BerandaNewsEkonomiPemkab Trenggalek Sediakan Fasilitas Lelang Ikan Online, Tapi Penggunanya Sedikit karena Ribet

Pemkab Trenggalek Sediakan Fasilitas Lelang Ikan Online, Tapi Penggunanya Sedikit karena Ribet

Terbit:

advertisement

Pemkab Trenggalek Sediakan Fasilitas Lelang Ikan Online, Tapi Penggunanya Sedikit karena Ribet

KABARTRENGGALEK.com Program Satu Juta Nelayan Berdaulat merupakan program nasional yang diinisiasi oleh Kemenko Kemarimitan dan Investasi Republik Indonesia. Terdapat 4 Kabupaten/Kota di seluruh Indonesia yang telah meluncurkan program ini. Trenggalek menjadi kabupaten pertama yang meluncurkan program ini di Jawa Timur.

advertisement

Pemerintah bekerjasama dengan start up digital Fish On. Kerja sama ini merupakan upaya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah pesisir. Program Satu Juta Nelayan Berdaulat memberikan solusi bagi nelayan dalam menangkap ikan, menjaga kualitas tangkapan, bahkan memberikan akses permodalan kepada para nelayan.

Pemanfaatan lelang ikan online (e-lelang) untuk para nelayan belum mencapai hasil yang maksimal. Membutuhkan proses lama karena nelayan terbiasa melakukan transaksi secara langsung (offline).

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Trenggalek, Cusi Kurniawati, mengatakan masih 15 orang yang sudah membuka rekening e-lelang ikan online.

advertisement

Melihat progres tersebut, target yang semula 50 orang nelayan, menjadi berkurang. Hal itu karena kultur nelayan yang belum terbiasa dengan lelang online.

“Penyebabnya tak semudah membalikkan tangan. Karena menyangkut sistem dan kultur yang melibatkan ekosistem yang banyak,” ungkapnya.

Cusi mengakui, dari 15 nelayan yang sudah memiliki rekening, hanya satu nelayan dan pedagang yang melakukan transaksi. Menurut dia, selain budaya, latar kendalanya ada di modal. Padahal, dalam aplikasi tersebut harga ikan tertera secara detail. Yang dapat memudahkan dalam menyesuaikan modalnya.

“Biasanya ketika bertemu bisa membeli langsung. Emang belum terbiasa, merasa ribet, dan perlu pembiasaan,” ucap Cusi.

advertisement

Melihat kondisi tersebut, kata Cusi, pemanfaatan e-lelang ikan online bisa terjawab seiring berjalannya waktu. Ketika penjual dan pembeli semakin terbiasa menggunakan aplikasi, tentunya nelayan dan pembeli akan kian banyak yang bergabung dalam e-lelang.

“Kami tetap berusaha untuk lelang online. Yang jelas itu sangat kami harapkan,” ujar Cusi.

Sebelumnya, rencana awal pembuatan aplikasi e-lelang ikan online oleh Pemerintah Kabupaten Trenggalek digadang-gadang dapat membantu nelayan dalam berjualan ikan. Selain memudahkan saat bertransaksi, aplikasi tersebut juga berfungsi untuk memaksimalkan sistem lelang ikan yang adil.

advertisement

Berita Baru

Duka Tragedi Kanjuruhan, Korban Meninggal Jadi 131 Orang

Kabar Trenggalek - Kabar duka menghampiri seluruh masyarakat Indonesia. Pasca pertandingan Arema Vs Persebaya...

Tragedi Stadion Kanjuruhan, Jokowi Layangkan Tiga Tuntutan 

Kabar Trenggalek - Tragedi Stadion Kanjuruhan yang melangsungkan pertandingan sepak bola BRI Liga 1...

Tragedi Stadion Kanjuruhan, Presiden Arema FC Juragan 99 Angkat Bicara 

Kabar Trenggalek - Insiden merenggut nyawa dunia sepak bola Indonesia mendapatkan perhatian khusus dari...

Viral Hari ini

Wisata Berbasis Konservasi Alam Kedung Gede, Satu Satunya di Trenggalek

Kabar Trenggalek - Tidak terlalu jauh dari kota untuk menuju Kedung Gede di Desa...

Berita Terkait