Bukan Sekadar Hiburan, Jaranan di Trenggalek Jadi Ruang Menjaga Semangat Pancasila

Pagelaran jaranan di DPC PDIP Trenggalek menarik ratusan penonton. Kegiatan budaya ini digelar untuk memperingati Hari Lahir Pancasila dan mengajak generasi muda mencintai budaya lokal.

Bukan Sekadar Hiburan, Jaranan di Trenggalek Jadi Ruang Menjaga Semangat Pancasila

Peringatan seni jaranan di Trenggalek dalam rangka hari lahir pancasila. KBRT/Zamz

Ringkasan

  • Ratusan warga menyaksikan pagelaran jaranan di halaman DPC PDIP Trenggalek.
  • Sebanyak 200 seniman dari empat kecamatan ambil bagian dalam pertunjukan.
  • Kegiatan digelar untuk memperingati Hari Lahir Pancasila melalui pendekatan budaya.

TRENGGALEK – Suara gamelan berpadu dengan gerak atraktif para penari jaranan membuat halaman Kantor DPC PDI Perjuangan Trenggalek dipadati warga, Senin (01/06/2026). Bukan sekadar hiburan, pertunjukan budaya tersebut menjadi cara yang dipilih partai berlambang banteng itu untuk merayakan Hari Lahir Pancasila.

Sejak siang hingga sore, masyarakat dari berbagai usia tampak menikmati jalannya pertunjukan. Anak-anak, remaja, hingga orang tua berbaur menyaksikan penampilan ratusan seniman jaranan yang datang dari sejumlah kecamatan di Trenggalek.

Wakil Ketua Bidang Seni dan Budaya DPC PDI Perjuangan Trenggalek, Trimo Dwi Cahyono, mengatakan kegiatan tersebut digelar melalui Badan Kebudayaan Nasional (BKN) PDI Perjuangan sebagai bagian dari peringatan Hari Lahir Pancasila.

Advertisement

Menurutnya, kebudayaan menjadi salah satu cara untuk menjaga nilai-nilai kebangsaan tetap hidup di tengah masyarakat.

"Ini salah satu dari Trisaktinya Bung Karno yaitu berkepribadian dalam kebudayaan," ujar Trimo.

Sebanyak 200 seniman terlibat dalam pagelaran tersebut. Mereka berasal dari empat kecamatan yang dipilih karena keterbatasan waktu pelaksanaan.

"Jumlah peserta yang tampil hari ini ada empat kecamatan karena waktu terbatas, maka kami hanya memberikan batasan 200 orang penampil," katanya.

Trimo menilai seni tradisional tidak hanya berfungsi sebagai tontonan. Lebih dari itu, kesenian lokal juga bisa menjadi sarana mengenalkan nilai kebangsaan kepada generasi muda agar tetap peduli terhadap budaya dan perkembangan kehidupan berbangsa.

"Kita memberikan edukasi kepada anak-anak muda, agar melek politik dan selalu mempertahankan Pancasila untuk Indonesia," ucapnya.

Ia mengaku bersyukur karena respons masyarakat cukup tinggi. Bahkan kegiatan serupa telah menjadi agenda rutin yang digelar setiap tahun.

"Alhamdulillah masyarakat sangat antusias sekali karena ini bukan hari yang pertama kali. Jadi setiap tahun kita adakan kesenian di halaman DPC PDI Perjuangan Trenggalek," tuturnya.

Sementara itu, Sekretaris DPC PDI Perjuangan Trenggalek, Doding Rahmadi, menjelaskan peringatan Hari Lahir Pancasila diawali dengan upacara bendera dan tumpengan sebagai bentuk rasa syukur. Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan pertunjukan seni jaranan Paguyuban Banteng Krido.

Menurut Doding, semangat nasionalisme dan persatuan harus terus dijaga, terutama di tengah keberagaman yang dimiliki Indonesia.

"Jadi kita itu makanya dinamakan Partai Nasionalis. Jadi nasionalis sebagai kita ya dari Pancasila itu," tegasnya.

Ia berharap nilai-nilai Pancasila tidak hanya diperingati setiap tahun, tetapi juga terus tumbuh dalam kehidupan sehari-hari masyarakat.

"Jadi, kita kalau sudah perjuangan itu selalu memperjuangkan bagaimana nilai-nilai Pancasila itu bisa tertanam di hati dan di sanubarinya masyarakat seluruh Indonesia," katanya. 

Ikuti WhatsApp Channel

Dapatkan berita terbaru langsung di WhatsApp!

Join Channel

Advertisement

Artikel Terkait