TRENDING

Atlet Paralayang Hiasi Langit Trenggalek, Sempat Rasakan Gangguan Cuaca

Terbit:

Kabar Trenggalek Langit Trenggalek selama sepekan terakhir (15-20/07/2022) berhias pemandangan atlet paralayang yang sedang merebutkan kejuaraan Nasional.

Kejurnas atau Kejuaraan Nasional Paralayang ini mengambil kategori cross country race to goal (RTG) atau disebut XC. Kendati peserta atlet paralayang tersebut dari 75 daerah yang tersebar di Indonesia.

advertisement

“Ada juga yang dari mancanegara diantaranya Swiss, Austria, Jerman, namun itu masuk kategori tandem berbeda dengan atlet lainnya,” ungkap Muhammad Azmi ketua Federasi Aero Sport Indonesia cabang Trenggalek.

Disinyalir, papar Gus Azmi sapaan akrabnya, atlet paralayang di hari pertama alami kendala cuaca yang tidak mendukung sehingga waktu molor.

“Karena cuaca, yang mulanya berangkat jam 10.00 harus mundur hingga cuaca baik,” tegasnya.

Akibatnya, pada hari pertama banyak atlet yang mendarat darurat di wilayah Desa Ngadirenggo Kecamatan Pogalan.

“Atlet dari Aceh terjadi crash dan mengeluarkan parasut darurat namun bisa mendarat dengan baik dan hari kedua juga masih ikut,” jelasnya.

Sementara itu, Gus Azmi berharap event ini bisa berkelanjutan untuk mendongkrak pariwisata, ekonomi dan olahraga paralayang di Trenggalek.

“Dorongan pemerintah daerah sangat perlu untuk event nasional seperti ini,” ujarnya.

advertisement

Cuaca buruk pun juga dirasakan pilot paralayang Rio Indra Kusuma dari Ibu Kota Jakarta saat terbang di langit Trenggalek pada ajang kejuaraan Nasional itu.

Dirinya masih bangga membawa tas paralayang sampai hari kedua dengan baik dan selamat.

“Pertama di tempat take off kendalanya, kemudian faktor cuaca kemarin kurang bagus,” ujar Rio saat ditemui.

Rio mengungkapkan dampak dari sempitnya tempat take off ada beberapa peserta ketinggalan di waktu start di atas langit karena masih mengantri.

“Berkali kali hari ini cari angin, namun optimistis saya bisa membawa medali dalam ajang kejuaraan ini,” ujarnya.

Kejuaraan Nasional Paralayang dimulai tanggal 15 hingga 20 Juli 202. Bagi masyarakat yang ingin menyaksikannya, bisa datang ke Bukit Tunggangan, Desa Kendalrejo, Kecamatan Durenan, Trenggalek Jawa Timur.

advertisement

TERBARU

SIM Bentuknya Kartu tapi Disebut Surat, KK Bentuknya Surat tapi Disebut Kartu, Kenapa Bisa Gitu?

Kabar Trenggalek - Bukan karena kurang kerjaan, tetapi bagi kita sebagai masyarakat yang teliti,...

Pemilu 2024, PKS dan NasDem Pasang Badan Soal Dapil Trenggalek Berubah

Kabar Trenggalek - Perhelatan Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 mendatang sudah mendapat perhatian dari partai...

7 Bunga yang Mengeluarkan Aroma Harum saat Malam Hari, Salah Satunya Sering Dijumpai di Pemakaman

Kabar Trenggalek - Untuk menghiasi rumah, kebanyakan orang akan menanam tumbuhan. Entah di depan...

TOPIK TERKAIT