Ketiban Berkah Ramadhan dan Idul Fitri, Penjual Bunga Sekar di Trenggalek Panen Cuan
Momen Ramadhan dan Idul Fitri 1445 H/2024 M membawa berkah tersendiri bagi penjual bunga sekar. Cukup buka lapak dekat kuburan pembeli datang dengan sendiri, Selasa (09/04/202). Seperti di dekat kuburan Desa Bendorejo, Kecamatan Pogalan, Kabupaten Trenggalek. Penjual bunga sekar untuk orang ziarah di kuburan berjejer mendirikan lapak semi permanen. Dirinya nampak lega karena meraup untung. H...
M
Muh. Zamzuri
09 Apr 2024 • 06:34 WIB
Momen Ramadhan dan Idul Fitri 1445 H/2024 M membawa berkah tersendiri bagi penjual bunga sekar. Cukup buka lapak dekat kuburan pembeli datang dengan sendiri, Selasa (09/04/202).
Seperti di dekat kuburan Desa Bendorejo, Kecamatan Pogalan, Kabupaten Trenggalek. Penjual bunga sekar untuk orang ziarah di kuburan berjejer mendirikan lapak semi permanen. Dirinya nampak lega karena meraup untung.
Hal itu dilakukan oleh Suwondo, laki-laki 65 tahun, tersebut mengaku menjadi penjual bunga musiman. Meski, selama ini dia menjadi petugas kebersihan di makam tersebut.
"Saya menekuni menjadi penjual bunga musiman masih dua tahun. Biasanya saya di sini 5 hari menjelang puasa ramadhan dan hari raya," katanya saat ditemui Kabar Trenggalek.
Dirinya mengungkapkan, dari hasil jual bunga sekar tersebut cukup lumayan. Dalam rentang waktu 5 hari jualan. Suwondo mampu mengantongi uang 1 juta untuk dibawa pulang.
"Menjelang ramadhan dan menjelang hari raya ya kisaran 2 juta, lumayan mas, untuk tambah uang saku Hari Raya," paparnya.
Menurutnya, untuk menjual bunga tersebut tak harus merogoh kocek yang banyak. Karena Suwondo menanam sendiri di rumahnya. Sehingga ia hanya membeli bunga mawar yang harganya 2 ribu satu tangkainya.
"Kalau harga kembang sekar ini ya satu plastiknya 20 ribu. Isinya ada bunga mawar, ada kembang kenanga, kembang pandan, kemudian kembang kantil," celetuk Suwondo.
Bunga sekar yang dijualnya itu kebanyakan pembeli dari perantauan. Untuk pembeli yang lokal tidak mendominasi, karena sudah ada yang bawa bunga sekar dari rumah.
"Karena perantauan ini tidak mau ribet, nah kemudian dia beli bunga sekarnya di jalan. Alhamdulillah mendatangkan berkah bagi kami," ujarnya.
Ikuti WhatsApp Channel
Dapatkan berita terbaru langsung di WhatsApp!
Advertisement
Artikel Terkait
Sosial
09 Apr 2024
Sejak Kapan Ada Tradisi Memberi Uang Baru saat Lebaran Idul Fitri?
Sosial
29 Apr 2023
Ragam Kue Lebaran 2023 yang Setia Menemani Momen Bersama
Sosial
28 Apr 2023
Filosofi Ketupat dalam Perayaan Lebaran Idul Fitri 2023
Sosial
24 Apr 2023
Potret Iklan Mudik dan Lebaran di Zaman Kolonial Belanda
Sosial
23 Apr 2023
THR Anak Hak Siapa, Orang Tua atau Anak?
Sosial
21 Apr 2023