BerandaNewsTimbal Balik PT Jwalita Ener­gi Trenggalek kepada Pemda Belum Jelas, DPRD: PT-nya...

Timbal Balik PT Jwalita Ener­gi Trenggalek kepada Pemda Belum Jelas, DPRD: PT-nya Saja Belum Ada

Terbit:

advertisement
Timbal Balik PT Jwalita Ener­gi Trenggalek kepada Pemda Belum Jelas, DPRD: PT-nya Saja Belum Ada

KABARTRENGGALEK.com Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) penyertaan modal Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) kepada PT Jwalita Ener­gi Trenggalek (JET) terancam molor (05/07). 

Alasannya, Panitia Khusus (Pansus) IV DPRD Kabupaten Trenggalek menganggap Raperda itu belum matang dan butuh revisi. Alhasil, Pansus IV melakukan skors rapat koordinasi (Rakor) karena skema timbal balik PT JET dengan Pemerintah Daerah (Pemda) belum jelas, 
Ketua Pansus IV DPRD Kabupaten Trenggalek, Sukarodin, mengaku masih banyak hal yang perlu disesuaikan dalam Raperda penyertaan modal BUMD PT JET. Salah satunya adalah judul penyertaan modal PT JET pada Rakor sebelumnya.
“PT-nya saja belum ada, kenapa minta penyertaan modal? Mau dikasihkan ke siapa? Maka kami sarankan untuk diubah judulnya menjadi penyertaan modal daerah dalam rangka pendirian pada perusahaan perseroan daerah JET,” ungkap Sukarodin. “Jadi, penyertaan modal nantinya termasuk pendirian dan pembiayaannya,” tambahnya.
Pada pembahasan Rakor kali ini, Pansus IV meminta skema penyertaan modal pengelolaan SPBU. Menurut Sukarodin, saat masih memakai pola APBD, pendapatan bruto SPBU akan disetor tiap harinya. Namun ketika Pemda sudah mendirikan PT JET, belum diketahui skema dari penyetoran atau timbal baliknya untuk Pemda. 
“Kami minta penjelasan, kaitannya dengan pendapatan SPBU. Pada 2020 lalu kan ada pendapatan netto sebesar Rp 464 juta sekian. Kami minta gambaran. Ketika sudah menjadi kewenangan PT JET, gambaran bersih nanti seperti apa,” ucap Sukarodin.
Pihak eksekutif pun belum bisa menjawab skema tersebut sehingga Rakor berakhir diskors. “Tadi belum selesai penjelasannya. Pertemuan mendatang agendanya ada tindak lanjut pernyataan yang tadi saya lontarkan,” kata Sukarodin.
Di sisi lain, menyinggung target kapan selesai, politikus PKB ini menunggu kesiapan dari eksekutif dan tak perlu terburu-buru. Menurut dia, kebijakan baru diharapkan bisa menjadi lebih baik dari kebijakan sebelumnya.
Ketika pembahasan skema timbal balik tersebut sudah matang dan dapat menyakinkan Pansus IV, bisa dilanjutkan ke materi Raperda. “Hasil BPK, saya kira segera diserahkan ke BUMD. Maka lebih cepat itu lebih baik. Tapi kami juga menunggu kesiapan eksekutif, kapan pun kami siap,” tutur Sukarodin.
advertisement

Berita Baru

Duka Tragedi Kanjuruhan, Korban Meninggal Jadi 131 Orang

Kabar Trenggalek - Kabar duka menghampiri seluruh masyarakat Indonesia. Pasca pertandingan Arema Vs Persebaya...

Tragedi Stadion Kanjuruhan, Jokowi Layangkan Tiga Tuntutan 

Kabar Trenggalek - Tragedi Stadion Kanjuruhan yang melangsungkan pertandingan sepak bola BRI Liga 1...

Tragedi Stadion Kanjuruhan, Presiden Arema FC Juragan 99 Angkat Bicara 

Kabar Trenggalek - Insiden merenggut nyawa dunia sepak bola Indonesia mendapatkan perhatian khusus dari...

Viral Hari ini

Wisata Berbasis Konservasi Alam Kedung Gede, Satu Satunya di Trenggalek

Kabar Trenggalek - Tidak terlalu jauh dari kota untuk menuju Kedung Gede di Desa...

Berita Terkait