Baca: Niponk Ajak Masyarakat Eksplorasi Alam Trenggalek Melalui Lomba Jelajah Alam
Mamik Yuliono, ketua panitia LJA LBPS IX, mengatakan sejak tahun 2000, Niponk berhasil memilih dan membuat jalur lomba jelajah alam yang menantang. Sehingga, banyak peserta yang ketagihan dan ingin datang lagi setiap kali Niponk mengadakan lomba jelajah alam.Tahun 2022 ini, panitia LJA LBPS IX memilih Jalur Puncak Gunung Lanceng 360. Sebab, sepanjang jalur hanya ada jalan setapak dan dipenuhi halang rintang tumbuhan buah. Salah satunya adalah pohon induk tunggal (PIT) Durian Ripto."Peserta sangat antusias karena menurut mereka disetiap acara LJA-LBPS dari yg pertama. NIPONK sangat konsisten dalam membuat dan memilih jalur yang membuat peserta konsisten untuk hadir dan mengikuti. Konsisten nglempohne [membuat capek] kata mayoritas peserta," ujar lelaki yang akrab disapa Marvin itu.[caption id="attachment_21049" align=aligncenter width=747] Para peserta Lomba jelajah Alam bersiap melintasi alam Watulimo Trenggalek/Foto: Yanu Andi Prasetyo[/caption]Baca: Ayo Liburan ke Trenggalek, Desa Pandean Tawarkan 5 Paket Wisata Alam Menarik
Di sisi lain, panitia LJA LBPS IX selalu memilih jalur dengan mempertimbangkan resiko. Karena, keselamatan dan keamanan kegiatan selalu menjadi nomor satu bagi komunitas Niponk."Dari berbagai pertimbangan, kami memilih rute puncak GL 360 selain edukasi lingkungan karena dari puncak GL 360 semua peserta dapat menikmati alam Watulimo secara utuh dan wilayah seputar Watulimo," jelas Marvin.Dengan diadakannya LJA-LBPS IX ini, Marvin berharap kegiatan kegiatan ini bisa menjadi wadah bagi mereka pecinta olahraga minat khusus jelajah alam. Selain itu, ia berharap setiap peserta lebih mencintai lingkungan, mempererat silaturahmi, dan solidaritas antar pecinta alam.