TRENDING

Mengapa K-Popers Sering Halu? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Terbit:

Kabar Trenggalek – Pernah gak sih kamu melihat teman-temanmu yang begitu nge-fans dengan sesorang idola. Misalnya anggota group band dan karakter fiksi. Seolah-olah temanmu mempunyai kedekatan secara emosional dengan yang diidolakannya. Atau itu termasuk kamu juga yang mengalaminya?

Mengapa K-Popers sering halu? Akhir-akhir ini sering kita jumpai seorang K-Popers yang sangat mengidolakan sosok dari Negeri Gingseng Korea Selatan. Bahkan tak sedikit yang ikut sedih ketika idolanya sakit atau ada masalah. Barangkali itu menjadi cara mereka bersenang-senang.

advertisement

Ada kajian ilmiah untuk menyebut fenomena tersebut, yakni parasocial relationship. Melansir dari sehatq.com, parasocial relationship atau hubungan parasosial adalah hubungan imajinasi sepihak yang meliatkan pengguna media atau penggemar dengan persona media atau idola.

Dalam bahasa sekarang fenomena hubungan parasosial disebut juga dengan ā€œhaluā€, kata salingkung dari halusinasi. Penggemar mempunyai imajinasi sendiri tentang kehidupan personal idolanya hanya melalui media. Bahkan dapat juga mempunyai perasaan romantis sepihak dengan idolannya.

4 Penyebab K-Popers Sering Halu

Ada beberapa hal yang menyebabkan kenapa hubungan parasosial itu terbentuk, antara lain:

1. Disebabkan Rasa Kesepian

Seorang yang kesepian karena entah orang disekitar sibuk atau tidak diperhatikan bisa menjadi penyebab seseorang untuk menjadikan sosok yang diidolakannya sebagai pelampiasan.

Kesepian membuat orang untuk mencari hal-hal yang dapat membuatnya tidak kesepian lagi. Dan salah satu jalan yang ditempuh adalah dengan memberikan perhatian lebih kepada tokoh yang diidolakannya. Alhasil, terjadilah hubungan parasosial.

2. Untuk Mendapat Pengakuan

Berabung komunitas untuk bisa berjejaring dengan anggota komunitas yang lain bisa menjadi penyebab parasosial. Seseorang akan bisa diakui jika memiliki ketertarikan pada hal yang sama, misalnya budaya K-Pop atau anime.

Dengan bergabung dalam komunitas seperti itu seseorang akan mendapatkan pengakuan. Selain itu, harga diri meningkat karena memiliki jaringan dalam sebuah komunitas.

3. Untuk Meningkatkan Mood

advertisement

Sosok yang diidolakan bisa menjadi penunjang untuk mengembalikan susasana mood untuk lebih baik. Dengan melihat foto atau gambar karakter yang diidolakannya membuat semangat dalam diri meningkat.

4. Merasa Memiliki Persamaan

Memiliki persamaan entah itu latar belakang atau peristiwa yang pernah dialami mirip yang dialami idolanya membuat semakin gandrung dengannya. Seoalah-olah memiliki hubungan secara tidak langusung yang membuat sosok yang diidolakannya memiliki kedekatan.

Kesimpulannya, siapapun barangkali punya sosok yang diidolakan dan berpotensi terbentuknya hubungan parasosial. Entah yang diidolakannya sosok di dunia nyata atau fiksi. Akan tetapi, K-Popers maupun orang-orang yang berada di sekeliling kita juga perlu untuk mendapatkan perhatian.

advertisement

TERBARU

Raih Rekor Tertinggi, 70.000 Mahasiswa Daftar Program Kampus Mengajar untuk Tingkatkan Pendidikan Indonesia

Kabar Trenggalek - Program Kampus Mengajar meraih rekor tertinggi dalam pendaftar dari kalangan mahasiswa....

Berkunjung ke Qatar, Sandiaga Uno Dapat Kejutan dari Warga Trenggalek

Kabar Trenggalek - Piala Dunia 2022 di Qatar tak hanya bola yang diproduksi dari...

Kasus Kecelakaan Akibat Mabuk, Polri Siapkan Alat Tes Alkohol dan Narkoba

Kabar Trenggalek - Kasus kecelakaan marak terjadi hampir setiap hari. Merespons kondisi tersebut, Korlantas...

TOPIK TERKAIT