Aksi Hijau Hari Bumi, Polres Trenggalek Tanam 200 Beringin di 14 Kecamatan
Polres Trenggalek tanam 200 pohon beringin di 14 kecamatan saat Hari Bumi untuk cegah kekeringan dan longsor.
22 Apr 2026 • 08:00 WIB
Polres Trenggalek tanam beringin sambut hari bumi. KBRT/Polres Trenggalek
Ringkasan
- 200 pohon beringin ditanam serentak di 14 kecamatan
- Fokus penghijauan di lahan kritis rawan kekeringan
- Beringin dipilih karena kuat simpan air dan cegah longsor
TRENGGALEK - Momentum Hari Bumi dimanfaatkan Polres Trenggalek untuk aksi nyata. Ratusan pohon beringin ditanam serentak di 14 kecamatan sebagai upaya mengatasi lahan kritis sekaligus mengantisipasi krisis air di masa depan.
Gerakan penghijauan ini dipusatkan salah satunya di puncak Bukit Margo Esis, Kelurahan Surodakan, Kecamatan Trenggalek. Lokasi tersebut menjadi simbol dimulainya penanaman yang menyasar titik-titik rawan kekeringan.
Kapolres Trenggalek AKBP Ridwan Maliki menegaskan, kegiatan ini bukan sekadar agenda seremonial tahunan.
Advertisement
“Penanaman ini bukan sekadar seremonial, tetapi bagian dari ikhtiar kami menjaga kelestarian alam. Harapannya, ke depan bisa muncul sumber-sumber mata air baru yang bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Sebanyak 200 pohon beringin dipilih dalam aksi ini karena dinilai punya manfaat ekologis jangka panjang. Selain mampu menyerap dan menyimpan air dalam jumlah besar, akar pohon beringin juga dikenal kuat dalam menjaga struktur tanah.
Karakter tersebut dianggap cocok untuk wilayah Trenggalek yang memiliki sejumlah kawasan rawan longsor dan kekeringan saat musim kemarau.
Kapolres menyebut, gerakan ini juga terinspirasi dari kisah Mbah Sadiman di lereng Gunung Lawu yang sukses menghijaukan kawasan tandus hingga memunculkan sumber air baru.
“Keberhasilan tersebut menjadi motivasi bagi kami untuk melakukan hal serupa di Trenggalek, khususnya di lahan-lahan kritis yang rawan kekeringan,” imbuhnya.
Polres Trenggalek berharap aksi ini bisa memicu kesadaran kolektif masyarakat untuk ikut menjaga lingkungan, bukan hanya mengandalkan program dari pemerintah atau aparat.
Ke depan, program penghijauan disebut akan terus dilanjutkan dengan melibatkan berbagai pihak, mulai dari komunitas hingga warga setempat.
Langkah ini diproyeksikan menjadi investasi jangka panjang untuk menjaga keseimbangan ekosistem sekaligus memastikan ketersediaan air tetap aman bagi generasi berikutnya.
Ikuti WhatsApp Channel
Dapatkan berita terbaru langsung di WhatsApp!
Advertisement
Artikel Terkait
Jelang Suroan, Perguruan Silat di Trenggalek Sepakat Redam Konflik dan Tolak Konvoi Berlebihan
Satu-satunya dari Jatim, 11 Atlet Judo Trenggalek Tantang Lawan Internasional di Jakarta
Demam Piala Dunia 2026 Mulai Terasa, Kapolres Trenggalek Jagokan Les Bleus Angkat Trofi
Dapur MBG Bertambah, Dinas Lingkungan Hidup Trenggalek Ingatkan Sampah Jangan Semua Berakhir di TPA
Tak Ingin Ada Gesekan, Polisi Matangkan Strategi Pengamanan Bulan Suro di Trenggalek