BerandaNewsPeristiwaJembatan Rusak Tergerus Banjir, Buruh Pabrik di Trenggalek Harus Lewat Jalur Tikus

Jembatan Rusak Tergerus Banjir, Buruh Pabrik di Trenggalek Harus Lewat Jalur Tikus

Terbit:

advertisement

Kabar Trenggalek Jembatan di Desa Gembleb, Kecamatan Pogalan, Kabupaten Trenggalek, tidak bisa dilintasi kendaraan roda dua maupun roda empat karena rusak Rabu (23/03/2022).

Jembatan rusak yang berada di RT 28, RW 10, Desa Gembleb tersebut mengakibatkan buruh pabrik di Trenggalek harus lewat jalur tikus (alternatif).

advertisement

Slamet, salah satu warga sekitar jembatan putus itu mengatakan, pada tahun 2019 jembatan tersebut sudah dibenahi. Namun karena pondasi jembatan terus tergerus air banjir, jembatan itu ambles.

“Sebenarnya dua bulan yang lalu sudah kelihatan tergerus pondasinya, dan kemarin air sungai penuh sehingga pondasi tak kuat lagi menahan beban,” kata Slamet.

Jembatan di Desa Gembleb ambrol
Jembatan di Desa Gembleb ambrol/Foto: Kabar Trenggalek

Menurut keterangan Slamet, aliaran air sungai di jembatan di Desa Gembleb, mengarah ke Dam Dawung, Kecamatan Pogalan.

advertisement

“Untuk pengguna jalan cari jalur alternatif, bisa lewat gang dan menyebrangi jembatan yang hanya muat kendaraan roda dua, dominan lewat jalur ini adalah buruh pabrik, dan warga,” jelas Slamet.

Sementara itu, jembatan rusak sudah diberi tanda oleh Dinas Perhubungan Trenggalek tentang pelarangan untuk melintas dengan mengenakan pembatas.

Slamet menjelaskan keadaan jembatan sepanjang kurang lebih delapan meter dengan lebar 2,5 meter itu. Slamet mengatakan, aspal jembatan terangkat ke atas dan ada bagian yang patah sehingga kelihatan jembatannya miring.

Jembatan di Desa Gembleb ditutup karena ambrol
Jembatan di Desa Gembleb ditutup karena ambrol/Foto: Kabar Trenggalek

Kabid Pencegahan Kesiapsiagaan dan Kedaluratan, BPBD Kabupaten Trenggalek, Agoeng Widodo menjelaskan, tingkat kerusakan jembatan tergolong parah.

advertisement

“Jembatan yang rusak itu adalah akses antar desa, dan untungnya tidak terlalu jauh dari lokasi ada jalur alternatif warga untuk bisa melintas,” kata Agoeng.

Jembatan itu juga biasa dimanfaatkan warga sebagai jalan alternatif dari Kabupaten Trenggalek menuju perbatasan Tulungagung.

Petugas dari Dinas Perhubungan Kabupaten Trenggalek juga telah memasang rambu penutup jalan agar masyarakat menghindari jalan tersebut.

“Kami berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang [PUPR] Kabupaten Trenggalek soal penanganan jembatan itu. Sebab, jembatan itu berada di ruas jalan milik Pemkab Trenggalek,” ujar Agung.

Agoeng mengimbau agar masyarakat menghindari jalan tersebut apabila akan beraktivitas. Saat ini, jembatan sudah ditutup dengan palang bambu.

advertisement

Berita Baru

Pertama di Indonesia, Kadin Trenggalek Goes To School: Tumbuhkan Minat Jadi Pengusaha

Kabar Trenggalek - Perkembangan zaman yang terus melangkah maju tak lain sama dengan dunia...

Sinopsis Jelangkung Sandekala dan Jadwal Tayang di Bioskop Trenggalek

Kabar Trenggalek - Perasaan gembira saat berwisata tak selalu sesuai dengan realita. Ketika ingin...

Ramai Tolak Tambang Emas Trenggalek di Akun Twitter Emil Dardak, Ini Duduk Perkaranya

Kabar Trenggalek - Suara tolak tambang emas Trenggalek sempat ramai di twitter @EmilDardak, milik Emil...

Viral Hari ini

Hari Jadi Trenggalek Ke-828, Bupati Sebut Berbeda dari Tahun Sebelumnya

Kabar Trenggalek - Peringatan Hari Jadi Trenggalek ke-828, Bupati Mochamad Nur Arifin, menyebut ada...

Berita Terkait