Berita Terkait

Waspada Demam Berdarah di Trenggalek, Ada Temuan 40 Kasus pada Awal Musim Hujan

Kabar Trenggalek Musim hujan di Kabupaten Trenggalek masih dalam tahap awal. Masyarakat Trenggalek perlu waspada penyakit Demam Berdarah di Trenggalek, Senin (13/12/2021).

Penyakit yang disebabkan oleh gigitan nyamuk aedes aegepty itu sudah ditemukan sejak awal musim hujan di Trenggalek.

- Advertisement -

Dari data yang dihimpun Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) Trenggalek, Saeroni, dari awal musim menemukan 40 kasus demam berdarah.

Baca juga: Mencegah Perbudakan Seksual di Pondok Pesantren

“Kasus demam berdarah ini menyebar di beberapa kecamatan di Trenggalek, terakhir Kecamatan Watulimo, dan Tugu,” terang Saeroni kepada awak media.

- Advertisement -

Saeroni menjelaskan, tim Dinkes PPKB Trenggalek melakukan penyelidikan epidemiologi di suatu kawasan jika ditemukan penyakit Demam Berdarah Dongue (DBD).

“Penyelidikan itu untuk meminimalisir lonjakan kasus,” tambahnya.

DBD di Trenggalek ini hampir selalu terjadi setiap tahunnya di awal dan musim penghujan. Sebagai antisipasi penyebaran DBD, Saeroni menyosialisasikan kepada masyarakat agar membersihkan sarang nyamuk di sekitarnya.

Baca juga: Destinasi Wisata Buka, Pemkab Trenggalek Sibuk Kejar Target Vaksinasi

“Terakhir, kami melakukan fogging [penyemprotan insektisida] di Kecamatan Tugu, kalau memang memerlukan foging (pengasapan) langsung kami lakukan,” tuturnya.

Para pasien DBD dirawat di puskesmas dan rumah sakit yang ada di Kabupaten Trenggalek. Saeroni bersyukur, hingga saat ini belum ada kasus warga meninggal akibat DBD.

Berdasarkan catatan Dinkes PPKB Trenggalek, kasus demam berdarah biasa mewabah antara November hingga Februari tiap tahunnya.

“Sebenarnya, saat ini masyarakat masih tetap harus mewaspadai demam berdarah. Kewaspadaan harus ditingkatkan,” tandas Saeroni.

- Advertisement -

Berita Baru

sponsor