TRENDING

Cara Membuat Fermentasi Bawang, Resmi dari Peneliti Unair Surabaya

Terbit:

Kabar Trenggalek Tim peneliti Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga (FKM Unair) Surabaya, bekerja sama dengan dengan Rumah Inovasi Natura berhasil mengembangkan formula fermented garlic atau fermentasi bawang.

Upaya itu dilatar belakangi oleh pandemi Covid-19 yang berlangsung hampir dua tahun ini membuat mayoritas orang lebih sadar menjaga dan melindungi diri. Salah satu upayanya adalah melakukan vaksinasi.

advertisement

Namun perlu diketahui, ada beberapa kelompok yang sangat rentan meskipun telah dilakukan vaksinasi, seperti kelompok lanjut usia (lansia). Untuk menjaga daya tahan tubuh, umumnya para lansia mengonsumsi suplemen herbal atau jamu tradisional.

“Berbeda dengan lainnya, fermentasi bawang ini dengan karakteristik khas dan berbeda dengan fermentasi bawang di pasaran. Setelah melalui proses panjang dan terukur dengan menerapkan cara produksi makanan yang baik,” terang Wizara Salisa, salah satu anggota tim peneliti FKM Unair Surabaya, Selasa (19/07/2022).

Bawang putih (Allium sativum L.), telah digunakan di seluruh dunia sebagai obat tradisional selama lebih dari 4000 tahun untuk mengobati berbagai penyakit.

Terdapat dua jenis bawang putih, yaitu bawang putih tunggal dan bawang putih ganda. Aktivitas antioksidan yang terkandung pada bawang putih tunggal lebih tinggi dibanding bawang putih biasa.

Bawang putih tunggal biasanya dikenal oleh masyarakat sebagai ‘jamu’. Untuk mendapatkan kualitas yang lebih baik, bawang putih tunggal ini dapat diolah menjadi fermentasi bawang.

“Fermentasi bawang telah dibuktikan memiliki potensial aktivitas biologis empat hingga delapan kali lipat dibandingkan bawang putih tunggal. Fermentasi bawang juga dilaporkan lebih kaya akan antioksidan,” jelas Wizara.

Pada dasarnya kandungan senyawa antioksidan dalam fermentasi bawang lebih stabil dibandingkan bawang putih yaitu S-allyl Cysteine (SAC). Fermentasi bawang memiliki berbagai manfaat terutama bagi kesehatan, diantaranya mengurangi gula darah, menurunkan kolesterol, menstabilkan tekanan darah, serta mencegah kanker.

advertisement

Lantaran teksturnya yang kenyal dengan rasa campuran antara manis, asam, dan sedikit pahit, fermentasi bawang sangat cocok dikonsumsi untuk lansia yang fungsi penelanannya mulai berkurang (dispepsia) sehingga memberikan jaminan keamanan saat mengonsumsinya.

Cara Membuat Fermentasi Bawang

Wizara menuturkan, pembuatan fermentasi bawang sangat mudah, yaitu:

  1. Diawali dengan menyortir bawang putih tunggal yang berkualitas.
  2. Kemudian menyusunan alat-alat yang digunakan dalam magic com yang telah disediakan, yang terdiri dari tisu kertas dan alas bambu.
  3. Selanjutnya, proses fermentasi.
  4. Bawang putih tunggal yang telah disusun dalam magic com difermentasi dengan menyalakan magic com dalam kondisi warm.
  5. Fermentasi dilakukan selama beberapa hari, setiap harinya harus dilakukan pemantauan bawang terkait suhunya yaitu suhu hangat yang merupakan suhu optimal fermentasi bawang.
  6. Proses fermentasi dilakukan hingga bawang putih tunggal berubah warna menjadi hitam dan memiliki tekstur dan rasa yang sesuai.

Fermentasi Bawang Sudah Melalui Pengujian

Bagi tim peneliti, dalam proses pembuatan fermentasi bawang, perumusan formula terbaik menjadi fokus utama. Untuk mendapatkan formula terbaik, tim peneliti telah melakukan berbagai uji coba pengembangan produk yang meliputi teknik pengolahan, suhu, maupun lama proses fermentasi.

Selain itu dilakukan pula uji organoleptik untuk menentukan formula terbaik yang disukai oleh masyarakat, khususnya orang dewasa dan lansia. Pada uji organpleptik ini disiapkan beberapa formula fermentasi bawang dengan perbedaan masa (jumlah hari) fermentasi.

“Hasilnya, formula yang paling disukai oleh lansia adalah formula kedua yaitu bawang putih yang difermentasi selama beberapa hari. Hasil dari penilaian panelis yang terbaik adalah fermentasi bawang yang memiliki karakteristik di antaranya yaitu rasa enak dengan kombinasi rasa manis dan asam yang pas, serta tekstur yang kenyal,” tandas Wizara.

Dengan adanya pengembangan fermentasi bawang tersebut, tim peneliti FKM UNAIR berharap fermentasi bawang menjadi berbagai produk yang disukai oleh lansia.

Selain itu, fermentasi bawang dapat memenuhi kebutuhan lansia dan sesuai dengan kondisi fisiologisnya. Selain meningkatkan daya terima yang baik dari segi rasa yang enak, fermentasi bawang ini juga baik untuk kesehatan lansia.

advertisement

TERBARU

Hujan Sehari di Trenggalek, Jalan Tutup Total dan Rumah Rusak Dihantam Tanah Longsor

Kabar Trenggalek - Kabupaten Trenggalek terus dilanda berbagai peristiwa bencana alam. Salah satunya tanah...

Siap-Siap, Ini Jadwal Pemadaman Listrik Trenggalek Besok di 11 Desa

Kabar Trenggalek - Perusahaan Listrik Negara (PLN), Unit Layanan Pengadaan (ULP) Kabupaten Trenggalek akan...

Otak Atik Tekan Inflasi di Trenggalek, Pasar Murah dan Bansos Jadi Andalan

Kabar Trenggalek - Pasca kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) harus berpikir...

TOPIK TERKAIT