TRENDING

Pemuda Trenggalek Raih Juara 1 Lomba Film Pendek Pesona Wisata Jawa Timur

Terbit:

Kabar TrenggalekYanu Andi Prasetyo, pemuda asal Kecamatan Gandusari, Kabupaten Trenggalek, bersama teman-temannya berhasil meraih juara 1 dalam kategori Lomba Film Pendek Pesona Wisata Jawa Timur. Lomba film pendek itu merupakan salah satu kategori dalam agenda East Java Tourism Award.

‚ÄúSeneng sudah menang ya. Kemenangan ini sebagai bukti bahwa di Trenggalek ada sektor film yang bisa menjadi sarana promosi dan layer filmnya gak cuma visual tapi di situ ada cerita,‚ÄĚ ujar Yanu.

advertisement

Film yang menjadi juara 1 itu berjudul ‚ÄúMenjemput Hari yang Riang‚ÄĚ, di mana Yanu sebagai produsernya. Yanu menceritakan, film Menjemput Hari yang Riang, menggabungkan unsur wisata dan romansa.

‚ÄúSebenarnya film ini menceritakan wisata tapi disimbolkan ke kegiatan romansa. Ada tokoh perempuan, dia putus dengan kekasihnya dan susah move on. Kemudian cara menyelesaikan susah move on itu, dia keliling di Trenggalek,‚ÄĚ jelas Yanu.

Baca juga: Rekomendasi Liburan Tahun Baru, Menjajaki Goa Lowo Trenggalek Terpanjang Se-Asia Tenggara

Menurut Yanu, film Menjemput Hari yang Riang memiliki dua makna. Pertama, seseorang yang berusaha untuk move on dari mantan kekasihnya. Kedua, destinasi pariwisata yang kembali dibuka.

‚ÄúJadi diibaratkan juga seorang yang patah hati, sakit, kemudian dia mencoba untuk menatap hari yang riang. Kemudian kita ngomongin pariwisata yang sebelumnya mandek, kemudian ada secercah harapan di sektor wisata,‚ÄĚ kata Yanu.

‚ÄúFilm ini menggambarkan wisata sebagai sarana healing [pemulihan]. Jadi cerita-cerita ringan sih, sebenernya. Riang berarti bisa move on dan pariwisata dibuka kembali. Jadi ada dua makna di dalam film itu,‚ÄĚ tambahnya.

Film Menjemput Hari yang Riang mengambil setting di Desa pandean dan Desa Ngulungwetan, Kecamatan Munjungan, Trenggalek. Yanu sebagai produser dan Reni Apriliana sebagai penulis naskah film. Mereka melakukan kerja-kerja kreatif di Krida Film.

Tropi dan sertifikat juara 1 Lomba Film Pendek Pesona Wisata Jawa Timur
Tropi dan sertifikat juara 1 Lomba Film Pendek Pesona Wisata Jawa Timur/Foto: Dokumentasi Yanu
advertisement

Baca juga: Menunggu Wajah Baru Alun Alun Trenggalek Bergaya Arsitektur Jawa Kuno

‚ÄúAku dan reni di krida film kan, proses kreatif kami itu sebenernya dari hal-hal terdekat. Kami ngomongin setting Trenggalek. Kemudian apa sih yang terdekat dengan aku dengan Reni? Kami ngomongin romansa aja, tentang cinta,‚ÄĚ ucap Yanu.

‚ÄúKemudian kami riset. Kan setting film itu cewek umur 20 sampai 23, kayak apa sih dia melihat kalau dia ditinggal cowoknya?‚ÄĚ imbuhnya.

Cerita di film Menjemput hari yang Riang merupakan cerita ringan. Tapi ada sisi-sisi simbolik seperti pasir, kemudian laut yang tak berujung itu berarti masih banyak masa depan yang tidak diketahui. Selain itu, ada unsur unsur Desa Wisata Ngulungwetan dan Desa Wisata Pandean.

‚ÄúKarena ada unsur lokalitas, kami masukkan itu setting sebuah pertunjukkan. Kemudian ada kuliner lodho. Jadi film ini sebagai promosi wisata Desa Ngulungwetan dan Pandean,‚ÄĚ ungkap Yanu.

Baca juga: Keindahan Wisata Pantai Kebo Trenggalek, Rekomendasi Liburan Saat Covid-19 Mereda

Dalam proses pembuatan film ini, Yanu memberanikan diri berproses dengan orang-orang lokal dan teman-teman di Trenggalek, yang baru pertama kali membuat film. Selain teman-teman di Trenggalek, Yanu juga dibantu oleh temannya selama kuliah di Solo, Jawa Tengah.

‚ÄúMisal ada yang berpotensi di sound, cuma kan belum mengerjakan film. Kemudian di sini ada yang bisa ngambil gambar bagus, cuman kalau di film kan beda lagi prosesnya. Nah hal-hal itu yang menarik sebagai produser. Banyak orang, banyak kepala, mengoordinasi,‚ÄĚ cerita Yanu.

‚ÄúItu yang membuat pengalaman baru, yang menantang dan prosesnya saling belajar. Kemudian sama temen-temen Pokdarwis [kelompok sadar wisata], mereka baru tahu kalau membuat film harus diulang beberapa jam. Kan juga hal baru gitu,‚ÄĚ tambahnya.

Yanu menceritakan, prestasi yang ia dan teman-temannya dapatkan itu sebagai awal sebelum memproduksi film-film yang lain. Masih ada muatan-muatan lokal di Trenggalek yang bisa dieksplorasi dalam sebuah film.

 

Lihat postingan ini di Instagram

 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Yanu Andi Prasetyo (@yanu_in)

Baca juga: Belajar Menjaga Lingkungan dari Wisata Tebing Lingga Trenggalek

‚ÄúHarapannya, aku ikut lomba sebagai pintu di Trenggalek, kita ngomongin industri kreatif film. Jadi film bukan hanya sekedar hobi tapi pekerjaan, proses belajar, film bisa ngomongin banyak hal. Kemudian, lokalitas di trenggalek itu masih banyak banget yang bisa kita explore. Kami ajak teman-teman lokal di Trenggalek,‚ÄĚ ujarnya.

Saat ini film Menunggu Hari yang Riang masih belum bisa ditonton secara umum. Terbitnya film Menjemput hari yang Riang dari Yanu dan teman-temannya, membuat masyarakat Trenggalek penasaran.

Berikut susunan penggarap film Menjemput Hari yang Riang:

Sutradara                         : Reni Apriliana

Produser                          :Yanu Andi Prasetyo

Penulis naskah                 :Reni Apriliana

Line Produser                  :Jahabidz Marha Shoffiyah Al-Afiah

Director of Photography : Nurhadi

Sound Designer               :Achmad Lutfi Prasetya

Editor                               : Tommy Gustiansyah Putra

Art Director                      : Daiva  Enda

MUA & Wardrobe            :Fitriana Wahyu Mutoharoh

Runner                             :Dananjaya Anggoro Jati

Ass Camera                      :Ahmad Saksono Wibowo

Poster design                   : Galih Adicahyana

Script continuity               : Kurnia Septa Erwida

Tallent:

Novita Puteri Mulyasari, sebagai Sasa

Dina Ilhami, sebagai Ana

Thanks to:

Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kab Trenggalek

Pemerintah Kecamatan Munjungan

Pemerintah Kecamatan Dongko

Kepala Desa Ngulung Wetan

Kepala Desa Pandean

Pokdarwis Ngulung Wetan

Pokdarwis Pandean

Baca juga tulisan lainnya di kabartrenggalek.com tentang PRESTASI

Para Pemuda Trenggalek Berprestasi Sepanjang Tahun 2021

advertisement

TERBARU

Kampung Kopi Sengunglung, Wujud Kelestarian Alam Bumi Sumberbening Trenggalek

Kabar Trenggalek - Kopi menjadi salah satu potensi komoditas unggulan di Desa Sumberbening, Kecamatan...

Jaranan Turangga Yaksa Semarakkan Festival Mata Air Sumberbening, Potret Perjuangan Petani

Kabar Trenggalek - Sejumlah 6 anak dari SDN 1 Sumberbening berlenggak-lenggok mengikuti alunan nada...

Ritual Adat di Sumber Air Plancuran Desa Sumberbening, Warga Berdoa Tolak Tambang Emas Trenggalek

Kabar Trenggalek - Perjuangan tolak tambang emas Trenggalek tidak hanya dilakukan melalui serangkaian aksi...

TOPIK TERKAIT