Berita Terkait

BMKG Ingatkan Masyarakat Ada Potensi Gempa Besar di Selatan Jawa Timur

Kabar Trenggalek Badan Metreologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dalam kunjungannya di Kabupaten Jember mengumumkan potensi gempa besar di selatan Jawa Timur, Minggu (19/12/2021).

Kepala Pusat Seismologi Teknik Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Rahmat Triyono, mengatakan untuk persiapan penanganan potensi gempa besar di selatan Jawa Timur harus dimulai sejak dini.

- Advertisement -

“Skenario terburuk ada di selatan Jawa dengan skala VI, VII, MMI. Potensi kerusakannya luar biasa dan bisa menimbulkan tsunami sampai 29 meter,” kata Rahmat, Sabtu, (19/12/2021).

Baca juga: Anak Kiai di Jombang Ingin Status Tersangka Pelaku Kekerasan Seksual Dicabut, Hakim Menolak

Menurut Rahmat, potensi kerusakan gempa besar di selatan Jawa Timur berdampak kurang lebih 200-250 kilometer dari bibir pantai. Sumber gempa yang sudah ada di sana yaitu dengan magnitudo 7,0 termasuk di daratan, sehingga masyarakat sudah harus bersiap dari sekarang.

- Advertisement -

Menurut catatan BMKG, gempa yang terjadi di Provinsi Jawa Timur selama lima tahun ini mengalami peningkatan. Sepanjang tahun 2013-2015, jumlah gempa bumi di Jawa Timur dengan beragam magnitudo terjadi kurang dari 230 kali per tahun.

Pada 2016 hingga 2020, jumlah gempa bumi dengan beragam magnitudo meningkat menjadi lebih dari 450 kali setahun, dengan frekuensi tertinggi 655 kali yaitu pada 2016.

Baca juga: Kades, Perangkat Desa, dan BPD Se-Kabupaten Trenggalek Demo Tolak Perpres 104 Tahun 2021

Rahmat juga menyoroti gempa yang terjadi di Kabupaten Jember pada Kamis (16/12/2021) berkekuatan 5,1 Sr. Walaupun gempa itu tidak memiliki potensi tsunami, namun kerusakan yang ditimbulkan masuk kategori rusak besar.

Rahmat menambahkan, kerusakan itu juga disebabkan oleh adanya kesalahan dari struktur bangunan yang didirikan masyarakat.

“Makanya di sini peran pemerintah harus hadir. Jangan asal memberikan izin pendirian untuk bangunan, harus lebih diketati. Mulai regulasi untuk mitigasi harus disusun sedari dini,” ujar Rahmat.

Baca juga: Tanah Longsor Menjebol Rumah Warga Kecamatan Pule Trenggalek

Sebelumnya, gempa bumi tektonik dengan magnitudo 5,0 terjadi di wilayah selatan Jawa Timur yang berpusat pada koordinat 8,55 derajat Lintang Selatan – 113,48 derajat Bujur Timur.

Tepatnya berlokasi di laut pada jarak 43 km arah barat daya Kota Jember pada kedalaman 26 km, namun gempa itu tidak berpotensi menimbulkan tsunami.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencama Daerah (BPBD) Jember, terdapat 46 unit rumah yang mengalami kerusakan.

Sejumlah 34 unit mengalami rusak ringan, 11 unit mengalami rusak sedang, dan 1 unit mengalami rusak berat, kemudian 5 unit fasilitas umum berupa 4 sekolah dan 1 aula balai desa juga terdampak gempa.

Baca juga tulisan lainnya di kabartrenggalek.com tentang BENCANA:

BMKG Jawa Timur Umumkan Potensi Cuaca Buruk Saat Tahun Baru 2022

- Advertisement -

Berita Baru

sponsor