Berita Terkait

Jokowi Berkunjung ke Trenggalek, Warga Kampak Suarakan Tolak Tambang Emas

Kabar Trenggalek Masyarakat Trenggalek dengan semangat menyambut kedatangan Presiden Indonesia Joko Widodo (Jokowi) pada Selasa, 30 November 2021, untuk meresmikan Bendungan Tugu. Salah satunya, Warga Kecamatan Kampak, menyambut kedatangan Jokowi dengan menyuarakan Tolak Tambang Emas Trenggalek, Selasa (30/11/2021).

Warga Kampak menyambut kedatangan Jokowi ke Trenggalek dengan melakukan bag-bagi benih pohon dan aksi tanam pohon. Aksi tanam pohon itu dilakukan di kawasan tebing dan pegunungan, sepanjang aliran sungai Desa Ngadimulyo, Kecamatan Kampak.

- Advertisement -

Aksi tanam pohon dimulai pukul 08.00 sampai 10.00 WIB, Selasa 30 November 2021. Berbagai jenis pohon yang ditanam adalah Mahoni, Trembesi dan Jabon, dengan jumlah kurang lebih 300 batang.

“Selamat datang kepada Yang Terhormat Bapak Presiden Ir. H. Joko Widodo di Bumi Menak Sopal Trenggalek untuk meresmikan Bendungan Tugu. Kami mengadakan kegiatan pagi hari ini untuk menanam pohon di kawasan tebing dan pegunungan disepanjang aliran sungai di desa ngadimulyo bertujuan untuk penghijauan dan pelestarian lingkungan. dengan tujuan supaya tidak terjadi longsor dan banjir,” ujar Dian Eko Prasetyo, warga Desa Ngadimulyo.

Aksi tanam pohon dan bentangan banner menyambut Jokowi oleh warga Kecamatan Kampak, Trenggalek
Aksi tanam pohon dan bentangan banner menyambut Jokowi oleh warga Kecamatan Kampak, Trenggalek/Foto: Dokumentasi warga Kampak

Baca juga: Alam Terancam Rusak, Inilah Daftar Desa di Trenggalek yang Masuk Konsesi Tambang Emas PT SMN

- Advertisement -

Dian menyampaikan, selain pelestarian lingkungan, aksi tanam pohon juga dilakukan untuk menjaga alam Trenggalek dari ancaman kerusakan yang dibawa oleh tambang emas PT Sumber Mineral Nusantara (SMN).

“Selain itu, dalam kegiatan tersebut kami memakai kaos TOLAK TAMBANG. Tujuannya untuk edukasi ke masyarakat yang belum paham dan awam isu terkini tentang daerah Kampak yang akan ditambang di kawasan hutan kami. Tambang emas ini berpotensi menimbulkan kerusakan alam, juga bencana besar,” tegas Dian.

Aksi tanam pohon itu juga dihiasi dengan pembentangan banner sambutan kedatangan Jokowi. Dalam banner itu, ada harapan yang disampaikan oleh Warga Kampak kepada Jokowi.

“Kami bersama Pak Jokowi siap melindungi dan menjaga alam dari perusak lingkungan,” tulis banner itu.

Baca juga: Dampak Tambang Emas, Warga Kampak Harus Siap Hadapi Tanah Longsor dan Banjir Skala Besar

Warga Kampak juga meminta bantuan Jokowi untuk melestarikan alam Trenggalek dengan:

  1. Menolak izin tambang emas yang merusak alam.
  2. Menghijaukan kembali hutan.
  3. Menjaga mata air.
  4. Menolak eksploitasi alam yang merusak hutan dan mata air.

Kecamatan Kampak merupakan lokasi pertama yang akan dirusak oleh tambang emas PT SMN. Tepatnya di Desa Ngadimulyo dan Desa Karangrejo. Potensi dampak kerusakan alam yang dari tambang emas PT SMN yaitu rusaknya berbagai sumber mata air di Kecamatan Kampak.

Menurut data yang dihimpun Jaringan Advokasi Tambang (JATAM) Nasional, ada 153 sumber mata air di wilayah konsesi yang terancam rusak oleh tambang emas PT SMN. Dari 153 sumber mata air di Trenggalek, ada 80 sumber mata air di 14 dusun dari lima desa di Kecamatan Kampak yang terancam rusak oleh tambang emas.

Aksi tanam pohon oleh warga Kecamatan Kampak, Trenggalek
Aksi tanam pohon oleh warga Kecamatan Kampak, Trenggalek/Foto: Dokumentasi warga Kampak

Baca juga: Warga Kampak Kompak Menanam Pohon dan Pasang Banner Tolak Tambang Emas

Kerusakan alam oleh tambang emas PT SMN memang tidak mengenal batas wilayah. Jika PT SMN menambang emas di Kampak, maka masyarakat di kecamatan lainnya juga mengalami dampak kerusakan alam.

Kampak merupakan kawasan pegunungan dan hutan serta hulu sungai dari hidrologi (aliran air) di Trenggalek. Jika Kampak ditambang, maka pohon-pohon akan ditebang dan membuat daya serap tanah terhadap air menjadi berkurang. Tanah-tanah akan longsor dan mencemari air sungai. Selain itu, air sungai juga akan tercemar oleh bahan beracun dan berbahaya seperti sianida serta merkuri dari eksploitasi tambang emas.

Sungai yang tercemar itu akan mengalir dari Kampak sebagai wilayah hulu, ke kecamatan-kecamatan lain sebagai wilayah hilir. Ada lima Daerah Aliran Sungai (DAS) yang melewati berbagai kecamatan di Kabupaten Trenggalek, yang akan terdampak jika PT SMN menambang emas di Kecamatan Kampak. Kelima DAS itu adalah DAS Brantas, DAS Panggul, DAS Konang DAS Timpak Nongko, dan DAS Ngemplak.

Aksi pembentangan banner menyambut Jokowi oleh warga Kecamatan Kampak, Trenggalek
Aksi pembentangan banner menyambut Jokowi oleh warga Kecamatan Kampak, Trenggalek/Foto: Dokumentasi warga Kampak

Baca juga: Aliansi Rakyat Trenggalek Sebut PT SMN Bertingkah Seperti Maling yang Ingin Mencuri Alam Trenggalek

“Harapan kami kepada pihak terkait terutama kepada Bapak Presiden untuk meninjau ataupun membatalkan ijin tambang emas [PT SMN] tersebut. Kami lebih memerlukan hutan dan alam yang sekarang ini. Kami sudah makmur,” jelas Dian.

Menurut Dian, warga Kampak sadar akan dampak tambang emas itu lebih banyak merugikan daripada menguntungkan masyarakat.

“Tambang emas yang pasti akan lebih banyak mudarat-nya dari pada manfaatnya bagi kami sebagai masyarakat warga Desa Ngadimulyo. Kami menolak dengan tegas adanya tambang emas di wilayah kami. TOLAK TAMBANG HARGA MATI,” tandas Dian.

- Advertisement -

Berita Baru

sponsor