional,” ujarnya.
Salah satu prestasi datang dari siswi bernama Diah yang berhasil meraih juara harapan satu dalam lomba karya tulis ilmiah bertema lingkungan di tingkat nasional.
Selain itu, tim paduan suara sekolah yang beranggotakan 19 siswa juga berhasil mengamankan posisi juara pertama dalam lomba nasional yang digelar di Kota Batu.
“Kemudian lomba tingkat nasional lagi adalah paduan suara yang dilaksanakan di Kota Batu meraih juara pertama,” katanya.
Yogyantoro menjelaskan, keberhasilan tersebut tidak lepas dari pola kerja kolaboratif yang diterapkan di lingkungan sekolah. Setiap guru dan pengelola memiliki peran yang jelas sesuai tugas dan fungsi masing-masing.
“Kami selalu menjalin komunikasi dan kolaborasi. Kami perkuat tim kami, bergerak sesuai dengan tupoksi,” jelasnya.
Sebagai sekolah berasrama, manajemen juga membagi tanggung jawab ke dalam beberapa bidang, mulai dari kurikulum, kesiswaan, hubungan masyarakat, asrama, hingga sarana dan prasarana.
Ia menambahkan, proses pembelajaran mengacu pada pendekatan ilmiah berbasis praktik pendidikan yang disesuaikan dengan kebutuhan siswa.
“Semua ilmu yang sudah kita dapatkan itu kita coba untuk aplikasikan kemudian direfleksikan, kita evaluasi bersama kelemahannya dimana,” ujarnya.
Meski sempat menghadapi keterbatasan sumber daya di awal berdiri, pihak sekolah tetap menjaga semangat kebersamaan untuk terus berkembang.
“Karena sekolah baru, sumber dayanya pada awal-awal itu juga terbatas. Namun kita fight, ayo kita kolaborasi bersama, atasi masalah bersama. Kuncinya adalah satu visi, satu misi,” ujarnya.
Ikuti WhatsApp Channel
Dapatkan berita terbaru langsung di WhatsApp!
Artikel Terkait
Bapak Mustofa Kepala Jenggot: Mobil Listrik Karya Pelajar Trenggalek Perlu Apresiasi Tinggi
Lirik Potensi Wisata, SMK Muhammadiyah Watulimo Trenggalek Ciptakan Mobil Listrik Tenaga Surya