250 Jemaah Baru Ikuti Baiat Tarekat Syadziliyah di Trenggalek, Ribuan Hadir di Pondok Jajar

Sebanyak 250 jemaah baru mengikuti baiat Tarekat Syadziliyah di Pondok Pesantren Darussalam Jajar, Trenggalek. Total sekitar 2.700 jemaah menghadiri kegiatan tersebut.

250 Jemaah Baru Ikuti Baiat Tarekat Syadziliyah di Trenggalek, Ribuan Hadir di Pondok Jajar

Jemaah Baru Ikuti Baiat Tarekat Syadziliyah di Trenggalek. KBRT/Zamz

Ringkasan

  • 250 jemaah baru mengikuti baiat.
  • Sekitar 2.700 jemaah memadati Pondok Jajar.
  • Jemaah datang dari berbagai daerah di Indonesia.

TRENGGALEK – Ratusan muslim memutuskan bergabung menjadi bagian dari Tarekat Syadziliyah dalam prosesi baiat yang digelar di Pondok Pesantren Darussalam atau Pondok Jajar, Desa Sumbergayam, Kecamatan Durenan, Minggu (12/7/2026) lalu.

Di tengah ribuan jemaah yang memenuhi kompleks pondok, sekitar 250 orang tercatat sebagai peserta baiat baru. Sementara total jemaah yang menghadiri kegiatan tersebut diperkirakan mencapai 2.700 orang dari berbagai daerah.

Prosesi baiat dipimpin oleh Agus M. Rikza Amiq, salah seorang pengasuh Pondok Pesantren Bambu Runcing, Parakan, Temanggung, Jawa Tengah.

Advertisement

Sejak pagi, jemaah mulai berdatangan dan melakukan registrasi sebelum mengikuti rangkaian mujahadah, salat Zuhur berjemaah, hingga ceramah keagamaan. Prosesi baiat berlangsung singkat, sekitar 15 menit, dengan pembacaan zikir dan selawat yang dipandu mursyid.

Salah satu peserta baiat, Murdiyanto, warga Kecamatan Watulimo, mengaku ketertarikannya mengikuti Tarekat Syadziliyah muncul setelah lama aktif mengikuti majelis taklim di lingkungan tempat tinggalnya.

"Sehingga ketika sudah terbiasa akhirnya menjadi tertarik untuk ikut masuk ke dalam Thariqah yaitu ikut bai'at itu," ujarnya.

Menurutnya, amalan yang selama ini dijalankan memiliki banyak kesamaan dengan amalan dalam Tarekat Syadziliyah. Karena itu, ia ingin menyambungkan sanad keilmuan kepada mursyid melalui prosesi baiat.

"Jadi daripada di luar kalangan menurut mereka itu intinya ingin supaya apa itu ikatan sanad keilmuan itu sambung dengan mursyid gitu," katanya.

Ia juga menilai amalan dalam Tarekat Syadziliyah relatif mudah dijalankan dan tidak memberatkan, terutama bagi mereka yang telah terbiasa mengikuti kegiatan keagamaan.

"Ya terkait dengan amalan atau wiridan yang sudah diamalkan oleh pengamal Syadziliyah itu kalau dibandingkan yang lain menurut saya itu lebih longgar sebenarnya," ungkapnya.

Sementara itu, Pengasuh Pondok Pesantren Darussalam Jajar, KH Afifuddin Yunus, mengatakan kegiatan tahun ini merupakan baiatan ke-18 yang diselenggarakan pondok.

Menurutnya, tarekat menjadi ikhtiar menjalankan ajaran Islam secara utuh, baik dari sisi syariat maupun tasawuf.

"Baiatan ini alhamdulillah baiat yang ke-18. Ya tujuan utamanya untuk menjalankan syariat Islam secara kafah. Lahir syariatnya, batin secara tasawufnya atau tarekat," jelasnya.

Gus Afif menegaskan setiap tarekat memiliki tujuan yang sama, yakni mendekatkan diri kepada Allah SWT, meski cara yang ditempuh bisa berbeda.

"Intinya tidak ada perbedaan. Cuma cara menuju Allah SWT itu yang dengan cara masing-masing," ujarnya.

Ketua Pelaksana Haul dan Baiatan Tarekat Syadziliyah, Muhsam Baidhowi, menyebut jumlah jemaah yang hadir diperkirakan sekitar 2.700 orang.

Sementara peserta baiat baru berdasarkan pendataan sementara mencapai sekitar 250 orang.

"Jemaah yang baru dibaiat belum ada data yang masuk secara resmi. Namun data sementara sekitar 250 jemaah," katanya.

Muhsam mengatakan jemaah datang dari berbagai daerah, mulai Trenggalek, Tulungagung, Malang, Jawa Tengah, Sumatera Barat, hingga Bali.

Rangkaian kegiatan berakhir sekitar pukul 14.00 WIB dan ditutup dengan doa bersama serta musafahah antara jemaah dengan mursyid.

Ikuti WhatsApp Channel

Dapatkan berita terbaru langsung di WhatsApp!

Join Channel

Advertisement

Artikel Terkait