TRENDING

Mario Sukedo, Pemain Kendang Trenggalek yang Pernah Mengiringi Happy Asmara

Terbit:

Kabar Trenggalek Suara dangdut tak asing bagi telinga kalangan masyarakat. Bahkan lagu bergenre dominan pada kendang ini bisa membuat kepala pendengarnya manggut-manggut. Bahkan seiring berjalan waktu, aransemen genre dangdut bisa menjangkau hampir semua lagu-lagu pop.

Ketipung dan kendang adalah ciri khas yang dominan dari pelbagai alat perlengkapan musik dangdut. Hal serupa diakui Mario Sukedo, nama panggung dari Kukuh Sasmito, yang sejak tahun 2009 sudah memainkan kendang dan ketipung.

advertisement

Mulanya, pemuda Trenggalek kelahiran 1990 tersebut menggeluti alat musik drum. Lambat laun setelah bertemu dengan orkes dangdut, dirinya menambah kemampuannya dengan memainkan kendang.

Mario Sukedo bercerita, dirinya sudah melanglang buana bersama kendang dan ketipungnya. Perjalanan itu sampai menghantarkan dirinya manggung bersama grup Ndoro Bei yang dipunggawai Cak Percil.

“Awalnya saya ikut Cak Percil dengan grup Ndoro Bei dan kini saya sedang merintis Orkes Allena Musik Trenggalek,” ujarnya.

Selama pandemi Covid-19, Mario Sukedo tak pernah dapat panggilan untuk mengisi acara dengan orkes dangdut. Namun, dirinya tak berhenti menekuni musik dangdut yang sudah mendarah daging di tubuh kekarnya itu.

“Waktu pandemi, saya live streaming di channel Mario Sukedo yang saat ini 1.6 ribu subscriber,” ucap Mario Sukedo.

Manggung antar kota sudah ia lalui seperti Jawa Tengah dan Jawa Timur. Sesekali, ia merasakan pengalaman pahit pulang dengan tak membawa bayaran. Tapi hal itu tidak membuat Mario Sukedo putus asa.

“Kalau dihitung per manggung, bayaran saya tidak menentu, namun kalau dikalkulasi kasar sekitar 4-5 juta rupiah setiap bulannya, bisa saya hasilkan dari kendang dan ketipung,” ungkap Mario Sukedo.

advertisement

Tak disangka, Mario Sukedo ini adalah sopir Kalaksa Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Trenggalek. Namun, pekerjaannya sebagai sopir tak membuat Mario Sukedo mengesampingkan dunia musik dangdut. Sebab, dirinya hanya mengambil jam malam untuk pekerjaan orkes sebagai penabuh kendang dan ketipung itu.

Pria yang ramah itu mengaku pernah mendampingi artis yang kini melejit namanya. Seperti Happy Asmara, Woro Widowati, dan Nella Kharisma, pernah bergoyang dengan pukulan kendang dan ketipungnya.

“Ke depan akan tetap saya kembangkan bakat saya, ketipung ini. Karena sudah menjadi bagian hidup,” ucapnya.

Catatan Redaksi:

Redaksi Kabar Trenggalek mengubah judul berita ini yang awalnya “Jam Manggung Tinggi, Pemuda Trenggalek Anggap Kendangnya Sebagai Istri Ketiga”. Sebab, setelah mendapatkan aduan dari pembaca, kami berdiskusi untuk menelaah ulang judul tersebut. Kemudian, kami menyadari bahwa judul yang memuat kalimat “Kendangnya Sebagai Istri Ketiga” itu bias gender dan seksis.

Kami meminta maaf atas kesalahan Redaksi Kabar Trenggalek. Kami akan berupaya untuk lebih teliti dan hati-hati terhadap bias gender dalam pemberitaan kami ke depannya. Kami juga berterima kasih kepada pembaca yang sudah menggunakan hak koreksi dan hak jawabnya, untuk mengadu terkait adanya kesalahan dalam pemberitaan Kabar Trenggalek.

Pengubahan judul dan permintaan maaf ini menjadi tanggungjawab Kabar Trenggalek untuk memenuhi hak koreksi dan hak jawab, sesuai UU Pers nomor 40 tahun 1999.

advertisement

TERBARU

SIM Bentuknya Kartu tapi Disebut Surat, KK Bentuknya Surat tapi Disebut Kartu, Kenapa Bisa Gitu?

Kabar Trenggalek - Bukan karena kurang kerjaan, tetapi bagi kita sebagai masyarakat yang teliti,...

Pemilu 2024, PKS dan NasDem Pasang Badan Soal Dapil Trenggalek Berubah

Kabar Trenggalek - Perhelatan Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 mendatang sudah mendapat perhatian dari partai...

7 Bunga yang Mengeluarkan Aroma Harum saat Malam Hari, Salah Satunya Sering Dijumpai di Pemakaman

Kabar Trenggalek - Untuk menghiasi rumah, kebanyakan orang akan menanam tumbuhan. Entah di depan...

TOPIK TERKAIT