TRENDING

Terlanjur Tanda Tangani Aturan PPKM Level 3, Anies Baswedan Kena Prank Luhut

Terbit:

Kabar Trenggalek – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang digadang bakal maju sebagai Calon Presiden 2024, terkena prank Luhut Binsar, Rabu (08/12/2021).

Pasalnya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 3 saat Nataru dibatalkan, namun Anies terlanjur tanda tangani aturan itu.

advertisement

Anies Baswedan telanjur menandatangani Keputusan Gubernur Nomor 1430 Tahun 2021, untuk menetapkan PPKM Level 3 pada masa libur Natal dan Tahun Baru.

Baca Juga :Ā PPKM Level 3 Serentak Saat Nataru Dibatalkan, Ini Aturan Penggantinya

Keputusan itu diteken Anies pada 2 Desember 2021, namun baru diunggah ke situs Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum (JDIH) Pemprov DKI pada Senin (6/12/2021) kemarin.

“Menetapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Dalam Level 3 Corona Virus Disease 2019 selama 10 (sepuluh) hari terhitung sejak tanggal 24 Desember 2021 sampai dengan 2 Januari 2022,” tulis diktum pertama dalam aturan tersebut.

Baca Juga :Ā Daftar Kabupaten di Provinsi Jawa Timur yang Masih Menerapkan PPKM Level 3

Dalam Keputusan Gubernur itu, perkantoran secara umum wajib menerapkan kebijakan kerja dari rumah [work from home] sebanyak 75 persen.

Sebanyak 25 persen pegawai yang masuk kantor harus telah divaksinasi Covid-19.

advertisement

Kemudian, pasar swalayan hingga restoran dan rumah makan hanya boleh buka dengan kapasitas 50 persen pengunjung hingga pukul 21.00 WIB malam.

Sebelumnya, pemerintah pusat mengumumkan bahwa PPKM Level 3 akan diterapkan di seluruh wilayah Indonesia pada masa libur Natal dan Tahun Baru.

Baca Juga :Ā Gencar Vaksinasi Kepada Masyarakat, Mas Ipin Targetkan Trenggalek Bisa Turun PPKM Level 1

Namun belakangan, pemerintah pusat sendiri yang menganulir kebijakan itu.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan yang merupakan Koordinator Penanganan PPKM wilayah Jawa-Bali mengatakan, pemerintah memutuskan untuk tidak akan menerapkan PPKM Level 3 pada periode Natal dan Tahun Baru secara serentak di semua wilayah.

Luhut menjelaskan, pertimbangan pengambilan keputusan terbaru ini berdasarkan penanganan pandemi Covid-19 di Indonesia yang menunjukkan perbaikan signifikan.

“Indonesia sejauh ini berhasil menekan angka kasus konfirmasi Covid-19 harian dengan stabil di bawah angka 400 kasus,” ungkap Luhut.

Baca Juga :Ā PPKM Diperpanjang, Masuk Indonesia Hanya Boleh Lewat Lima Bandara Berikut

Keputusan batalnya penerapan PPKM saat Natal dan tahun baru juga berdasarkan pada capaian vaksinasi dosis pertama di Jawa-Bali yang sudah mencapai 76 persen dan dosis kedua yang mendekati 56 persen.

Lalu, vaksinasi lansia terus digenjot hingga saat ini mencapai 64 dan 42 persen masing-masing dosis pertama dan kedua di Jawa-Bali.

advertisement

TERBARU

Pacu Tumbuhnya Inovasi, Pemkab Trenggalek Pamer Pelayanan Publik ke 4

Kemudian, inovasi ini tentunya menjadi budaya tersendiri atau setelah menjadi program rutin bisa dibuat...

Meski Sudah Resmi, GOR Gajah Putih Trenggalek Butuh Suntikan DanaĀ 

Kabar Trenggalek - Gelanggang Olahraga (GOR) Gajah Putih Trenggalek sudah resmi dibuka. Namun, ada...

Adu Banteng Supra Lawan Vario di Trenggalek, Pengendara Terpental 20 Meter

Kabar Trenggalek - Peristiwa kecelakaan terjadi di Dosari, Kelurahan Surodakan, Kabupaten Trenggalek. Kecelakaan itu...

TOPIK TERKAIT