28.4 C
Trenggalek
Selasa, Desember 5, 2023

‘Le! Aku neng Kene’, Film Dokumenter Situs Sejarah yang Terlupakan di Ponorogo

‘Le! Aku neng Kene’ merupakan film dokumenter yang mengangkat persoalan salah satu situs sejarah di Kabupaten Ponorogo. Situs yang dimaksud yakni makam Warok Guno Seco yang merupakan situs penting hubungannya dengan sejarah Ponorogo dan kesenian Reog.

Film dokumenter Le! Aku neng Kene telah tayang di YouTube sejak 20 Juli 2023 lalu dan telah mendapatkan puluhan ribu views. Film ini muncul dari inisiasi Pemerintah Desa Siman, Kabupaten Ponorogo, bersama dengan karang taruna.

Terdapat ironi bahwa makam Warok Guno Seco sepi perhatian di tengah ramainya gelaran Grebeg Suro dan Festival Reyog Nasional yang diadakan setiap tahun. Demikian disampaikan oleh Agra Abdurrachman selaku produser film dokumenter Le! Aku neng Kene.

“Sebenarnya ini ide nya datang dari keresahan teman-teman yang ada di [Desa] Siman. Waktu itu kita berbincang ketika Grebeg Suro. Ngomongin soal reog, perdebatan soal reog dan lain sebagainya itu banyak banget. Tapi kenapa justru makam [warok] satu-satunya yang terdeteksi itu justru sepi dari peziarah?,” ujar Agra dalam wawancara langsung, Kamis (26/10/2023).

Perlu diketahui, warok merupakan tokoh seni dan tokoh masyarakat di Ponorogo. Dalam kesenian Reog Ponorogo saat ini, warok menjadi salah satu bagian dari karakter pertunjukan.

Warok merujuk pada sosok lelaki yang berbudi pekerti luhur, bersifat kesatria dan berwibawa. Menurut penuturan lokal, Guno Seco merupakan warok yang menjadi kepala Desa Siman.

Masa jabatannya dimulai ketika masa pemerintahan baru Raden Bathara Katong. Hingga saat ini, makam Warok Guno Seco menjadi satu-satunya makam warok yang ditemukan dengan bukti fisik.

Menurut Agra, seharusnya makam Warok Guno Seco menjadi titik pikat untuk mendalami sejarah daerah sekaligus memikat wisatawan luas. Ia juga menambahkan bahwa pemerintahan Desa Siman telah melakukan berbagai upaya untuk mencapai tujuan itu. Di antara upaya pemerintah desa yakni memperbarui gapura makam, menyelenggarakan event rutin, bahkan membangun taman Guno Seco Park.

“Upaya-upaya ini sudah dilakukan gitu lho. Tapi memang dari pemerintahan pusat [kabupaten] sendiri masih belum begitu aware [menyadari]¬†terhadap ini. Makanya dari film ini semoga [makam Guno Seco] nanti bisa dijadikan salah satu destinasi wisata ketika Grebeg Suro, masuk kalender wisata juga, sekaligus juga kita memperkenalkan ke masyarakat bahwasannya di sini ada sejarah dan situs yang memang bersejarah,” terang Agra.

Dalam hal judul, Agra menjelaskan bahwa film dokumenter berdurasi 23 menit ini merupakan ungkapan perasaan miris bahwa generasi yang ada saat ini kurang memperhatikan leluhur beserta sejarahnya. Dalam bahasa Indonesia, tajuk film Le! Aku neng Kene berarti “Nak, Aku di Sini”.

“Bayangkan aja ketika satu orang tua gitu kan, tapi tidak ada anak-anaknya yang mendoakan, tidak ada yang melestarikan apa yang Ia kerjakan itu kan menjadi sesuatu hal yang miris. Ironi kayak gitu loh,” jelas Agra.

Film Le! Aku neng Kene sendiri mulai dikerjakan pada akhir tahun 2022 dan telah dirilis di kanal YouTube “Bina Taruna” milik karang taruna Desa Siman. Agra menjelaskan bahwa kendala produksi yang paling sulit ialah menemukan narasumber. Ke depan, terdapat rencana untuk melengkapi film dengan memproduksi dokumenter lanjutan.

“Kita sudah launching di YouTube dan alhamdulillah hari ini terakhir saya lihat 23 ribu [views] kalau nggak salah, dengan beberapa kontroversi di situ. Tapi itu cukup menarik artinya film dokumenter ini akhirnya menjadi wadah-wadah diskusi untuk teman-teman untuk lebih peduli lagi terhadap Ponorogo,” pungkas Agra.

ARTIKEL TERKAIT
MORE

POPULER