KBRT - Guru ngaji merupakan pilar utama dalam menjaga nilai-nilai religiusitas dan moralitas masyarakat di Kabupaten Trenggalek. Kehadiran mereka tidak hanya sekadar pengajar Al-Qur'an, tetapi juga sebagai tokoh sentral dalam pendidikan karakter anak usia dini.
Data terbaru tahun 2026 dari Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Trenggalek, menunjukkan angka sebaran tenaga pendidik keagamaan yang luar biasa di seluruh penjuru wilayah.
Informasi sebaran ini penting untuk memetakan kekuatan sumber daya manusia (SDM) di bidang keagamaan guna memastikan program literasi Al-Qur'an berjalan maksimal hingga ke pelosok desa.
Daftar Isi [Show]
Watulimo Mendominasi Jumlah Guru Ngaji di Trenggalek
Dari data visual yang dirilis, terdapat fenomena menarik di mana Kecamatan Watulimo memiliki jumlah guru ngaji yang sangat mencolok dibandingkan wilayah lainnya. Dengan total 2.713 tenaga pendidik, Watulimo menjadi pusat kekuatan pendidikan Al-Qur'an terbesar di Kabupaten Trenggalek.
Tingginya angka di Watulimo ini sejalan dengan banyaknya jumlah lembaga TPQ yang ada di wilayah pesisir tersebut, menunjukkan antusiasme masyarakat yang sangat kuat terhadap pendidikan agama.
Rincian Data Guru Ngaji per Kecamatan
Selain Watulimo, kecamatan lain juga memiliki sebaran guru ngaji yang cukup merata untuk menopang kebutuhan pendidikan di wilayah masing-masing. Berikut adalah daftar lengkap jumlah guru ngaji di 14 kecamatan:
- Watulimo: 2.713 orang
- Gandusari: 648 orang
- Pogalan: 644 orang
- Durenan: 631 orang
- Trenggalek: 573 orang
- Tugu: 532 orang
- Dongko: 482 orang
- Karangan: 443 orang
- Bendungan: 412 orang
- Pule: 390 orang
- Panggul: 379 orang
- Suruh: 373 orang
- Kampak: 160 orang
- Munjungan: 157 orang
Pentingnya Pemberdayaan Guru Ngaji Lokal
Banyaknya jumlah guru ngaji di Trenggalek, yang totalnya mencapai ribuan jika diakumulasikan, menuntut adanya perhatian lebih terkait kesejahteraan dan peningkatan kompetensi.
Pemerintah daerah melalui sinergi dengan Kemenag terus berupaya memberikan dukungan melalui program Kemenag Berdampak, agar para guru ngaji mendapatkan akses administrasi yang lebih mudah.
Pemberdayaan ini bertujuan agar proses transfer ilmu agama kepada santri tetap terjaga kualitasnya, sehingga mencetak generasi masa depan Trenggalek yang berwawasan luas dan berakhlakul karimah.
Kabar Trenggalek - Trenggalekpedia
Editor: Zamz




















