TRENDING

Empat Sumber Mata Air Terbesar di Desa Timahan Terancam Hilang oleh Tambang Emas PT SMN

Terbit:

Kabar Trenggalek Rencana pertambangan emas oleh PT Sumber Mineral Nusantara (SMN) di Kabupaten Trenggalek membuat masyarakat terus khawatir, Jumat (17/06/2022).

Seperti kekhawatiran warga terhadap tambang emas yang bisa merusak dan menghilangkan sumber mata air terbesar di Desa Timahan, Kecamatan Kampak, Trenggalek.

advertisement

Berdasarkan data Aliansi Rakyat Trenggalek, ada 4 sumber mata air terbesar di Desa Timahan yang terancam rusak dan hilang oleh tambang emas PT SMN. Ada Sumber Air Ngilon di Dusun Ngilon, Sumber Blumbang di Dusun Banaran, Sumber Banaran di Dusun Banaran, serta Sumber Nggundang di Dusun Banaran.

Sumber Mata Air Nggundang di Dusun Banaran, Desa Timahan, Kecamatan Kampak, Kabupaten Trenggalek
Sumber Mata Air Nggundang di Dusun Banaran, Desa Timahan, Kecamatan Kampak, Kabupaten Trenggalek/Foto: Dokumen warga Desa Timahan

Selain empat sumber mata air terbesar di Desa Timahan, masih ada banyak lagi sumber air yang akan direnggut oleh tambang emas PT SMN.

Warga Desa Timahan meyakini pepatah bahwa, “Kita bisa hidup tanpa emas. Tapi kita tidak bisa hidup tanpa Air”. Keyakinan itu menjadi bibit semangat perjuangan warga Desa Timahan untuk mempertahankan ruang hidupnya dari perampasan dan perusakan lingkungan oleh tambang emas PT SMN.

Aliansi Rakyat Trenggalek juga mencatat, ada banyak kegunaan mata air bagi warga Desa Timahan. Air sudah menjadi sumber kehidupan bagi warga Desa Timahan secara turun-temurun untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Kantor Kepala Desa Timahan, Kecamatan Kampak, Kabupaten Trenggalek
Kantor Kepala Desa Timahan, Kecamatan Kampak, Kabupaten Trenggalek/Foto: Dokumen warga Desa Timahan

“Ada banyak kegunaan mata air, di antaranya untuk memasak, untuk mencuci, untuk minum, untuk mandi dan masih banyak lagi. Juga ada banyak RT yang memanfaatkan sumber mata air di berbagai Dusun di Desa Timahan,” tulis Aliansi Rakyat Trenggalek.

Masyarakat serta Pemerintah Desa Timahan juga mengelola sumber mata air dengan membuat pipa kecil. Pipa itu mengalirkan air dari sumber ke setiap rumah yang ada di Desa Timahan.

“Banyak sumber mata air yang di kelola masyarakat maupun pemerintahan desa. Di antaranya Sumber Ngilon, Sumber Blumbang, Sumber Banaran, Sumber Nggundang, yang telah telah dikelola untuk masyarakat sekitar. Ada yang di buatkan PDAM kecil dan juga ada yang memakai selang manual dan lain-lain,” terang Aliansi Rakyat Trenggalek.

Suasana Desa Timahan, Kecamatan Kampak, Kabupaten Trenggalek, yang asri dengan lahan pertanian
Suasana Desa Timahan, Kecamatan Kampak, Kabupaten Trenggalek, yang asri dengan lahan pertanian/Foto: Dokumen warga Desa Timahan
advertisement

Warga Desa Timahan khawatir, jika terjadi penambangan emas di Desa Timahan, dampaknya bisa merugikan anak dan anak cucu mereka ke depannya. Sebab, mereka tidak mendapatkan air bersih lagi dan tidak dapat bercocok tanam.

“Sedangkan mayoritas penduduk di Desa Timahan mencari nafkah dengan berkebun ataupun bersawah. Jikalau aset untuk mencari nafkah dikeruk, maka hilang sudah mata pencarian penduduk warga Timahan,” tandas Aliansi Rakyat Trenggalek.

BACA JUGA:

advertisement

TERBARU

SIM Bentuknya Kartu tapi Disebut Surat, KK Bentuknya Surat tapi Disebut Kartu, Kenapa Bisa Gitu?

Kabar Trenggalek - Bukan karena kurang kerjaan, tetapi bagi kita sebagai masyarakat yang teliti,...

Pemilu 2024, PKS dan NasDem Pasang Badan Soal Dapil Trenggalek Berubah

Kabar Trenggalek - Perhelatan Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 mendatang sudah mendapat perhatian dari partai...

7 Bunga yang Mengeluarkan Aroma Harum saat Malam Hari, Salah Satunya Sering Dijumpai di Pemakaman

Kabar Trenggalek - Untuk menghiasi rumah, kebanyakan orang akan menanam tumbuhan. Entah di depan...

TOPIK TERKAIT