BerandaNewsHukumUpaya Dinsos Trenggalek Dampingi 34 Santriwati serta Istri dan Anak Pelaku Kekerasan...

Upaya Dinsos Trenggalek Dampingi 34 Santriwati serta Istri dan Anak Pelaku Kekerasan Seksual

Terbit:

advertisement

Kabar TrenggalekSejumlah 34 santriwati korban kekerasan seksual oleh SMT (34), ustad di Trenggalek, mendapatkan pendampingan dari Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Trenggalek. Hal itu disampaikan oleh Kristina, Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Anak, Dinsos Kabupaten Trenggalek. Selain itu, Dinsos Trenggalek juga mendampingi istri dan anak dari pelaku, Senin (27/9/2021).

“Semua [34 santriwati], bahkan istri pelaku juga kita dampingi. Perempuan dan putranya tentu sangat trauma dan terpukul,” tegas Kristina.

advertisement

Kristina mengatakan, pihak Dinsos Trenggalek sudah memberikan pendampingan kepada korban dan pihak pondok. Kemudian, pekan ini Dinsos Trenggalek meminta bantuan psikolog klinis dari Surabaya untuk membantu mendampingi korban, istri serta anak dari pelaku.

“Mulai [minggu] kemarin, petugas konselor kami sudah turun. Tetapi pihak pondok sedang kesripahan [berduka]. Minggu depan [pekan ini], psikolog klinis dari Surabaya akan kami minta untuk mendampingi mereka,” ujar Kristina.

Kristina menjelaskan, Dinsos Trenggalek melakukan pendampingan sesuai Perturan Pemerintah (PP) Nomor 78 tahun 2021 tentang Perlindungan Khusus bagi Anak. Pendampingan dilakukan melalui upaya penanganan yang cepat, termasuk pengobatan dan/atau rehabilitasi secara fisik, psikis, dan sosial, serta pencegahan penyakit dan gangguan kesehatan lainnya.

advertisement

Kemudian, pendampingan psikososial pada saat pengobatan sampai pemulihan. Lalu, pemberian bantuan sosial bagi Anak yang berasal dari Keluarga tidak mampu. Serta, pemberian perlindungan dan pendampingan pada setiap proses peradilan.

“Antara lain juga melalui edukasi tentang kesehatan reproduksi, nilai agama, dan nilai kesusilaan. Kemudian, rehabilitasi sosial, pendampingan psikososial pada saat pengobatan sampai pemulihan. Serta pemberian perlindungan dan pendampingan pada setiap tingkat pemeriksaan mulai dari penyidikan, penuntutan, sampai dengan pemeriksaan di sidang pengadilan,” jelas Kristina.

Berkaitan dengan kasus kekerasan seksual di Trenggalek, Kristina mengatakan upaya pencegahan untuk kedepannya itu tidak mudah dilakukan.

“Tidak mudah, karena itu masuk dalam 26 PPKS (Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial). Persoalan tersebut masalah komplek, perlu kerja kerja kolaboratif antara pemerintah, media masa, dunia usaha, dan masyarkat. Jadi anda [wartawan Kabar Trenggalek] juga punya kewajiban sebagai media dan masyarakat untuk membantu pencegahan,” terang Kristina.

advertisement

Berita Baru

Duka Tragedi Kanjuruhan, Korban Meninggal Jadi 131 Orang

Kabar Trenggalek - Kabar duka menghampiri seluruh masyarakat Indonesia. Pasca pertandingan Arema Vs Persebaya...

Tragedi Stadion Kanjuruhan, Jokowi Layangkan Tiga Tuntutan 

Kabar Trenggalek - Tragedi Stadion Kanjuruhan yang melangsungkan pertandingan sepak bola BRI Liga 1...

Tragedi Stadion Kanjuruhan, Presiden Arema FC Juragan 99 Angkat Bicara 

Kabar Trenggalek - Insiden merenggut nyawa dunia sepak bola Indonesia mendapatkan perhatian khusus dari...

Viral Hari ini

Wisata Berbasis Konservasi Alam Kedung Gede, Satu Satunya di Trenggalek

Kabar Trenggalek - Tidak terlalu jauh dari kota untuk menuju Kedung Gede di Desa...

Berita Terkait