TRENDING

Tarif Masuk Candi Borobudur Batal Naik, Sandiaga Uno: Semoga Bisa Menarik 20 Juta Pengunjung

Terbit:

Kabar Trenggalek Setelah menuai polemik, tarif masuk Candi Borobudur Rp 750 ribu batal naik. Hal itu berdasarkan keputusan Presiden Jokowi, Jumat (17/06/2022).

Keputusan Jokowi untuk membatalkan tiket Candi Borobudur mendapat respons dari Sandiaga Salahuddin Uno, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Sandiaga mengatakan, pembatalan kenaikan tarif masuk Candi Borobudur diharapkan bisa meningkatkan kunjungan wisata.

advertisement

Apalagi, lanjut Sandiaga, pembangunan infrastruktur di kawasan Borobudur telah selesai. Sandiaga berharap destinasi wisata di Jawa Tengah ini biza dikunjungi 20 juta wisatawan.

“Dengan selesainya pembangunan infrastruktur diharapkan Borobudur bisa menarik 5-10 juta di awalnya sampai 20 juta pengunjung. Karena itu tentunya kita pastikan bahwa sistem pengelolaan wisatawan ini diprioritaskan,” kata Sandiaga di Jakarta.

Sandiaga menjelaskan, pemerintah sedang merancang wajah baru pariwisata di kawasan Taman Wisata Candi Borobudur. Salah satunya yaitu menyiapkan desa wisata dengan konsep Balai Ekonomi Desa (Balkondes).

Rencananya, lanjut Sandiaga, akan ada 50 desa wisata yang dikembangkan di sekitar destinasi wisata super prioritas Candi Borobudur.

Sandiaga optimistis, konsep baru itu akan menarik kedatangan turis lokal maupun mancanegara, terlebih setelah melihat perayaan Hari Raya Waisak beberapa waktu lalu.

“Saat Waisak juga kita melihat bahwa seluruh kehidupan di destinasi super prioritas Borobudur ini kembali menggeliat, banyak terbuka peluang usaha dan lapangan kerja,” terang Sandiaga.

Sandiaga memastikan, Kemenparekraf akan mengedepankan zona ekowisata atau wisata berbasis lingkungan. Nantinya, di luar badan otorita Borobudur, pada zona satu dan dua, akan disiapkan kendaraan ramah lingkungan seperti mobil listrik, bus listrik, serta cable car.

advertisement

Hal ini dilakukan demi mewujudkan keberlanjutan dan ekonomi hijau. Mengingat konsep Balkondes disiapkan sebagai wadah ekonomi kreatif setempat yang bisa meningkatkan penjualannya.

Di sisi lain, pemerintah juga tengah merancang agar Candi Borobudur menjadi kawasan yang terintegrasi namun tetap berpihak kepada pariwisata yang berkualitas berbasis komunitas masyarakat, berkelanjutan, dan pariwisata hijau (green tourism).

Menurut Sandiaga, rencana itu sejalan dengan arahan Jokowi yang meminta kelestarian dan keberlanjutan Candi Borobudur terjaga. Pemerintah juga mencari referensi skema pengelolaan situs bersejarah dunia lainnya seperti Piramida, Macupicu dan lain sebagainya.

Oleh karena itu, kata Sandiaga, pemerintah merasa perlu meminta pandangan dari para ahli arkeolog dan konservasi untuk mendesain gaya baru wisata di Candi Borobudur. Paling tidak, wisata di Candi Borobudur akan dibungkus dengan konsep edukasi, penelitian, konservasi atau spiritual dan wisata khusus tamu negara.

“Jumlah wisatawan yang dibatasi untuk menaiki bangunan dari Candi Borobudur ini tentunya meliputi tiga hal, yaitu wisata edukasi, wisata penelitian, wisata konservasi atau spiritual, dan juga untuk tamu-tamu negara,” tandas Sandiaga.

advertisement

TERBARU

KLHK Tolak Hasil Penelitian Penurunan Populasi Orangutan, Akademisi: Kebijakan Anti Sains

Kabar Trenggalek - Para akademisi yang tergabung dalam Tim Advokasi Kebebasan Akademik, menilai Kementerian...

Pasal Kontroversial RUU KUHP, Puluhan Mahasiswa Trenggalek Turun JalanĀ 

Kabar Trenggalek - Rancangan Undang Undang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (RUU KUHP) dinilai kontroversial...

Polisi Jadi Beking Tambang Ilegal, JATAM: Negara Tak Punya Kendali Sumber Daya Alam Indonesia

Kabar Trenggalek - Jaringan Advokasi Tambang (JATAM) mengungkapkan data keterlibatan polisi dalam memuluskan usaha...

TOPIK TERKAIT