TRENDING

Anggota Polisi Ditangkap Gara-Gara Jadi Beking Tambang Emas di Jambi

Terbit:

Kabar Trenggalek Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jambi mengungkap kasus perdagangan tambang emas ilegal dan menangkap enam pelaku. Salah satu pelaku adalah anggota Kepolisian Daerah (Polda) Bengkulu.

Ditreskrimsus Polda Jambi, Kombes Pol Sigit Dany Setiyono, mengatakan pengungkapan kasus perdagangan emas illegal ini dilakukan setelah mendapat informasi dari masyarakat.

advertisement

Sigit menambahkan, pengungkapan perdagangan emas hasil tambang ilegal itu berawal dari pengembangan dari penangkapan anggota Polda Bengkulu yang akan menjemput emas ilegal dari Bengkulu.

Baca juga: Kasus Ustad Trenggalek Cabuli 34 Santriwati, Berkas Perkara Tahap II Dilimpahkan ke Kejari Trenggalek

“Setelah dikembangkan dari sindikat pelaku, petugas juga mengamankan pelaku sebagai pemodal yang tinggal di Jakarta,” ujar Sigit kepada wartawan, Senin (13/12/2021).

Sigit mengungkapkan, anggota Polda Bengkulu yang menjadi salah satu pelaku perdagangan emas illegal itu adalah Brigadir Polisi kepala (Bripka) Majasmara.

Setelah diperiksa, Bripka Majasmara berperan dalam mengawal transaksi emas ilegal. Diketahui, perdagangan emas illegal itu beromset hingga puluhan miliar rupiah.

Baca juga: Mencegah Perbudakan Seksual di Pondok Pesantren

Menurut keterangan Sigit, Bripka Majasmara yang bertugas di Polda Bengkulu turut ditangkap karena mengawal dengan dijanjikan upah sebesar Rp. 2 juta dengan pekerjaan menjemput emas olahan ilegal.

advertisement

“Polisi tersebut berperan mengawal saat menjemput emas yang ada di Kabupaten Sarolangun, mendapat upah sebesar Rp. 2 juta untuk sekali jemput,” ungkap Sigit.

Polda Jambi menyita 3 kilogram emas dan uang tunai Rp. 1.6 miliar dalam transaksi perdagangan emas ilegal itu. Para tersangka mendapatkan emas dari tambang emas ilegal yang ada di Jambi.

Selain menyita emas dan uang, Polda Jambi juga menyita peralatan yang digunakan untuk mengolah emas hasil tambang ilegal serta mobil pajero sport milik pelaku.

Baca juga: Ustad di Depok Cabuli 10 Santriwati dengan Imbalan Masing-Masing Rp. 10 Ribu

Enam pelaku perdagangan emas illegal yang diringkus di Kabupaten Sarolangun, Jambi itu adalah:

  1. Irwanto (44) bertugas sebagai sopir.
  2. Bripka Majasmara (45) bertugas mengawal saat akan menjemput emas olahan dari Kabupaten Sarolangun.
  3. Hedi Firman (38) berperan mengumpulkan emas dari penambangan emas ilegal yang ada di Kabupaten Sarolangun dan Merangin, Jambi.
  4. Hendra Giromiko (40), sebagai pelaku yang membeli emas ilegal dari pelaku pengepul emas hasil tambang ilegal dan yang membawa uang Rp1,6 miliar uang milik pemodalnya.
  5. Indra Mulyadi (51) sebagai pemodal perdagangan emas illegal.
  6. Saleh (72) seorang pemilik toko emas di Padang, Sumatera Barat yang membeli emas dari Hendra Giromiko.

Bripka Majasmara dan lima pelaku lain yang terlibat perdagangan emas ilegal kini mendekam di sel tahanan Polda Jambi. Mereka terancam pasal 161 junto pasal 555 UU Nomor 3 tahun 2020 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara (Minerba) dengan ancaman hukuman di atas 5 tahun penjara.

advertisement

TERBARU

Hujan Sehari di Trenggalek, Jalan Tutup Total dan Rumah Rusak Dihantam Tanah Longsor

Kabar Trenggalek - Kabupaten Trenggalek terus dilanda berbagai peristiwa bencana alam. Salah satunya tanah...

Siap-Siap, Ini Jadwal Pemadaman Listrik Trenggalek Besok di 11 Desa

Kabar Trenggalek - Perusahaan Listrik Negara (PLN), Unit Layanan Pengadaan (ULP) Kabupaten Trenggalek akan...

Otak Atik Tekan Inflasi di Trenggalek, Pasar Murah dan Bansos Jadi Andalan

Kabar Trenggalek - Pasca kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) harus berpikir...

TOPIK TERKAIT