TRENDING

Sisi Lain Celine, Transgender Trenggalek yang Lihai di Dunia Fashion Show

Terbit:

Kabar Trenggalek Arief Budi Utama atau biasa dipanggil Celine. Penampilan Celine nyaris menyerupai perempuan. Rambutnya berwarna pirang, memakai lipstik merah jambu, mengenakan setelan blazer hitam-putih, lengkap dengan legging hitamnya, Rabu (18/05/2022).

Celine juga memiliki jari yang lentik. Setiap kukunya berwarna merah muda. Jari-jemarinya pun melingkar beberapa cincin emas yang mengkilap. Apa yang Celine lakukan seolah sebagai bentuk ekspresi, dari jiwa feminim yang bersemayam dalam dirinya.

advertisement

“Saya tetap percaya diri dengan penampilan begini,” ucap warga Desa Karanganyar, Kecamatan Pule itu.

Celine ingat kepercayaan diri berdandan seperti perempuan baru sekitar 2017, setelah jiwa feminimnya terus menguat semakin hari. Celine justru tidak percaya diri jika berpenampilan laki-laki. Tak ayal, laki-laki kelahiran 1993, itu memberanikan diri untuk menunjukkan jati dirinya ke publik melalui berbagai proses.

Akan tetapi, proses pencarian pengakuan publik itu tidak seperti membuka telapak tangan. Sudah banyak keringat menetes agar masyarakat bisa menerima keberadaan dirinya.

Potret Celine yang merias diri di depan cermin
Potret Celine yang merias diri di depan cermin/Foto: Kabar Trenggalek

Arief Wo, panggilan akrab Celine, memulai karir dari usaha salon. Dengan kesabaran dan ketelatenan, usaha salon yang dirintis mulai 2012 membuat Celine mampu hidup mandiri dari segi ekonomi.

Pengalaman usaha itu seiring menambah pengetahuan Celine tentang kaum hawa. Sehingga dia bisa memilih kosmetik yang memberikan kesan natural.

Memiliki usaha salon tak cukup membuat Celine berani menunjukkan jati diri. Lantas dia belajar dunia fashion pada 2015 dari sosok almarhumah U’in. Dari dia, Celine bisa menguasai cara berjalan (catwalk) dengan benar hingga cara berbicara di depan publik (publik speaker).

“Banyak jasa-jasa dari almarhumah dalam hidup saya,” ujarnya.

advertisement

Proses Celine merintis fashion membutuhkan waktu cukup lama. Sebab, selama dua tahun menekuni karir fashion, dia sama sekali tidak pernah mendapatkan juara setiap ajang fashion show.

Celine menyadari pengalaman perlu waktu, sehingga setiap kegagalan tidak membuatnya lantas berputus asa.

Alumni SMK Karya Dharma 2 Trenggalek itu terus melatih kemampuannya dalam fashion show. Hampir tiap hari, Celine melatih cara berjalan memakai sepatu heels dengan tinggi 9 – 17 sentimeter (cm).

Sesekali, Celine juga melatih kemampuan berbicaranya di depan cermin. Tidak ada waktu yang pasti saat berlatih. Bisa pagi, sore, atau malam, oleh sebab tipikal latihan Celine akan lebih panjang ketika sedang mood.

“Terus saya latih agar lebih luwes,” ungkapnya.

Arief Budi Utama atau biasa dipanggil Celine yang lihai di dunia fashion show
Arief Budi Utama atau biasa dipanggil Celine yang lihai di dunia fashion show/Foto: Kabar Trenggalek

Tak sebatas itu, Celine yang ingin menjadi perempuan juga berusaha untuk merawat tubuhnya. Bahkan, dia rela mengeluarkan Rp 750 – 1 juta per bulan untuk terapi hormon perempuan (dengan pengawasan dokter).

“Disuntik hormon perempuan, agar hormonnya lebih kuat dibanding hormon laki-laki,” ucapnya.

Totalitas Celine berbuah hasil. Pada tahun ketiga, karir fashion show Celine mulai moncer. Di ajang Ratu Kebaya di Mojokerto 2018 lalu, dia berhasil mendapatkan Juara tiga se-Jawa Timur.

Proses perlombaan baginya cukup memacu adrenalin, karena berhasil bersaing dan menyisihkan 50 kontestan di tiap tahapan.

“Pertama masuk 10 besar, kemudian 5 besar, terakhir 3 besar, itu bagi saya paling mengesankan,” imbuhnya.

Setelah sering meraih peringkat di ajang fashion show, kepercayaan diri Celine menguat. Dia merasa prestasi membuatnya lebih bernilai. Sehingga orang-orang di sekitarnya pun mulai mengakui jati diri Celine, termasuk orang tuanya.

“Sebelumnya memang keluarga tidak menerima kondisi saya. Seiring waktu, dengan berbagai prestasi saya dan juga menghasilkan. Ortu [orang tua] menjadi lebih lapang dada, baru baru ini,” jelasnya.

Kini, dirinya tengah mempersiapkan mengikuti Miss International Queen di Jakarta bulan depan.

Project career juga menjadi prioritas Celine ke depan. Dia belum punya rencana menikah atau berganti status kependudukan, karena biaya pengurusan yang cukup merogoh kocek.

Namun, sebagai laki-laki berjiwa feminim, Celine tetap punya mimpi memiliki anak, kendati hanya dengan cara adopsi.

“Punya rencana punya anak dengan mengadopsi,” ujarnya.

advertisement

TERBARU

Trending Musik ‘Semata Karenamu’ Lirik dan Kunci Gitar, Lagu Galau Happy AsmaraĀ 

Kabar Trenggalek - Jagad musik kembali dihibur dengan lagu galau berjudul Semata Karenamu. Lagu...

KLHK Tolak Hasil Penelitian Penurunan Populasi Orangutan, Akademisi: Kebijakan Anti Sains

Kabar Trenggalek - Para akademisi yang tergabung dalam Tim Advokasi Kebebasan Akademik, menilai Kementerian...

Pasal Kontroversial RUU KUHP, Puluhan Mahasiswa Trenggalek Turun JalanĀ 

Kabar Trenggalek - Rancangan Undang Undang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (RUU KUHP) dinilai kontroversial...

TOPIK TERKAIT