Berita Terkait

Jelang Hari Donor Darah, Stok Darah PMI Trenggalek Masih Aman

Kabar Trenggalek Jelang Hari Donor Darah, stok darah di unit donor darah (UDD) Palang Merah Indonesia (PMI) Trenggalek masih aman. Lantaran, stok darah masih mampu memenuhi kebutuhan transfusi darah di Kabupaten Trenggalek, Senin (13/06/2022).

Berdasarkan hasil rekapitulasi data kantong darah kurun dua tahun belakang, pada 2020, stok darah mencapai 7.826 kantong. Kemudian pada 2021 ada 6793 kantong. Sementara per 13 Juni 2022, stok darah masih tersedia 324 kantong.

- Advertisement -

Rinciannya, golongan darah A 73 kantong, B 83 kantong, O 115 kantong, AB 26 kantong. Kemudian, packed red cells (PRC) darah O ada 4 kantong, thrombocyte concentrate (TC) darah O 4 kantong, fresh frozen plasma (FFP) A 6 kantong, B 4 kantong, O 5 kantong, AB 4 kantong.

Kepala UDD PMI Trenggalek dr. Sugito Teguh, membenarkan ketersediaan kantong darah di masih aman. Tahun ini atau tidak seperti tahun 2021 yang sempat mengalami kekurangan stok darah.

“Selama 2022 ini tidak pernah, cuma kita pernah kekurangan stok darah golongan O tahun lalu. Namun masalah itu sudah teratasi melalui koordinasi dengan PMI yang berada di Madiun,” ungkap Teguh.

- Advertisement -

Menurut Teguh, permasalahan kekurangan stok darah tahun lalu karena situasi dan kondisi pandemi Covid-19, membuat kegiatan-kegiatan donor darah berkurang. Berbeda dengan 2022, kasus Covid-19 melandai, sehingga kegiatan donor darah kembali normal.

“Utamanya dengan adanya kegiatan-kegiatan baru, khususnya kemarin di polres. Itu per hari bisa mendapatkan 180 kantong. Dan lumayan menyumbang kita,” jelasnya.

Teguh mengakui, UDD PMI Trenggalek sebetulnya bisa lebih maksimal dalam menambah stok darah. Namun, kata dia, hal itu tidaklah efisien, mengingat ketersediaan darah perlu mempertimbangkan tingkat kebutuhan.

“Itu [stok darah] kembali lagi dengan kebutuhan darah di RSUD [Rumah Sakit Umum Daerah dr. Soedomo Trenggalek]. Selama ini, kebutuhan darah itu masih bawah 7 ribu kantong tiap tahunnya,” ujarnya.

Teguh mengatakan, darah memiliki masa kadaluarsa. Artinya, ketika darah disimpan hingga melebihi batas waktu tertentu, maka darah itu haruslah dimusnahkan.

“Masa expired-nya selama 35 hari, untuk plasma sampai setahun, dan hemoglobin (hb) sebatas 5 hari saja. Maka, khususnya stok hb biasanya menunggu ada pasien yang membutuhkan,” tandasnya

- Advertisement -

Berita Baru

sponsor