24.3 C
Trenggalek
Kamis, November 30, 2023

Pemerintah akan Menaikkan Tarif Listrik dalam Waktu Dekat

Kabar Trenggalek Menteri Energi dan Sumber daya Mineral (ESDM), Arifin Tasrif, berencana untuk menaikkan tarif listrik. Arifin mengatakan, pemerintah akan menerapkan kembali tarif adjustment pada tahun 2022.

Melalui penerapan tarif adjustment, pemerintah akan menghemat kompensasi listrik sebesar Rp 7 – Rp 16 triliun.

Tarif adjustment listrik adalah mekanisme mengubah dan menetapkan naik atau turunnya tarif listrik mengikuti perubahan empat parameter.

Empat parameter itu adalah parameter ekonomi makro rata-rata per tiga bulan, realisasi kurs rupiah, Indoensian Crude Price (ICP) atau harga batu bara acuan, serta tingkat inflasi.

“Dalam jangka pendek penerapan tarif adjusment 2022 ini untuk dilakukan, ada penghematan kompensasi sebesar Rp 7-16 triliun,” terang Arifin.

Arifin menyampaikan, Kementerian ESDM juga akan menerapkan efisiensi biaya pokok penyediaan listrik dan strategi energi primer PLN. Kemudian, ada optimalisasi pembangkit dengan bahan bakar sumber domestik PLTU dan PLT EBT.

Kementerian ESDM, lanjut Arifin, juga akan melakukan percepatan pembangunan PLTS Atap 450 MW di 2022. Serta, pembangunan pembangkit EBT dari APBN.

Berdasarkan catatan Kementerian ESDM, tarif listrik di Indonesia merupakan yang termurah di Asia Tenggara atau ASEAN.

“Kami pastikan tarif listrik di Indonesia masih tergolong murah dibandingkan negara-negara lain di regional ASEAN,” ujar Kepala Biro Komunikasi Layanan Informasi dan Kerjasama Kementerian ESDM, Agung Pribadi.

Saat ini, besaran tarif rata-rata untuk pelanggan rumah tangga non subsidi (tariff adjustment) sebesar Rp 1.445 per kWh. Besaran tarif ini lebih murah daripada tarif listrik rumah tangga di Thailand yang mencapai Rp 1.597 per kWh, Vietnam Rp 1.532 per kWh, Singapura Rp 2.863 per kWh, dan Filipina Rp 2.421 per kWh.

Lalu untuk golongan Bisnis Menengah-TR, tarif listrik di Indonesia yaitu sebesar Rp 1.445 per kWh, lebih murah daripada di Filipina (Rp 1.636/kWh), Malaysia (Rp 1.735/kWh), Vietnam (Rp 1.943/kWh), dan Singapura (Rp 2.110/kWh).

Berikutnya, pada golongan Bisnis Besar-TM, tarif listrik di Indonesia merupakan yang termurah se-ASEAN, yakni Rp 1.115/kWh. Jika dibandingkan dengan konsumen kelas yang sama di Singapura mencapai Rp 2.063/kWh, Vietnam Rp 1.787/kWh, Filipina Rp 1.603/kWh, Thailand Rp 1.370/kWh, dan Malaysia Rp 1.227/kWh.

Tarif untuk jenis pengguna Industri Menengah-TM, tarif listrik di Indonesia sebesar Rp 1.115/kWh, lebih murah dibandingkan tarif di Singapura yang mencapai Rp 1.922/kWh, Filipina Rp 1.567/kWh dan Vietnam Rp 1.117/kWh. Tarif ini berada sedikit di atas Malaysia yang tarifnya Rp1.060/kWh dan Thailand Rp 991/kWh.

Lalu jenis pengguna industri besar di Indonesia sebesar Rp 997/kWh, sedikit lebih tinggi daripada Thailand Rp 990/kWh dan Malaysia Rp 991/kWh . Untuk kelas ini Singapura mematok tarif Rp 1.863/kWh, Filipina Rp 1.559/kWh, dan Vietnam Rp 1.060/kWh.

“Tarif ini sebagai langkah stimulus pemerintah guna menggaet investor untuk memperbaiki iklim bisnis di Indonesia di tengah pandemi,” ujar Agung.

ARTIKEL TERKAIT
MORE

POPULER