BerandaNewsLingkunganMasyarakat Trenggalek Perlu Meningkatkan Kewaspadaan karena Belum Ada Teknologi yang Bisa Memprediksi...

Masyarakat Trenggalek Perlu Meningkatkan Kewaspadaan karena Belum Ada Teknologi yang Bisa Memprediksi Kapan Tsunami Terjadi

Terbit:

advertisement

Kabar Trenggalek Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) terus berupaya untuk mengedukasi masyarakat terkait potensi tsunami di pantai selatan Jawa Timur. Menanggapi isu yang beredar di masyarakat Trenggalek tentang informasi tsunami yang dianggap hoaks, BMKG menegaskan bahwa informasi tersebut bukanlah prediksi tsunami namun potensi tsunami (05/06).

Biro Hukum dan Organisasi Bagian Hubungan Masyarakat BMKG menjelaskan, Indonesia sebagai wilayah yang aktif dan rawan gempa bumi memiliki potensi gempa bumi yang dapat terjadi kapan saja dengan berbagai kekuatan (magnitudo).

advertisement

Menurut penjelasan BMKG, hingga saat ini belum ada teknologi yang bisa memprediksi gempa secara akurat.

“Sampai saat ini, belum ada teknologi yang dapat memprediksi gempa bumi dengan tepat dan akurat kapan, di mana, dan berapa kekuatannya. Sehingga BMKG tidak pernah mengeluarkan informasi prediksi gempa bumi,” terang BMKG.

Setelah melakukan kajian, BMKG menjelaskan bahwa lempeng selatan Jawa memiliki potensi gempa. BMKG menegaskan, kajian tersebut bukanlah prediksi tsunami tapi potensi tsunami.

advertisement

“Berdasarkan hasil kajian dan pemodelan para ahli yang disampaikan pada diskusi bertajuk ‘Kajian dan Mitigasi Gempa bumi dan Tsunami di Jawa Timur’, zona lempeng selatan Jawa memiliki potensi gempa dengan magnitudo maksimum M 8,7. Tetapi ini adalah potensi bukan prediksi yang pasti, sehingga kapan terjadinya tidak ada yang tahu,” ungkap BMKG.

Oleh karena itu, seluruh masyarakat, termasuk di Trenggalek, dihimbau untuk meningkatkan kewaspadaan dengan melakukan mitigasi struktural dan kultural. Langkah-langkah mitigasi tersebut bisa dilakukan dengan membangun bangunan aman gempa dan tsunami. BMKG juga menghimbau kepada Pemerintah Daerah untuk menyiapkan sarana dan prasarana evakuasi yang layak dan memadai.

“Pemerintah daerah dengan pihak terkait perlu membangun kapasitas masyarakat/edukasi masyarakat untuk melakukan respons penyelamatan diri secara tepat saat terjadi gempa bumi dan tsunami,” tulis BMKG.

BMKG memohon kepada seluruh masyarakat untuk tetap tenang dan tidak gampang terpancing isu ‘hoaks potensi tsunami’ yang tidak bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya. Masyarakat perlu terus memantau informasi yang dikeluarkan BMKG secara resmi.

advertisement

 

INFORMASI RESMI TENTANG POTENSI GEMPA DAN TSUNAMI DARI BMKG BISA DIAKSES DI:

Situs resmi: www.bmkg.go.id

Call center: 196

Kontak: 021-6546316

Aplikasi mobile phone: INFO BMKG

advertisement

Berita Baru

Duka Tragedi Kanjuruhan, Korban Meninggal Jadi 131 Orang

Kabar Trenggalek - Kabar duka menghampiri seluruh masyarakat Indonesia. Pasca pertandingan Arema Vs Persebaya...

Tragedi Stadion Kanjuruhan, Jokowi Layangkan Tiga Tuntutan 

Kabar Trenggalek - Tragedi Stadion Kanjuruhan yang melangsungkan pertandingan sepak bola BRI Liga 1...

Tragedi Stadion Kanjuruhan, Presiden Arema FC Juragan 99 Angkat Bicara 

Kabar Trenggalek - Insiden merenggut nyawa dunia sepak bola Indonesia mendapatkan perhatian khusus dari...

Viral Hari ini

Wisata Berbasis Konservasi Alam Kedung Gede, Satu Satunya di Trenggalek

Kabar Trenggalek - Tidak terlalu jauh dari kota untuk menuju Kedung Gede di Desa...

Berita Terkait